KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 2


__ADS_3

Book 2 – Chapter 2


Tongkat Sihir Eden


Musim panas sampai pada puncaknya, tidur dengan jendela terbuka tetap membuat tubuh Lexi banjir keringat saat bangun. Hari itu tidak berbeda dengan hari-hari biasanya, hanya saja hari itu sebuah burung pengantar pesan hinggap di jendela, sebuah amplop terikat dikakinya.


“Kepada Lexi, murid kelas tiga asrama Mountain Goat:


Tahun ajaran baru akan dimulai saat musim gugur,


Murid-Murid diharapkan untuk menyiapkan peralatan-peralatan sekolah dan buku-buku pelajaran untuk kelas tiga,


Murid-murid kelas tiga sudah diperbolehkan membawa senjata sihir mereka.


Sekian dan terima kasih, Master Lokar, kepala asrama Mountain Goat.”


Lexi bersekolah di Sekolah Sihir Selatan, dan terdapat lima asrama disana:


Gold Dragon – White Tiger – Black Mamba – Red Scorpion – Mountain Goat


Dan sudah dikatakan yang mana asrama Lexi, Mountain Goat, kambing hijau sebagai lambang asramanya.


Ini pertama kalinya Lexi mendapatkan surat, biasanya saat musim panas Lexi dititipkan bersama Master Lokar yang juga kebetulan teman ayahnya, tentu saja Master Lokar tidak mungkin repot-repot untuk menulis surat kepada orang yang tinggal satu atap dengannya.


Setelah mendapat surat ini pun Rupert memberikan beberapa koin emas kepada Lexi untuk pergi membeli keperluannya sendiri, Rupert hanya berpesan, yang sepertinya bisa melihat menembus kepala Lexi.


“Jangan dihabiskan di toko senjata sihir”.

__ADS_1


***


Lexi pergi ke pusat kota bersama Jojo, setelah berbelanja alat-alat belajar dan buku-buku pelajaran, akhirnya mereka memasuki toko senjata sihir yang sudah beberapa kali mereka kunjungi.


“Selamat datang kembali..” sambut seorang laki-laki paruh baya dengan rambut dan kumis hitam yang disisir rapi, dia adalah Nicolas, pemilik toko sekaligus pembuat senjata yang cukup memiliki nama di Arsenal.


Setelah melihat-lihat cukup lama, Jojo memilih untuk berkonsultasi kepada Nicolas, senjata apa yang akan cocok dengannya? Tetapi baru mendengar penjelasan singkat Jojo, Nicolas langsung menarik kesimpulan.


“Sangat mudah, tentu saja tongkat sihir, kau harus belajar untuk memfokuskan telekinesis mu terlebih dahulu”.


Bicara soal sihir, ada empat jenis sihir:


Elemen – Binatang – Telekinesis – Mantra


Dan dalam kasus Lexi sendiri, elemen api.


“Tapi dari ceritamu.. sihirmu tidak begitu bagus, bukan begitu?” tanya Nicolas dan hanya dibalas anggukan kecil oleh Jojo.


Nicolas tersenyum dan membokar lemarinya, mengeluarkan beberapa tongkat sihir “pilihlah, sesuai seleramu”.


Setelah cukup lama menimbang-nimbang, akhirnya Jojo menjatuhkan pilihannya, memberikan beberapa koin emas dan menyimpan tongkat sihir barunya itu.


“Bagaimana denganmu? Apa sihirmu?” Nicolas melihat kearah Lexi.


Lexi tersenyum kecil, menunjukan tongkat sihirnya “aku sudah punya”.


Nicolas tampak sedikit terkejut melihat tongkat sihir Lexi “boleh saya melihatnya?”.

__ADS_1


Lexi sempat bingung, tetapi tetap memberikan tongkat sihirnya itu.


Nicolas memperhatikannya dengan seksama “tidak salah lagi.. ini tongkat sihir yang sangat langkah”.


Nicolas masih mengagumi tongkat sihir Lexi “tebuat dari pohon Eden, pohon tertua, berada jauh di utara, hanya seglintir penyihir yang memiliki keterampilan untuk membuat tongkat sihir dari pohon Eden”.


Lexi sempat terdiam, selama ini ia pikir itu hanya tongkat sihir usang, tetapi dari cerita Nicolas, bukankah itu telalu terdengar seperti dongeng?


Lexi keluar dari toko senjata sihir dengan pikiran yang tidak begitu ingin mempercayai cerita Nicolas. Tetapi berbeda dengan Jojo, ia benar-benar percaya dan sekarang sangat mengagumi tongkat sihir Lexi.


“Bukankah itu sangat keren? Dibuat dari pohon tertua yang jauh di utara” Jojo masih menirukan Nicolas.


“Terdengar seperti dongeng menurutku” jawab Lexi santai.


Setelah belanjaan mereka lengkap, Lexi memutuskan untuk langsung pulang, ia tidak ingin berjalan-jalan dikota sembari membawa buku-buku pelajaran yang bertumpuk, hingga tiba-tiba ia melihat perempuan yang ia kenal, perempuan yang juga menjadi murid di sekolah yang sama dengannya, perempuan berkulit coklat, berambut hitam keriting panjang, perempuan yang akan menyentuh kelas empat asrama Red Scorpion, Aubrey.


Lexi terdiam sesaat melihat Aubrey berjalan keluar dari toko buku membawa tumpukan buku ditangannya.


“Kan sudah pernah kukatan, dia tinggal tidak jauh dari rumahku” celetuk Jojo.


“Apa?” tanya Lexi.


Jojo tertawa kecil “engga usah pura-pura, kau suka Aubrey kan?”.


“Kata siapa?!” bantah Lexi.


“Kau selalu bengong kalo ngeliat Aubrey di koridor”.

__ADS_1


“Jangan ngaco!”.


__ADS_2