
Hari ini merupakan hari spesial bagi Teja. Tadi pagi dia baru saja pergi berenang bersama mamanya, Om Bayu, dan Tante Tessa. Selain itu, Teja juga bisa minum milkshake cokelat serta mencamil marshmallow favoritnya. Dan sebagai penutupnya, keluarga besar Teja juga akan kumpul-kumpul makan malam bersama untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-5.
Sejak siang, Varsha sudah mulai memasak dibantu oleh Bude Woro dan Tessa. Ia sudah menyiapkan banyak menu untuk rombongan besar keluarga Ametarka. Dimulai dari jajanan pasar sampai nasi tumpeng segalanya tersedia. Tessa juga sudah membeli chocolate marshmallow cake untuk acara tiup lilin Teja.
Langit sudah semakin gelap dan semua makanan telah tersaji di atas meja makan. Kini mereka hanya perlu menunggu paklik-paklik, bulik-bulik, adik-adik sepupu, serta keponakan-keponakan untuk datang. Tiba-tiba suara orang mengobrol diselingi tawa terdengar mendekat.
Varsha tersenyum lalu bergegas ke pintu depan untuk menyambut keluarga besarnya. Begitu sampai di teras, ia dikejutkan oleh sesosok pria tampan yang datang bersama mereka. Surya dengan senyuman canggung sedang dikelilingi oleh bulik-buliknya sambil berjalan menuju ke rumah Varsha.
“Nah, itu Varsha. Ndok, Mas ini katanya dari kantor Teja mau mengantarkan kado.” Jelas Bulik Ajeng.
“Varsha.” Sapa Surya mengangguk.
“Pak Surya.” Jawab Varsha yang masih bingung dengan situasi di depannya.
Kemudian Surya menyerahkan sebuah hadiah berukuran besar pada Varsha. Lalu buru-buru segera berpamitan pulang pada wanita cantik itu beserta keluarga besarnya. Namun Surya sudah dihadang oleh Bulik Ajeng dan Bulik Rumi.
“Ternyata kenalan Varsha juga. Yowis sekalian saja makan malam Masnya.” Ujar Bulik Rumi.
“Iya, Mas Surya, ya? Sekalian saja makan malam sama-sama. Sudah jauh-jauh juga datang bawa kado.” Timpal Bulik Ajeng.
Surya baru saja hendak menolak mereka lagi. Namun tubuhnya sudah didorong masuk oleh rombongan keluarga yang lain. Hingga akhirnya ia benar-benar berada di dalam rumah Varsha.
“Om Surya datang!” Teriak Teja bersemangat ketika melihat Surya datang. Ia lalu menyodorkan tangannya untuk ber-tos bersama.
“Hai Teja.” Jawab Surya menyambut tos Teja.
“Teja, Om Surya datang membawa kado ini untuk Teja.” Ucap Varsha menghampiri Surya dan buah hatinya. “Terima kasih, Pak Surya.” Tambahnya lagi. Tadi Varsha belum sempat mengucapkannya karena pria itu buru-buru pamit pergi.
“Wah, terima kasih banyak, Om Surya.” Ucap Teja tersenyum. “Padahal Om Surya tidak perlu repot-repot membawa kado untuk Teja. Om Surya sudah datang saja, Teja sudah senang sekali.” Lanjutnya kemudian.
Surya berjongkok hingga sejajar dengan Teja lalu mengusap kepalanya. Walau belum lama saling mengenal, Surya selalu merasa kedekatan mereka begitu spesial. Keduanya seringkali memiliki cara berpikir dan kebiasaan yang sama jadi tak mengherankan kalau Surya dan Teja langsung klop.
“Selamat ulang tahun, Teja.” Ucap Surya.
“Terima kasih, Om Surya.” Ujar Teja sambil memeluk pria di depannya.
Surya tiba-tiba merasa terpaku. Sensasi hangat seketika merasuki tubuhnya. Entah apa yang terjadi, tapi matanya jadi sedikit berkaca-kaca. Surya pun dengan cepat mengedipkan matanya untuk menjernihkannya kembali.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan, Tessa melirik Varsha di sebelahnya. Sahabatnya sejak tadi hanya terdiam kaku melihat pemandangan di depan mereka. Tessa bisa melihat ada sedikit keterkejutan dan kesenduan di kedua mata Varsha.
“Ayo, kita mulai makan.” Tiba-tiba suara Bude Woro terdengar jelas di sela-sela obrolan dan canda tawa. “Mari merapat ke sini.”
Dengan pimpinan dan arahan Bude Woro, semuanya pun akhirnya berbaris rapi menuju meja makan. Mengisi penuh piring masing-masing dengan macam-macam menu yang tersedia. Terkadang senda gurau masih bisa terdengar di antara mereka.
“Maaf, aku sudah datang tanpa diundang.”
Surya tiba-tiba sudah berdiri di samping Varsha. Raut wajah pria tampan itu tampak merasa bersalah.
“Awalnya aku hanya berniat untuk memberikan kadonya saja lalu pergi tapi-”
“Tidak apa, Pak Surya.” Potong Varsha. “Teja juga senang sekali begitu melihat Pak Surya. Jadi terima kasih sudah datang.” Tambahnya lagi.
Kemudian wanita muda itu tersenyum. Dua lesung pipit manis terhias indah di wajahnya. Sebenarnya ada satu hal lagi yang Surya ingin katakan pada Varsha saat itu, namun ia menahannya. Bahwa malam itu, dengan gaun sifonnya yang jatuh sampai ke bawah dengkul, Varsha terlihat cantik sekali.
Belum puas menikmati kebersamaannya dengan Varsha, tiba-tiba Surya merasa ada yang menarik tangannya. Rupanya pelakunya adalah Bude Ajeng dan Teja. Mereka lalu menggiring Surya ke tiap anggota keluarga. Memperkenalkannya kepada seluruh sanak-saudara.
Surya menatap Varsha berusaha meminta pertolongan namun wanita cantik itu hanya menggeleng dan tertawa kecil. Namun respon simpelnya itu rupanya sangat menular. Karena kini Surya pun jadi ikut tersenyum dan tertawa.
Selesai makan malam, semuanya berkumpul di ruang tengah. Tidak ada banyak spasi yang tersisa karena seisi ruangan dipenuhi oleh seluruh Keluarga Ametarka plus Tessa dan Surya. Sementara itu, Teja sudah berada di depan kue ulang tahunnya bersiap untuk meniup lilin.
“Terima kasih, Teja. Selamat ulang tahun yang ke-5, Sayang.” Ucap Varsha sekali lagi sambil mengecup pipi putranya.
“Terima kasih, Mama.” Jawab Teja memeluk erat Varsha.
Tak lama kemudian, Tessa datang dan mengarahkan Keluarga Besar Ametarka berkumpul di dekat Teja untuk berfoto bersama. Salah satu tugasnya kali ini memanglah sebagai seksi dokumentasi. Dibantu dengan Bayu, akhirnya semua anggota keluarga sudah berpose rapi menghadap Tessa.
Setelah puluhan jepretan dengan bermacam-macam gaya, sesi pemotretan pun nyaris selesai. Surya lalu menawarkan diri sebagai fotografer agar Tessa bisa ikut di foto. Tentu saja sahabat Varsha itu berterima kasih dan langsung menerimanya. Akhirnya seluruh Keluarga Ametarka dan Tessa pun puas berfoto ria.
“Lho, Mas Surya tidak ikut difoto?” Tanya Bude Ajeng tiba-tiba. “Bayu coba tolong foto Mas Surya sama Teja dulu.” Tambahnya lagi bahkan sebelum Surya sempat merespon.
“Oke, Bulik.” Jawab Bayu yang sudah siap-siap mengambil foto dengan ponselnya.
Tubuh Surya seketika sudah didorong Bude Ajeng ke sebelah Teja dan Varsha. Ketiganya saling menatap lalu tersenyum. Begitu mendengar aba-aba dari Bayu, mereka pun otomatis langsung berpose bersama.
“Siap ya!” Kata Bayu.
__ADS_1
“Tiga… dua… satu!”
Cekrek!
***
Surya baru saja tiba di rumah dan selesai memarkirkan mobil. Ia lalu mengeluarkan dua buah tas kain dari kursi belakang dengan hati-hati. Di dalam tas yang satu ada tumpeng mini, bingkisan dari ulang tahun Teja. Sementara di dalam satunya lagi, adalah hoodie putihnya yang Varsha pinjam saat Festival Akasa Game.
Tiba-tiba Surya merasakan ponselnya bergetar. Ia pun meraihnya dari saku celana dan mengecek pesan yang masuk. Rupanya Teja baru saja mengirimkan foto-foto mereka di acara ulang tahunnya tadi.
Surya bolak-balik menggeser layar ponselnya, sesekali memperbesar lalu mengembalikannya lagi ke ukuran semula. Ia tak kuasa menahan senyum saat melihat fotonya bersama Varsha dan Teja. Surya merasa bersyukur sekali telah memberanikan diri untuk datang ke sana.
Di saat bersamaan, Varsha juga sedang melihat foto-foto tersebut di dalam kamarnya. Namun bukan senyum yang terhias di wajahnya melainkan ekspresi muram. Setetes air mata tiba-tiba jatuh di pipinya. Lalu setetes lagi jatuh dan lama-kelamaan semakin deras. Varsha secara refleks menutup mulutnya agar tidak membuat suara.
Namun rupanya terlambat. Karena Teja sekarang sedang berdiri di dekat kamar Varsha dan menatap mamanya dari celah pintu yang tak tertutup rapat. Bertanya-tanya dalam hati mengapa mamanya begitu sedih saat menatap layar ponselnya...
***
Curcol Author:
Sore hari di dekat rumah Varsha.
Tukang ojek 1: "Tuh orang ngapain sih dari tadi bolak-balik."
Tukang ojek 2: "Iyayak. Udah kayak setrikaan aja."
Tukang ojek 1: "Terus dari tadi juga keluar-masuk mobilnya terus."
Tukang ojek 2: "Iyayak. Udah kayak... apaan aja keluar-masuk terus..."
<3<3<3
Happy 5th Birthday, Teja! Semoga semakin jenius, berbakti pada orang tua, selalu ganteng dan menggemaskan xDD
Oke deh, semoga suka sama ceritanya juga ya teman-teman. Jangan lupa love, komen, dan jempolnya ;D
Nuhun\~
__ADS_1
- Bawang