Kisah Awan, Hujan, Dan Matahari

Kisah Awan, Hujan, Dan Matahari
LXI. Wedding Day


__ADS_3

Surya menatap refleksinya pada cermin. Ia kini tengah sibuk berusaha mengikat dasi kupu-kupunya untuk kali kelima. Meskipun dirinya sudah biasa menghadiri pesta dengan setelan jas dan aksesori lainnya, ia jarang sekali mengenakan dasi kupu-kupu. Biasanya ia lebih memilih memakai dasi panjang atau tidak sama sekali.


Pria tampan itu akhirnya mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Kemudian mulai mencari video tutorial mengenai cara memakai dasi kupu-kupu. Namun setelah mencoba dan mengikuti arahan beberapa klip tersebut, hasilnya tetap tidak terlalu memuaskan.


“Apa aku mengganggu?”


Tiba-tiba sebuah suara familier terdengar dari arah belakang Surya. Ia pun langsung berbalik dan tersenyum. Dewa sudah berdiri di depan pintu dalam pakaian best man miliknya.


Pria itu pun berjalan menghampiri si calon pengantin pria. Kemudian berdiri tepat di depannya. Lalu mengambil sesuatu dari saku dalam jasnya. Sebuah dasi kupu-kupu satin hitam yang terlihat elegan dan mewah.


“Aku punya firasat kau pasti akan terjebak di sini dengan dasimu,” ujar Dewa. “Dan ternyata tebakanku benar.”


“Kau pikir kenapa lagi aku bersikeras menunjukmu sebagai pendamping priaku?”


Dewa mendengkus lalu tertawa kecil. Kemudian ia ganti dasi kupu-kupu kusut pada kerah Surya dengan dasi baru yang dibawanya. Lalu dengan telaten ia merangkai pita satin tersebut hingga menjadi dasi kupu-kupu yang rapi dan elegan.


“Terima kasih sudah datang, Dewa,” ucap Surya sungguh-sungguh.


Dewa tersenyum. “Aku takkan mungkin melewatkan pernikahan adik sepupuku.”


Sontak keduanya berpelukan erat. Meskipun sempat ada kesalahpahaman di antara mereka, hubungan Surya dan Dewa tak dapat dengan mudah digoyahkan. Sejak dulu, dua saudara sepupu itu sangatlah dekat dan terus saling mendukung.


Keduanya selalu hadir dan tak pernah absen dari hidup satu sama lain. Seperti kini Dewa yang ada untuk Surya di saat momen terpentingnya.


***


Varsha menunggu dengan jantung berdebar kencang. Samar-samar ia bisa mendengar Pakde Marta dan Surya sedang mengucap ijab kabul di lantai bawah. Tak lama kemudian, wanita itu kembali menangkap suara penghulu yang tengah menanyakan keabsahan pada dua saksi yang mengukuhkan dengan jawaban ‘sah’.


Setelah beberapa saat, Bayu terlihat naik ke lantai atas dan menghampiri kakaknya. “Kak Varsha, prosesinya berjalan dengan baik dan lancar.”


Wanita muda itu tampak mengucap syukur, kemudian akhirnya berdiri dan berjalan menuju tangga. Tessa berada di dekatnya untuk memastikan sahabatnya tidak tersandung. Serta menjaga agar gaun Varsha tetap dalam posisi sempurna.


Dari lantai bawah, Surya menatap pengantinnya tanpa mengedipkan mata. Bidadari hujannya tampak begitu menawan dan memukau dalam balutan kebaya putih gadingnya. Sementara pada bagian bawah, kain batik dengan nuansa ragam cokelat menambahkan pesona pada penampilan wanita cantik itu.


Di atas sanggulnya, sebuah veil panjang tersemat manis dan anggun. Terurai elok ke belakang mengikuti setiap langkah Varsha menuruni anak tangga. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, pengantin wanitanya tampak luar biasa.


Namun yang menjadikan pasangannya begitu sempurna adalah ... senyumannya. Dua lesung pipit manis terus menghiasi wajah Varsha di setiap langkahnya yang kian mendekat. Surya rasanya ingin waktu terhenti saat ini juga. Agar ia bisa terus menikmati kecantikan istrinya.


Istri ....


Jantung pemuda itu seakan ingin melompat keluar sekarang. Setelah bertahun-tahun menanti dan berjuang, akhirnya Varsha kini telah resmi menjadi istrinya. Pendamping hidupnya.


“Kamu kelihatan cantik sekali, Istriku,” ucap Surya sambil meraih tangan bidadari hujannya dan mengaitkannya pada lengannya.


“Kamu juga kelihatan sangat tampan, Suamiku.”


Sesungguhnya Varsha masih merasa sangat asing dan janggal dengan panggilan tersebut. Namun begitu melihat wajah pangeran mataharinya yang berseri-seri setelahnya, wanita cantik itu pun berjanji dalam hati akan terus berlatih mengucapkan titel tersebut pada Surya hingga dirinya terbiasa.


Mempelai pria lalu membawa pasangannya menuju ke meja akad nikah. Di sana, Surya memberikan maharnya pada Varsha. Berupa sejumlah uang bernominal sama dengan tanggal hari ulang tahun buah hati mereka.


Kemudian keduanya pun saling bertukar cincin. Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan buku nikah dan pembacaan doa. Yang berikutnya langsung disambung dengan acara sungkeman yang berjalan penuh haru biru.


Surya dan Varsha memang sengaja ingin akad nikah mereka lebih intim. Sehingga hanya orang-orang terdekat saja yang diundang. Usai rangkaian prosesi akad nikah selesai, seluruh keluarga dan kerabat pun berkumpul untuk melakukan sesi foto.


Semuanya berpose bersama dengan kedua mempelai yang berbahagia. Varsha Ametarka dan Surya Abhiyoga.

__ADS_1


***


“Mama, siap?”


Varsha mengangguk. “Papa, siap?”


Surya pun turut mengangguk dan tersenyum. Kemudian pria tampan itu berjalan berdampingan dengan istrinya menuju para tamu yang sudah berjajar rapi menyambut mereka dengan balon-balon putih di tangan. Menyisakan ruang kecil di tengah untuk kedua mempelai lewati.


Tepat di depan pasangan berbahagia tersebut, tampak Teja yang antusias melemparkan satu per satu bunga matahari di sepanjang jalan. Sementara di belakang mereka, para keluarga berbaris mengekori Surya dan Varsha.


Seorang penyanyi pria dengan suara merdu mengiringi rombongan pengantin yang kini tengah berjalan. Perlahan menuju gazebo cantik yang semakin diperindah dengan hiasan bernuansa ungu. Seketika si pengantin wanita melirik ke arah suaminya.


“Kamu mengundang Leo Arjuna??” tanya Varsha tak percaya.


“Tentu saja aku harus mengundang band favorit istriku untuk mengiringi pernikahan kita.”


Sontak bidadari hujan Surya tertawa kecil. Ia tak tahu dari mana pria tampan itu mengetahui siapa penyanyi kesukaannya tapi rasanya menyenangkan juga dimanja seperti ini. “Terima kasih, Sayang.”


“Dengan senang hati, Istriku.”


“Jadi Suamiku … apa aku boleh berfoto bersama mereka nanti?” gurau Varsha setengah serius.


“Tentu saja. Tapi jarak kalian minimal satu meter.”


Keduanya pun kembali bertukar senyum dan tertawa. Tampak begitu bahagia dan menikmati kebersamaan masing-masing. Lengan keduanya selalu terkait dan tak berniat untuk menjauh sedetik pun.


Di antara para tamu, Varsha bisa melihat Mario dan Axel sedang berjalan mendekati dirinya dan Surya. Keduanya pun memberi selamat dengan tulus pada kedua mempelai. Lalu berbincang sesaat hingga suara Teja membuat fokus mereka semua menuju ke arah panggung.


“Selamat siang, Para tamu undangan!” sapa anak laki-laki itu dengan percaya diri. “Terima kasih telah menghadiri acara resepsi pernikahan papa dan mama Teja.”


“Hari ini, Teja ingin mempersembahkan kado untuk Papa dan Mama. Sebuah lagu berjudul ‘Grow Old with You’ dari Adam Sandler,” lanjut Teja lagi.


“Semoga Mama dan Papa, serta Para tamu undangan menikmatinya.”


….


….


“♪ I wanna make you smile whenever you're sad ♪


Kuingin membuatmu tersenyum dikala kau bersedih


♪ Carry you around when your arthritis is bad ♪


Menggendongmu berkeliling saat artritismu kambuh


♪ All I wanna do is grow old with you ♪


Yang kumau hanyalah menua bersamamu


….


....


♪ I'll miss you ♪

__ADS_1


Ku 'kan merindukanmu


♪ Kiss you ♪


Mengecupmu


♪ Give you my coat when you are cold ♪


Memberimu mantelku saat kau kedinginan


♪ Need you, Feed you ♪


Membutuhkanmu, Menyuapimu


♪ Even let you hold the remote control ♪


Bahkan membiarkanmu memegang remote control


....


....


♪ Oh, I could be the man who grows old with you ♪


Oh, aku bisa menjadi pria yang menua bersamamu


♪ I wanna grow old with you ♪


Aku mau menua bersamamu.”


….


….


Surya dan Varsha saling berpandangan usai mendengarkan nyanyian Teja. Walau tanpa berbicara, pasangan berbahagia itu jelas setuju dengan ucapan putra mereka. Keduanya ingin selalu hidup berdampingan dan menua bersama.


***


Curcol Author:


Hix. Akhirnya ....


<3<3<3<3<3<3<3


Jangan lupa beri selamat pada pasangan kesayangan kita, Surya dan Varsha, dengan memberi love, komen, jempol, hadiah dan vote kalian, ya ;D


Terima kasih semua <3


Selamat malam dan semoga mimpi indah!


Nuhun~


- Bawang


 

__ADS_1


 


__ADS_2