Kisah Awan, Hujan, Dan Matahari

Kisah Awan, Hujan, Dan Matahari
Istri Hot Sang Mafia Promo


__ADS_3

Halo readers KAHM <3


Terima kasih banyak sudah membaca novel pertamaku 'Kisah Awan, Hujan, dan Matahari' serta dukungan kalian yang selalu membuat Author terharu sampai akhir.


Berikut aku ingin memberikan cuplikan Bab I untuk karya baruku. Semoga berkenan untuk mampir juga, ya. Terima kasih :)


Judul: Istri Hot Sang Mafia


Author: Bawang


Genre: Dark Romance, Mafia, Mengubah Takdir


Rating 18+ (Terutama untuk kata-kata kasar, adegan kekerasan, dan lainnya.)


BAB I - The Four Horsemen


“Kupikir hanya kacamata dan gaya rambutmu saja yang membuatmu tampak buruk. Tapi tubuh kurus kerempeng dan wajahmu … semakin dilihat semakin mutlak jeleknya!”


Tadi itu Jay Hale. 17 tahun. Siswa kelas XI SMA Hopkins. Kami tidak pernah sekelas, namun selalu satu sekolah sejak SD. Pertama kali dia merundungku adalah saat aku tak sengaja melihatnya merokok diam-diam di belakang gimnasium saat SMP. Sejak saat itu, dia tak pernah berhenti mengolok bentuk tubuh serta wajahku.


Jay menarik kerahku dengan keras lalu menepisnya lagi dengan tatapan jijik, membuat dua kancingku terlepas dari kemeja. Bukan kali pertama dia melakukan hal tersebut, jadi aku cukup kebal terhadap sikapnya. Setelah puas memakiku beberapa kali lagi, ia berdiri dan berjalan ke pinggir pagar untuk menyalakan rokoknya.


Tak lama kemudian, aku mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat dari arah belakang. Sepertinya aku tahu itu siapa meskipun aku belum melihat wajahnya. Ia juga berada dalam geng yang sama dengan Jay.

__ADS_1


Namanya Brian Lucas. 18 tahun. Siswa kelas XII SMA Hopkins. Kakak kelasku sekaligus atlet basket sekolah yang selalu memaksaku untuk mengerjakan semua tugasnya dengan cuma-cuma. Ia mulai merundungku karena berteman dengan Jay. Tampaknya aku adalah mainan pengerat persahabatan mereka.


“Hei …. Bukankah sudah kubilang harusnya tugasku mendapat nilai A?! KENAPA INI HANYA B+?!”


“Miss Ruiz tak akan percaya kalau Kakak yang mengerjakannya, jika tugasnya mendapat nila-,”


Sebuah tamparan keras mengenai pipiku sebelum aku selesai menjawab pertanyaan Brian. Tubuhku sontak terjatuh ke samping dengan keras hingga nyaris membentur tiang batu, sementara kacamataku terlepas dan terbanting ke lantai. Brian lalu berjongkok di depanku dan menarik kencang rambutku.


“Tugasmu … hanyalah mengerjakan makalahku dengan sempurna,” desisnya tajam, mengecamkan setiap katanya. “Soal guru percaya atau tidak itu tulisanku … bukan urusanmu! MENGERTI?!”


Aku mengangguk pelan. Sungguh sulit sekali menggerakkan kepala saat sebagian besar rambutmu ditarik ke arah berlawanan.


“JAWAB!” seru Brian sekali lagi.


“Ba-Baik, Kak,” ucapku gemetar dengan pipi menyengat perih, bekas tamparan sebelumnya.


Dia adalah Oliver Miles. 17 tahun. Ketua OSIS SMA Hopkins. Orang paling bermuka dua yang pernah kukenal, juga yang paling menjijikkan.


“Kau harus menghormati seorang perempuan. Di mana sopan santunmu?” ujarnya tersenyum manis sambil mengusir Brian untuk menjauh dariku.


Oliver kemudian menawarkan tangannya padaku untuk membantuku berdiri. Namun aku tidak menggubrisnya dan berusaha untuk berdiri sendiri dengan susah payah. Melihat usahaku yang sia-sia, Oliver menyeringai dan mendengkus kecil. Kedua tangannya memegang bahuku erat, meremasnya pelan lalu menegakkan badanku hingga aku berdiri.


Kemudian dia menepuk-nepuk rokku, membersihkannya dari debu dan pasir yang menempel. Namun bukan hanya itu saja yang dilakukannya. Jemari tangan Oliver sesekali menggerayangi pahaku, membuatku bergidik tidak nyaman. Sementara dia memasang wajah polosnya, seolah tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


“Apa kalian semua sudah selesai? Sebentar lagi kelas akan dimulai.” Sebuah suara berat dan dalam yang khas membuatku menengok ke arah pemiliknya.


Suara dari laki-laki yang paling kubenci di dunia ini.


Aldo Luvaro. 18 tahun. Siswa kelas XII SMA Hopkins. Pelajar teladan dan terpintar satu sekolah, atau bahkan di seluruh New York. Ia adalah ketua dari kumpulan orang-orang laknat tersebut. The Four Horsemen of the Apocalypse–Empat Penunggang Kuda Apokalips atau Empat Penunggang Kuda Akhir Zaman–atau singkatnya cukup The Four Horsemen, begitulah seluruh sekolah menyebut nama geng mereka.


Keempatnya sendiri tak pernah menciptakan ataupun menyangkal nama tersebut. Namun jelas sekali terlihat mereka semua menikmati nama pemberian anak-anak Hopkins itu. Seluruh anggotanya bebas bersikap dan bertindak, seolah mereka adalah empat dewa pembawa bencana yang bisa memorak-porandakan dunia semaunya dengan status, kekayaan, dan hak istimewa yang mereka miliki.


Meskipun begitu, Aldo adalah kasus spesial. Dia tidak pernah menyentuh atau melukaiku sekalipun. Tetapi ia selalu berada di sana … melihat semuanya. Setiap kelakuan anak buahnya padaku, ia menyaksikannya dengan jelas. Tentu saja dia tak melakukan apa-apa karena ia juga menikmatinya.


Aldo adalah definisi dari seorang psikopat sejati. Ia tak pernah mengotori tangannya dan membiarkan semua bawahannya melakukan yang ia inginkan. Jay, Brian, dan Oliver hanyalah boneka pesuruh dan Aldo adalah tuan mereka.


....


....


***


Bab I yang ditampilkan masih berupa cuplikan, ya. Untuk selengkapnya langsung cek aja di 'Istri Hot Sang Mafia'.


Semoga berkenan mampir, ya. Kehadiranmu sangat ditunggu <3


Terima kasih banyak!

__ADS_1


Semoga harimu menyenangkan :)


- Bawang


__ADS_2