
“Seluruh bukti telah diserahkan pada pihak kepolisian, Pak Surya.”
“Pastikan tak ada yang terlewatkan dan mereka bisa dipercaya.”
“Baik, Pak Bos.”
“Kerja bagus. Terima kasih, Ardi.”
Surya menyandarkan badannya pada jok mobil. Kemudian ia memejamkan mata sambil menghela napas panjang. Ia lalu memijat pelipisnya mencoba menghilangkan sedikit penat, namun kelihatannya tak berhasil.
Ia pun menyerah dan membuka kedua matanya lagi. Namun, senyumnya seketika merekah. Surya bisa melihat bidadari hujannya keluar dari studio gambar Mario. Rambut pendek sebahunya dibiarkan tergerai indah. Sesekali bergoyang selaras mengikuti gerakan badan.
Surya yang sudah tak sabar menunggu, akhirnya keluar dari sedan mewahnya. Lalu berjalan menghampiri Varsha sebelum wanita cantik itu sampai ke dekat mobil. Pria tampan itu sangat membutuhkan bidadari hujannya saat ini. Varsha memang layaknya obat penawar segala jenis racun yang didesain khusus untuk dirinya.
“Boleh aku memelukmu?” tanya Surya dengan suara lirih begitu Varsha ada di hadapannya. Nada suaranya terdengar lesu. Sementara wajah tampannya tampak lelah.
Begitu melihat senyuman dan anggukan pelan dari bidadari hujannya, Surya pun langsung mendekapnya erat. Menyelimuti Varsha dengan seluruh tubuhnya. Aroma menenangkan dari wanita cantik itu pun seketika membuat segala penatnya hilang. Begitu menenteramkan dan mendamaikan hati.
Varsha tidak tahu apa yang terjadi pada pangeran mataharinya namun tampaknya ia sedang melewati hari yang berat. Wanita cantik itu pun mengusap punggung Surya berusaha untuk memberikan energi positif.
“Apa ada masalah?” tanya Varsha pelan.
Surya terdiam sesaat. Rasanya bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu Varsha kebenarannya sekarang. Ia tak mau membuat bidadari hujannya khawatir.
Akhirnya pria tampan itu pun berbisik, “Ya … wanita yang kucintai tak mau kuajak menikah.”
Tiba-tiba Surya merasakan cubitan keras pada bagian belakang tubuhnya. Ia pun segera memohon ampun pada Varsha dan melepaskan rangkulannya. Kemudian mengelus pelan porsi punggung yang dikepit wanita cantik itu barusan. Berpura-pura masih merasa kesakitan.
Varsha memutar kedua bola matanya lalu melenggang masuk ke dalam sedan Surya. Tak mengindahkan akting pria tampan itu lagi. Surya pun tersenyum kecil lalu segera menyusulnya masuk ke mobil.
“Baiklah, Kekasihku. Kamu mau ke mana untuk kencan pertama kita?”
Varsha tampak berpikir sejenak lalu berkata, “Boleh ke mana saja?”
“Yep.”
“Kalau begitu …,” mulainya ragu-ragu. “Aku ingin ke Akasa Tower.”
“Akasa Tower?” Surya mengernyitkan dahinya. Tak menyangka jawaban itu yang akan keluar dari mulut Varsha dari sekian banyak spot populer untuk berkencan.
“Sebenarnya, Teja sering menceritakan bagaimana menyenangkannya tempatnya bekerja,” ujar Varsha mengaku. “Banyak sekali hal yang bisa dilakukan di sana.”
__ADS_1
“Selain itu dia selalu bilang kalau makanan di kafetaria Akasa Game sangat enak,” lanjutnya lagi. “Jadi aku penasaran.”
“Baiklah,” Surya menyeringai manis. “Aku akan memberimu tur VVIP Akasa Game yang takkan terlupakan.”
Sedan biru gelap metalik Surya pun segera meluncur ke kawasan elite di tengah kota. Menuju menara kejayaan Keluarga Abhiyoga. Akasa Tower.
***
“Selamat datang di kafetaria Akasa Game Studio.”
Varsha tersenyum mendengar kalimat sambutan dari Surya. Kedua lengan mereka saling mengait mesra. Kemudian Surya pun menggiring wanita cantik itu masuk ke dalam.
Kafetaria Akasa Game terletak di lantai 50. Ruangan yang luas dengan arsitektur modern minimalis. Pada dinding-dindingnya, tertempel banyak poster karakter ciptaan Akasa Game sedang menyantap atau berpose bersama makanan.
“My Lady,” ucap Surya sambil menarik salah satu kursi untuk Varsha lalu membantunya duduk.
“Thank you,” tutur Varsha.
“My pleasure.”
Keduanya memilih meja di dekat kaca jendela agar dapat menikmati suasana di dalam sekaligus pemandangan menakjubkan di bawah sana. Sejujurnya, kafetaria ini sungguh tidak kalah dengan restoran mewah lainnya di ibu kota dalam hal estetika. Hanya saja cara pemesanan dan penyajian makanannya memang cukup berbeda.
“Kamu bisa memilih makanan yang kamu inginkan pada tablet itu,” jelas Surya. “Untuk rekomendasinya … tidak ada. Semuanya lezat.”
“Ah, karena kafetaria ini memang khusus untuk pegawai Akasa Game,” jawab Surya. “Mereka hanya tinggal memasukkan akun masing-masing di akhir pemesanan tanpa perlu membayar.”
“Memangnya Akasa Game tidak rugi?” goda Varsha.
Surya tertawa kecil. “Syukurlah sampai saat ini baik-baik saja.”
Kemudian atas permintaan Surya, Varsha juga memesankan untuknya. Wanita cantik itu pun memilih creamy mushroom pasta dan risotto untuk menu makan malam mereka. Lalu layar identifikasi pun muncul, meminta nama akun dan kode sandi. Varsha sudah hendak menyerahkan tabletnya pada Surya, namun pria itu memintanya untuk mengetikkannya saja.
“Username, ‘Mr.Sun’ ….”
“Password, ‘SunMissesRain’.”
Seketika sensasi hangat menghantam relung hati Varsha. Pria itu bahkan menjadikan kerinduannya sebagai kode sandi sebuah akun penting. Ia pun merasa sangat bersyukur akhirnya mereka berdua dapat dipertemukan kembali dan berhasil menyelesaikan kesalahpahaman.
“Password-nya terlalu mudah diingat. Apa yang terjadi jika aku memakai akunmu untuk hal-hal buruk?” canda Varsha sambil berusaha menyembunyikan rasa terharunya akan totalitas Surya.
“Hmm …. Maka kamu harus menanggung nasib 1.089 orang,” jawab Surya serius. Namun setelah beberapa saat, ia tersenyum jail. Rasanya menyenangkan sekali menggoda bidadari hujannya.
__ADS_1
Keduanya pun akhirnya menyantap hidangan mereka. Seperti yang Teja ceritakan, makanan kafetaria Akasa Game memang sangat lezat. Layaknya masakan seorang koki bintang lima. Dan kalau boleh jujur, tebakan Varsha tidak salah. Ia saja yang belum tahu.
Surya dan Varsha lalu berbincang sejenak sambil menikmati makanan penutup mereka. Choco lava cake dan banana split ice cream. Mereka berdua begitu asyik dengan kebersamaan masing-masing hingga tak menyadari ada seseorang yang memotret momen indah ini.
Sebuah gambar romantis pun dengan cepat menyebar di jaringan komunikasi karyawan Akasa Game hingga lanjut ke seluruh departemen di Akasa Tower. Lengkap dengan berbagai komentar sampai seluruh grup-grup obrolan seketika penuh.
Ada yang merasa iri, sebagian tidak rela, lalu tim hore penyimak, dan yang paling banyak tentunya para kaum kepo. Semua merasa penasaran siapakah wanita cantik yang diajak Pak Surya Abhiyoga makan berdua di kafetaria Akasa Game.
‘Wanita itu tampak tidak asing … pernah liat di mana ya ….’
‘Eh, bukankah dia mirip dengan perempuan yang berada di dekat Pak Surya saat kecelakaan di Akasa Hotel?’
‘Hm … menurutku malah wanita itu mirip sekali dengan Mamanya Teja.’
‘Oh, wanita cantik yang waktu itu pernah datang pada acara team building juga, ‘kan?’’
‘OMG! Jangan-jangan memang orangnya sama??’
Surya dan Varsha tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi topik hangat perbincangan dan julid berjamaah persatuan pegawai Akasa Tower. Saking populernya, dalam beberapa menit saja hampir seluruh karyawan sudah membaca gosip panas tersebut. Jadi tentunya wajar jika foto kebersamaan mereka akhirnya muncul juga pada layar ponsel si Elang Merah.
Atau lebih akrabnya dikenal sebagai Ibu Tara Abhiyoga, ibunda dari Surya.
***
Curcol Author:
Semoga reviewnya tetap masuk dan dihitungnya hari ini huhuhuu [harap2 cemas xD]
<3<3<3<3<3<3<3<3
Halo para readers kece!
Jangan lupa love, komen, like, jempol dan hadiahnya, ya ;D
Selamat mimpi indah xD
Nuhun~
- Bawang
__ADS_1