
Surya memandang wanita yang sedang duduk di sampingnya. Rasanya ia takkan pernah merasa bosan menatap bidadari hujannya. Bahkan setiap pergerakan kecil dari istrinya membuat pria itu selalu terpukau dan tersenyum.
“Surya … kumohon lihatlah ke arah lain. Aku merasa seperti ada kamera pengintai yang terus mengawasiku.”
Varsha tersipu sambil mencoba mengalihkan wajah suaminya untuk menghadap ke jendela, sementara pria tampan di sebelahnya tertawa kecil. Keduanya kini sedang duduk di bangku belakang mobil dan dalam perjalanan menuju bandara. Rencananya mereka akan pergi berbulan madu.
“Baiklah, Nyonya Varsha Abhiyoga. Suamimu ini akan berusaha keras untuk tidak melihat ke arah istrinya,” ujar Surya setengah merajuk.
“Nyonya Varsha Ametarka,” koreksi Varsha.
“Nyonya Varsha Ametarka Abhiyoga?” respon Surya bernegosiasi.
Wanita cantik itu pun tersenyum dan mengangguk setuju. “Nyonya Varsha Ametarka Abhiyoga.”
Tak lama kemudian, pasangan tersebut akhirnya sampai di banda udara. Surya sudah menyiapkan pesawat jet pribadinya untuk mengangkut keduanya dengan aman hingga sampai pada tempat destinasi bulan madu mereka. Raja Ampat.
Sudah lama sekali Varsha ingin ke surga di timur negeri tersebut. Namun tentu saja baginya dulu, liburan panjang seperti ini merupakan sebuah kenikmatan dan kemewahan yang sulit untuk dipenuhi. Jika bukan karena Surya, mungkin ia tak akan berkesempatan untuk pergi ke sana. Atau setidaknya akan memakan waktu yang sangat lama hingga dirinya bisa mengunjungi tempat tersebut.
Rrrrr ....
Rrrrr ....
Tiba-tiba ponsel Surya bergetar. Ia pun meraihnya dari saku dan melihat nama yang tertera pada layar. Tampaknya Ardi ingin memberitahukan detail perjalanan mereka di Raja Ampat. Pria itu pun menjawab ponselnya dengan menyalakan loudspeaker agar Varsha juga bisa mendengarnya.
“Halo, Ardi.”
“Halo, Pak Bos. Maaf mengganggu bulan madu, Bapak.”
Surya sedikit mengernyitkan dahinya. Nada suara Ardi tak terdengar seperti orang yang ingin melaporkan perjalanan bulan madu. “Ada apa, Ardi?”
“Akasa Game sedang diretas, Pak,” jawab Ardi. “Dan hacker-nya cukup berhasil.”
“Dari skala 1-9?”
“Saya rasa dia akan segera mendekati 9, Pak.”
Surya menghela napas panjang. “Baik. Usahakan untuk terus menahannya selama mungkin. Terima kasih, Ardi.”
“Baik, Pak Bos.”
Pemuda itu menutup panggilan teleponnya lalu melirik ke arah istrinya yang tampak khawatir. Ia pun meraih tangan Varsha dan mengecupnya. “Ada sedikit masalah di Akasa Game ….”
“Ya. Aku juga mendengarnya,” potong Varsha sebelum suaminya selesai menjelaskan. “Kamu bisa pergi mengatasinya. Aku akan menunggumu.”
Pria tampan itu lalu mencium lembut kening istrinya. “Terima kasih, Sayang.”
“Hmm ... bagaimana kalau begini. Kamu pergi duluan dan aku akan menyusulmu paling lambat dalam dua hari.”
Varsha seketika menggeleng. “Kita pergi bersama-sama saja.”
“Aku tak ingin semakin merusak bulan madu kita,” ucap Surya lirih. “Please ….”
Wanita cantik itu tampak sedang menimbang permintaan suaminya. Lalu akhirnya menyerah, saat melihat wajah bersalah pria di depannya. “Maksimal dua hari?”
“Maksimal dua hari,” jawab Surya mantap yang diiringi dengan anggukan pelan dari Varsha.
***
__ADS_1
Setelah menempuh empat jam perjalanan udara, lima belas menit perjalanan darat, dan satu jam mengarungi samudra, akhirnya Varsha tiba juga di resor. Desain simpelnya cantik dan begitu menyatu dengan alam. Hanya ada sedikit bangunan yang terlihat sehingga terasa privat dan menenangkan.
“Selamat datang di Raja Ampat, Nyonya Abhiyoga.”
Seorang pegawai langsung menyambutnya dengan kalungan bunga dan mengantarkan wanita cantik itu ke salah satu bungalo yang berdiri berjajar rapi di atas laut. Varsha pun seketika terkesima memandang kamar suite-nya. Begitu indah dan sempurna.
Ia bisa dengan jelas melihat mentari sore yang perlahan tenggelam di seberang lautan. Sinar kuning kemerahannya berpadu elok dengan langit lembayung, membuat gradasi yang luar biasa bagaikan sebuah maha karya. Sayang sekali, kekasihnya tak berada di sini untuk menyaksikannya bersama ….
Tak lama kemudian, pegawai resor pun pamit dan meninggalkan Nyonya Abhiyoga sendirian di dalam bungalonya. Varsha lalu berjalan ke arah tempat tidur dan sontak menghela napas panjang. Rupanya, di atas seprai sudah ada taburan kelopak bunga yang dibentuk hati dengan inisial V & S di dalamnya.
Sebaiknya Surya segera cepat datang menyusulnya.
Keesokan harinya, Varsha memutuskan untuk pergi menjelajahi Raja Ampat. Lebih baik ia pergi keluar daripada harus meratap di dalam kamar. Setelah berdiskusi dengan tour guide pribadinya, yang memang sudah dipesan Surya untuk memandu perjalanan mereka selama di sana, akhirnya wanita itu memilih untuk berkunjung ke Pianemo.
Dan ia sama sekali tak menyesalinya.
Sebelumnya, Varsha harus mendaki sekitar 320 anak tangga untuk menuju puncak Pianemo. Meskipun sedikit lelah, namun semuanya terbayarkan saat sampai di titik teratas. Rupanya, berbagai foto bertemakan Raja Ampat yang pernah ia temukan di internet dan berbagai sosial media, bukan hanya kebohongan belaka.
Dari Bukit Pianemo, ia bisa melihat gugusan pulau karst yang berpadu dengan keelokan laut berwarna biru kehijauan. Sungguh pemandangan yang memesona hingga napas Varsha sempat tertahan mengagumi keindahan alam yang terpapar nyata di hadapannya.
Namun setelah beberapa saat, ulu hati wanita cantik itu terasa teremas. Ia sungguh berharap bisa menyaksikan pemandangan spektakuler ini bersama suaminya. Sebab bagaimanapun ia mencoba untuk mengalihkan pikirannya dari Surya, tetap saja selalu berakhir gagal.
Selanjutnya, Varsha pun memutuskan untuk menghabiskan harinya di resor. Berjalan-jalan di pantai lalu menggambar pemandangan di sekitarnya. Kemudian makan malam di restoran dan kembali ke bungalo untuk beristirahat.
***
Pagi kedua di Raja Ampat, Varsha masih belum juga melihat pangeran mataharinya. Tampaknya masalah di Akasa Game jauh lebih pelik daripada kelihatannya. Meskipun diam-diam ia berharap Surya tiba-tiba saja sudah hadir di sampingnya, saat ia membuka mata. Namun, tentu saja tidak begitu kenyataannya.
Wanita cantik itu lalu berjalan ke balkon bungalo. Berharap lautan bisa mengobati sedikit kerinduannya. Varsha pun memasang earphone di telinganya dan memainkan lagu-lagu kenangannya saat bersama kekasihnya. Ia berdiri di dekat pagar rotan sambil menikmati musik dan pemandangan di depannya.
Varsha sontak kaget dan menoleh ke arah sumber suara. Seorang pria baru saja melepas salah satu earphone wanita cantik itu lalu berbisik ke telinganya. Sementara kedua tangan kekar pemuda itu memeluk tubuh langsingnya dari belakang.
“Very much,” jawab Varsha lirih begitu menyadari pria itu adalah Surya. Kemudian ia mengusap wajah suaminya yang kini tengah menempel lekat-lekat padanya.
Surya tertawa kecil. “Rasanya bukan ide buruk untuk meninggalkanmu sekali-kali. Lihat betapa mesranya istriku sekarang.”
Varsha pun jadi ikut tertawa mendengar respon kekasihnya. Kemudian ia pun menanyakan bagaimana keadaan di Akasa Game. “Apa yang terjadi? Semuanya sudah teratasi?”
“Ya.” Surya mengangguk. “Seorang bocah dari Jepang merasa penasaran dengan kelanjutan cerita game yang belum dirilis, sehingga ia berusaha meretasnya.”
“Namun, Teja berhasil mengatasinya. Keduanya bahkan berteman baik sekarang.”
Pria tampan itu lalu menghela napas panjang. “Seharusnya aku pergi bulan madu saja bersamamu dari awal. Putra kita sangat bisa diandalkan.”
Varsha tersenyum lalu membalikkan badannya hingga ia berhadapan dengan Surya. “Setidaknya kamu sudah di sini sekarang.”
Pria tampan itu mengangguk, masih tak melepaskan rangkulannya pada tubuh istri cantiknya. “Kamu benar. Setidaknya aku sudah di sini sekarang.”
"Kabarmu sendiri bagaimana, Sayang?" tanya Surya. "Kudengar, komik online-mu dirilis hari ini."
"Cukup tegang ... bagaimana kalau nanti tak ada yang menyukainya? Atau lebih buruk lagi tak ada satu pun yang membacanya ...."
Pria itu tersenyum dan mempererat pelukannya pada Varsha. "Bagaimanapun hasilnya nanti, asalkan kamu senang mengerjakannya, aku pasti akan selalu mendukungmu."
"Lagi pula kamu tidak usah takut. Jelas-jelas tokoh antagonismu sangatlah tampan," ledek Surya. "Sudah pasti komikmu akan meledak."
Wanita itu pun tertawa mendengar jawaban suaminya. "Terima kasih, Sayang."
__ADS_1
Surya lalu mengecup lembut lesung pipit istrinya yang menggemaskan. "Baiklah. Apa rencana kita hari ini?"
“Hmm ….” Varsha tampak berpikir. “Mungkin kita bisa ke pasir timbul. Pemandu wisata bilang tempat itu merupakan salah satu tujuan terfavorit. Atau mungkin snorkeling dan diving-”
JEDERR!
Tiba-tiba saja kilat menyambar dan langit berubah menjadi mendung. Tak lama, tetes demi tetes air hujan pun turun. Membasahi kedua sejoli yang belum juga beranjak dari balkon bungalo.
“Sepertinya, kita tak bisa pergi ke mana-mana hari ini,” bisik Surya lirih.
“Sempurna.”
Pria itu pun dengan cepat meraih wajah istrinya dan mencium bibirnya. Mengulum tepi mulutnya dan menjelajahi setiap sudutnya. Tangannya pun merengkuh pinggang Varsha, semakin meniadakan jarak di antara keduanya.
Tanpa memisahkan bibirnya dari Varsha, Surya mengangkat tubuh bidadari hujannya yang kini basah kuyup. Wanita itu sempat terkejut sesaat, namun kedua tangan dan kakinya kembali merangkul erat pria di depannya. Tak berniat untuk sama sekali meninggalkan kehangatan yang dua sejoli itu rasakan.
“I love you, Rain,” ucap Surya di tengah napasnya yang terengah-engah. Memberi jeda pada kerinduan mereka yang membara, sementara pucuk hidung keduanya masih saling menempel.
“I love you, Sun.”
Seketika Surya tak kuasa menahan senyumnya dan tertawa kecil. “Sudah kubilang aku akan membuatmu mengucapkan kalimat itu dengan mulut manismu, bukan?”
Varsha sudah hendak membalas kalimat suaminya, namun bibirnya kembali lagi dikunci oleh Surya. Sementara kaki pria itu berjalan perlahan membawa bidadari hujannya menuju ke tempat tidur. Di mana keduanya akan memadu kasih dan mewujudkan malam pertama mereka sebagai sepasang suami istri.
***
Curcol Author:
Surya: Lama banget sih Thor ga up2. Pas bab honey moon lagi.
Author: Anu ... jadi gini ....
Surya: Sudahlah, Thor. Sudah sakit hati ini.
Author: ....
Author: Di laut ada hiu lho, Sur. Hati2 ya .... [smirk]
Surya: ....
Surya: Varsha! Ayo, kita pulang sekarang!
<3<3<3<3<3<3<3
Halo pembaca setia KAHM! Terima kasih semuanya <3
Tinggal beberapa lagi maka kita 'kan mencapai garis finish, huhuhu.
Baiklah. Jangan lupa untuk terus dukung author dengan memberi love, jempol, komen, hadiah, dan vote kalian, ya ;D
Nuhun~
- Bawang
__ADS_1