
“Hai, Cantik. Apa aku boleh masuk?”
Tessa melihat sahabatnya dan seketika itu juga langsung memeluknya. Sudah sebulan lebih ini, dia menghabiskan banyak waktu bersama Dewa. Berusaha menghibur pria itu dan memberinya dukungan.
Selama nyaris lima pekan ini pula, ia mencoba untuk terus kuat. Selalu menahan tangisnya tiap kali berada di depan Dewa. Ia mau menjadi seseorang yang bisa menjadi tempat bagi kekasihnya untuk bersandar di saat rapuh dan terjatuh.
Namun, Tessa tak lagi bisa menyembunyikan itu di depan sahabatnya. Varsha adalah tempatnya untuk berkeluh kesah sejak dulu. Mereka juga memiliki ikatan yang kuat layaknya saudara sekandung. Di depan Varsha, ia tak pernah bisa berpura-pura.
“Lihat. Aku bawa banyak camilan untuk kita nikmati hari ini,” ujar wanita cantik itu sambil memperlihatkan sekantong plastik besar berisi berbagai penganan ringan.
Varsha lalu mengarahkan Tessa untuk duduk di sofa. Kemudian dirinya meletakkan kudapan yang tadi ia bawa, ke atas meja. Lalu membuka penutupnya dan menawarkannya pada sahabatnya. Namun wanita muda itu menggeleng, ia tidak berselera untuk makan.
Justru Tessa malah kembali lagi memeluk Varsha. Kali ini sambil diiringi dengan isak tangis. Sahabatnya pun mengusap pelan punggungnya. Ini kedua kalinya Varsha melihat Tessa menangis hebat seperti ini, dan semuanya berkaitan dengan satu pria yang sama.
Pertama adalah saat sahabatnya itu memutuskan untuk tak lagi mengejar Dewa, cinta pertamanya. Dan kini, karena kekasihnya, Dewa, sedang mengalami masa-masa sulit.
“Tolong maafkan Dewa ya, Var ….” ucap Tessa di sela-sela tangisnya. “Dia … dia benar-benar … tak bermaksud melukai Surya ….”
“Dia … dia … hanya ingin melindungi … ibunya ….”
Hati Varsha terasa sangat teremas sekarang. Melihat seorang Tessa yang selalu tangguh, kini begitu terpukul dan rapuh. Wanita cantik itu pun mempererat pelukannya pada sahabatnya.
“Dewa … dia sungguh merasa bersalah … pada kalian,” lanjut Tessa.
“Pada Surya … padamu … pada Teja ….”
“Kumohon maafkan dia … Varsha,” tambahnya lagi.
“Maafkan diriku juga … yang mencintai … pria yang telah … mencelakai orang yang kau sayangi ….”
Varsha pun akhirnya tak kuasa lagi menahan tangisnya. Keduanya masih tampak berangkulan dengan wajah sama-sama bersimbah air mata. Yang satu terus membelai punggung sahabatnya, sementara yang lain merengkuh tubuh teman baiknya dengan erat.
“Itu bukan … salahmu Tessa,” hibur Varsha sambil terisak. “Itu juga bukan sepenuhnya … salah Dewa.”
“Kurasa … Surya pun mengerti … posisi sepupunya,” lanjutnya lagi dengan lirih.
“Aku juga minta maaf ... karena membuatmu berada di posisi sulit … seperti ini .…”
Varsha dan Tessa pun terus tersedu-sedan hingga air mata mereka habis dan tak lagi keluar. Kemudian, keduanya menghabiskan hari bersama dengan saling menghibur dan memberi semangat. Begitu perut mereka berbunyi bersamaan, duo itu pun sontak tertawa. Lalu langsung melahap habis penganan yang sejak tadi mereka abaikan.
***
Setelah beberapa pekan yang menyiksa, akhirnya ada juga titik terang bagi Surya. Nilai saham Akasa Group bersama dengan anak perusahaan lainnya perlahan mulai naik. Citra Keluarga Abhiyoga juga kian membaik kembali di mata masyarakat.
Sesungguhnya, itu juga ada kaitannya dengan kunjungan Surya ke pantai bersama Varsha dan Teja beberapa hari lalu. Rupanya para pelancong di sana mengunggah foto dan video saat pria tampan itu tengah mengajari anak-anak membangun kastel pasir seperti miliknya dan Teja.
Pembawaan Surya yang tenang dan cara bicaranya yang lemah lembut dalam menjawab tiap pertanyaan tak sabaran para bocah, sontak memenangkan hati para netizen yang menonton cuplikan video tersebut. Hampir semuanya merespon dengan komentar baik.
Mereka terus memuji ketegaran Surya, yang meski telah dicelakai oleh kerabat sendiri, namun tetap bersikap positif. Belum lagi, bagaimana para warganet kini jadi semakin penasaran dengan si konglomerat tampan tersebut. Terus menggali apa pun yang bisa mereka temukan mengenai Surya Kingkin Abhiyoga.
Tentu saja, nyaris semua yang melakukannya malahan semakin kesengsem. Mereka jadi tahu, meskipun Surya adalah salah satu konglomerat terkaya di negeri, dirinya selalu berusaha berada di bawah radar. Berdonasi ke sana kemari dalam jumlah besar tanpa kehebohan ataupun melakukan banyak kegiatan sukarela tanpa publisitas.
Alhasil, pamor Akasa Group dan seluruh anak perusahaannya pun jadi semakin naik. Surya dan seluruh karyawan juga bisa kembali menjalani hari mereka dengan lega dan tenang. Sambil diam-diam berharap tak lagi ada krisis lain yang menimpa Akasa Group.
“Ini dokumen terakhir yang perlu ditanda tangani, Pak Bos,” lapor Ardi.
“Kerja bagus, Ardi.”
Lalu tiba-tiba pemuda itu tersenyum. “Semua tentu saja berkat citra Pak Surya yang baik hati, tidak sombong, lemah lembut-”
“Gajimu bulan ini belum cair, bukan?” potong Surya. “Performamu tampaknya kian menurun, apa sebaiknya ….”
__ADS_1
“Maaf, Pak Bos. Jangan bawa-bawa gaji ya, Pak.”
Kemudian Ardi membungkuk hormat pada Surya lalu melesat pergi keluar ruangan sebelum pimpinannya tambah memojokkannya. Pria tampan itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah karyawan kepercayaannya.
Surya pun sangat bersyukur krisis Akasa Group kini nyaris berakhir. Belum lagi itu semua juga berkat Varsha dan Teja yang menculiknya ke pantai. Mereka secara tidak langsung membantunya dalam membenahi kemelut tersebut. Dua orang spesialnya sungguh merupakan anugerah terindah dalam hidup Surya.
Tak lama kemudian, pria tampan itu merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya. Ia jadi semakin merindukan bidadari hujannya dan tidak sabar untuk mendengar suaranya. Akhirnya, Surya pun menekan nomor kontak Varsha.
“Halo,” sapa suara merdu di ponsel.
“Halo, Sayang. Lagi apa?”
“Hmm … sekarang sedang mencoba untuk tidur, tapi ada yang mengganggu.”
Surya tertawa kecil. “Bagaimana harimu tadi?”
“Tadi aku ke rumah Tessa. Kami menghabiskan waktu bersama sepanjang hari.”
Pria tampan itu tampak terdiam sesaat lalu akhirnya bertanya, “Apa sahabatmu baik-baik saja?”
“Ya, kurasa dia akan baik-baik saja.”
Surya menelan ludahnya lalu bertanya lagi. “Apa Dewa … baik-baik saja?”
“Tessa selalu bersama Dewa saat ia sedang tak menjalani pemeriksaan,” jawab Varsha. “Aku percaya ia juga akan baik-baik saja.”
“Syukurlah,” kata Surya.
Kemudian terdapat jeda panjang pada percakapan keduanya. Seakan teringat kembali akan memori buruk sebulan lalu. Namun, Varsha tak membiarkannya. Ia pun mulai mencari topik pembicaraan lain.
“Kudengar kamu dinobatkan menjadi pria lajang yang paling diinginkan wanita se-negeri.”
Pria tampan itu bisa mendengar suara helaan napas panjang dari bidadari hujannya. Ia bahkan bisa membayangkan bagaimana kekasihnya memutar kedua bola mata cantiknya setelah mendengar responnya tadi.
“Aku merindukanmu Varsha.”
Sempat tak ada suara yang terdengar di telepon. Namun setelah beberapa saat wanita cantik itu pun menjawab. “Aku juga.”
“Menyanyilah untukku. Aku merindukan nyanyianmu,” pinta Surya sambil membaringkan tubuhnya ke atas sofa.
“Hmm … baiklah.”
“Akang siap mendengarkan,” godanya.
Sedetik kemudian suara merdu kekasihnya terdengar. Mengalunkan nada-nada manis menggetarkan dada. Sebuah lagu indah dari Mocca yang berjudul ‘Lucky Man’.
“♪ Some people say you’re a lucky man ♫
Sebagian orang berkata kamu pria beruntung
♪ To win the first prize lottery ♫
Karena memenangkan hadiah utama lotre
♪ Some people say you’re a lucky man ♫
Sebagian orang berkata kamu pria beruntung
♪ To have a high-flying bright career ♫
Karena memiliki karir tinggi yang cerah
__ADS_1
♪ But I know they’re wrong ♫
Tapi aku tahu mereka salah
♪ And I’m sure they’re wrong ♫
Dan aku yakin mereka salah
….
….
♪ You’re a very lucky man ♫
Kamu seorang pria yang sangat beruntung
♪ To know such a girl like her ♫
Karena mengenal gadis seperti dia”
....
....
“Suaramu sangat indah dan lagu itu benar,” ucap Surya lirih. “Aku memang seorang pria beruntung karena telah mengenalmu.”
“Bagus sekali kamu sadar,” gurau Varsha.
“Aku mencintaimu Varsha Ametarka.”
Keheningan kembali lagi melanda kedua sejoli tersebut. Hingga akhirnya sang wanita menjawab, “Aku … tahu.”
Surya kembali tertawa dan mendengus kecil. “Suatu hari nanti aku akan membuatmu mengucapkan kalimat itu sendiri dengan mulut manismu.”
“Hmm … semoga beruntung.”
***
Curcol Author:
Hihihihi cie cie. Sabar ya Sur, sosor terus pantang mundur! ;P
Buat yang mau dengar versi lengkap lagunya, cari aja Lucky Man by Mocca ya :))
<3<3<3<3<3<3<3
Halo semua, terima kasih sudah membaca KAHM!
Hari ini up nya agak cepat dari jadwal biasa biar bisa menemani malam sabtu kalian, hihihi.
Jangan lupa terus dukung Author biar terus makin semangat dengan memberi love, komen, jempol, hadiah, dan votemu ;D
Selamat berakhir pekan dan semoga mimpi indah!
Nuhun~
- Bawang
__ADS_1