
Tiga Tahun Kemudian
Malam ini merupakan acara peluncuran game terbaru dari Akasa Game, ‘Sunny Raincloud’. Game itu sendiri merupakan adaptasi dari komik online favorit di negeri dengan judul yang sama. Dan penulisnya tidak lain dan tidak bukan adalah Varsha Ametarka Abhiyoga. Istri dari Surya Kingkin Abhiyoga dan ibu dari Teja Ametarka Abhiyoga.
Saking meledak dan populernya komik online milik Varsha, para fans sampai meminta untuk dibuatkan versi game-nya. Ceritanya yang menarik dan seru serta bertema petualangan membuat para penggemar ingin juga menjalani pengalaman yang sama seperti tokoh-tokoh di dalam komik tersebut. Singkat cerita, Akasa Game pun mulai mengembangkan Sunny Raincloud sejak dua tahun lalu dan akhirnya berhasil launching pada hari ini.
“Selamat Varsha dan Surya atas peluncuran Sunny Raincloud,” puji Pak Putera Narendra.
“Terima kasih banyak, Pak Putera,” jawab Surya dan Varsha berbarengan.
“Tentu saja ini semua takkan terwujud tanpa kerja keras putra kami, Teja,” tambah Varsha lagi.
“Teja lah yang memimpin seluruh proses pengembangan Sunny Raincloud dari awal hingga tahap akhir,” lanjut Surya bangga.
“Teja memang luar biasa.” Pak Putera mengangguk setuju. “Sudah lama aku ingin menariknya ke Narendra Group, tapi sulit sekali.”
Surya dan Varsha pun tertawa kecil mendengar respon Pak Putera. Sejak dulu, Chairman dari Narendra Group itu memang tak henti-hentinya mengirim sinyal bahwa ia ingin merekrut Teja ke perusahaannya. Pria tersebut begitu menyukai sikap anak laki-laki mereka serta kegeniusannya. Ditambah lagi, semua keturunan Keluarga Narendra tak ada yang berminat dalam dunia IT.
“Baiklah. Bagaimana kalau kita jodohkan saja Teja dengan cucuku?” usul Pak Putera.
“Pak Putera, berhentilah mengusik cucuku.”
Sebuah suara tegas tiba-tiba ikut menimpali percakapan mereka. Sementara si pemilik suara tersebut berjalan mendekat dan akhirnya bergabung bersama Pak Putera, Surya, dan Varsha. Penampilannya begitu anggun dan elegan.
“Selamat malam, Ibu Tara,” sapa Pak Putera tersenyum.
“Selamat malam, Pak Putera,” jawab Ibu Tara. “Selain itu, jangan juga kamu ganggu anak dan menantuku.”
Pria paruh baya itu tertawa. “Ibu Tara … tidak ada salahnya jika kita semakin mempererat lagi hubungan keluarga kita yang sudah dekat ini.”
“Bayangkan Keluarga Abhiyoga dan Keluarga Narendra menjadi satu kesatuan. Tidak ada satu pun yang tak bisa kita taklukan.”
Ibu Tara tersenyum. “Bagaimanapun menariknya tawaran itu, aku tak akan mengorbankan cucuku demi mencapai ambisiku, Pak Putera.”
“Maaf, Pak Putera.” Surya pun menyunggingkan senyum persis seperti mamanya.
“Saya benar-benar tidak ingin mencampuri urusan pribadi Teja. Apalagi urusan percintaannya yang ... sangat masih jauh di depan nanti.”
“Ck, ck. Kalian berdua ini benar-benar pasangan ibu dan anak yang kompak,” keluh Pak Putera.
“Sungguh tidak bisa diajak berbasa-basi dan selalu bersikap serius …. Bahkan untuk menyenangkan pria tua ini sedikit saja sulit sekali.”
“Mohon maaf sekali, Pak Putera,” ucap Varsha berusaha mengurangi ketegangan. “Tentu saja kami tak berkeberatan jika Teja dan cucu Pak Putera berkenalan.”
__ADS_1
“Namun, untuk ke tahap selanjutnya, itu sungguh tergantung pada mereka berdua.”
“Nah, begini baru benar.” Pak Putera mengangguk setuju. “Aku putuskan aku lebih menyukai istrimu daripada dirimu, Surya.”
“Kalau soal itu, kita bisa sepakat, Pak Putera,” jawab Surya. “Aku pun lebih menyukai istriku daripada diriku sendiri.”
Pak Putera tertawa. “Bagus, bagus. Jawaban yang tepat.”
“Baiklah. Ibu Tara, mari kita bahas proyek kita yang lainnya,” lanjutnya lagi.
“Mungkin dengan berbincang lebih panjang, aku juga bisa kembali membujukmu untuk mengizinkan Teja bertunangan dengan cucuku,” ledek Pak Putera sambil menawarkan tangannya pada Ibu Tara.
Wanita anggun itu tersenyum lalu mengaitkan tangannya pada sahabat dekat dirinya dan mendiang suaminya tersebut. “Sudah kubilang, jangan mengusik cucuku.”
Pak Putera pun tertawa dan membawa Ibu Tara berjalan menjauhi Surya dan Varsha. Sementara Tuan dan Nyonya Abhiyoga pun kembali melakukan putaran ke sekeliling pesta. Bersalaman dengan para tamu dan saling bertukar sepatah dua patah kata. Kemudian terus mengulangi hal tersebut, hingga seluruh undangan terabsen.
Kali ini acara peluncuran game terbaru Akasa Game dilangsungkan di Akasa Resort cabang Bali. Sebab menyesuaikan dengan cerita Sunny Raincloud yang memang berlatar di Pulau Dewata tersebut. Jadilah seluruh karyawan dan staf Akasa Game yang berkepentingan pun menginap semua di sana.
“Papa! Mama!” Tiba-tiba suara Teja terdengar dari arah belakang.
Surya dan Varsha pun sontak menoleh ke arah buah hati mereka yang kini tengah berjalan menghampiri. Di samping Teja sudah ada seorang anak laki-laki yang umurnya tidak jauh darinya. Dilihat dari wajahnya, tampaknya bukan orang lokal.
“Pa, Ma. Ini Riota,” ucap Teja memperkenalkan sahabatnya yang berasal dari Jepang.
Sontak Surya pun teringat akan kenangan tiga tahun lalu. Saat ada seorang bocah asal Jepang yang berusaha meretas ke Akasa Game karena penasaran dengan konten yang belum dirilis. Sekaligus orang yang menunda bulan madunya dengan Varsha.
Surya menjabat tangan Riota. “So, that was you.”
“That was me ... Sir,” respon Riota tersenyum canggung. Jika dilihat dari ekspresi yang diberikan ayah Teja tampaknya masih ada sedikit dendam di sana.
“Nice to meet you, Riota,” ucap Varsha sambil mencubit pelan suaminya agar tidak menakuti teman Teja.
Surya melirik ke arah istrinya, lalu akhirnya tersenyum pada Riota. “Alright. Hope you enjoy your time here, Young Man.”
“I do, Sir. Thank you so much.”
“Teja, pastikan temanmu tak meretas apa pun hari ini,” gurau Surya.
Teja tertawa kecil. “Okay, Pa.”
Kedua anak laki-laki itu pun kemudian pamit untuk lanjut berkeliling pesta. Sementara Surya membawa Varsha menepi ke sebuah sofa di pinggir ruangan. Tampaknya istrinya agak kurang enak badan.
“Kita mau kembali ke kamar saja, Sayang?” usul Surya.
__ADS_1
Wanita cantik itu mengangguk lemas. Lalu membiarkan suaminya menuntunnya keluar ballroom menuju kamar hotel mereka. Begitu sampai, pria itu pun membaringkan Varsha perlahan ke atas tempat tidur.
“Aku akan keluar sebentar untuk membeli obat dulu, ya,” izin Surya.
Namun, bidadari hujannya menggeleng pelan. Kemudian Varsha mengangkat badannya, hingga ia berada dalam posisi duduk. Lalu meminta suaminya untuk melakukan hal yang sama.
“Aku tidak akan lama, Sayang. Apoteknya cukup dekat dari resort,” bujuk Surya karena khawatir dengan keadaan istrinya yang kini berwajah pucat. “Aku akan kembali dalam lima menit.”
Varsha pun tersenyum melihat kegigihan suaminya. “Kemari sebentar, duduklah di sampingku.”
Akhirnya pemuda itu pun mengalah dan menuruti Varsha untuk duduk di sebelahnya. Kemudian sang istri menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Sementara si pria mengusap pelan rambut kekasihnya.
“Hmm … sebenarnya aku tidak sedang sakit, Sayang,” bisik Varsha lirih.
Lalu wanita itu melirik ke atas hingga kedua bola matanya bertatapan dengan pangeran mataharinya. Kemudian ia tersenyum lalu perlahan menyebutkan dua kata tanpa suara. Sontak ekspresi wajah pria itu berubah total. Ekspresi khawatirnya seketika menjadi suka cita.
Surya merengkuh tubuh istrinya dan memeluknya erat. Sementara mulutnya tanpa henti mengucapkan puji syukur pada-Nya. Setelah tiga tahun menanti, akhirnya kedua sejoli tersebut kembali dititipkan sesuatu yang berharga.
Calon buah hati kedua mereka.
THE END
***
Curcol Author:
Halo semua, Para Pembaca KAHM!
Ini merupakan akhir perjalanan dari novel Kisah Awan, Hujan, dan Matahari. Tapi berhubung masih ada dua bab ekstra Author belum resmi pamit dulu ya hehe ;D
Terima kasih banyak atas dukungannya dan selalu bersabar memaklumi Author yang suka lambat up bab. Kalian memang paling terbaeq dan luar biasa. Pokoknya Author padamu.
<3<3<3<3<3<3<3
Jangan lupa untuk terus memberi love, jempol, komen, hadiah, dan votemu ya ;D
Hitung-hitung kenang-kenangan buat Author hihihi.
Nuhun~
- Bawang
__ADS_1