KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 3 - CHAPTER 28


__ADS_3

Book 3 – Chapter 28


Pengkhianatan Demi Pengkhianatan


Sebuah asap hitam terbang memasuki kastil dan mendarat di halaman kastil, seketika ketegangan melanda seisi kastil, semua orang terdiam seakan waktu terhenti untuk sepersekian detik, Franc baru saja tiba.



Seekor serigala hitam langsung mengerang dan menerjang kearah Franc, tetapi sebuah tangan besi terlebih dahulu menghantam serigala hitam itu menjauh.



“Kerja bagus Rick” puji Franc.



Serigala hitam itu mewujud kembali menjadi manusia, tak lain adalah Rupert.



“Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini” sapa Franc.



“Aku sendiri juga tidak menyangka kau punya nyali untuk turun tangan sendiri” celetuk Rupert.



Seekor naga merah menukik kebawah dan berubah wujud menjadi Kepala Sekolah, mendarat tepat disamping Rupert.



“Sebaiknya kau angkat kaki dari sekolahku”.



“Ah.. Master Alfred.. lama tidak berjumpa, kukira kau akan mengurung diri di menaramu, yah.. lagi pula aku tidak pernah suka dengan sekolah ini” Franc tersenyum.



“Jadi mengapa kau kemari Franc? Sekolah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Knight’s Of Magic” tanya Alfred.



Franc tertawa “kau terlalu polos atau pura-pura bodoh? Kau tahu jelas mengapa aku menyerang sekolah ini”.



“Anak-anak disekolah ini tidak bersalah! Mereka hanya anak kecil!” bentak Rupert.



“Pemikiranmu terlalu sempit Rupert, mereka ini masa depan, aku tidak ingin ada masa depan yang menghalangiku, bahkan aku ingin memupuk masa depan itu bersamaku” Franc tertawa “sekarang keluarkan murid-murid kalian, biarkan mereka memilih!”



“Yah.. mungkin kau ada benarnya” celetuk Alfred “tetapi kau lupa, tugasku sebagai Kepala Sekolah adalah untuk memastikan murid-muridku tidak memilih jalan yang salah sepertimu!”


Alfred merubah wujud menjadi naga merah dan menyemburkan api kearah Franc. Tetapi sebelum api itu mengenai Franc, Rick sudah terlebih dahulu berdiri didepan Franc dan menerima semua api itu.


“Ah!!!” teriak Rick, tubuhnya berasap, sekujur tubuhnya dipenuhi luka bakar, tidak ada orang yang bisa bertahan menerima kobaran api sebesar itu, tetapi Rick masih berdiri.

__ADS_1


“Kau melakukan hal yang hebat Rick” Franc membantu Rick untuk merebahkan diri ditanah.



“Apapun untuk tuan” ucap Rick parau.



Franc kembali bangkit berdiri “nah, sekarang waktunya kita berduel” Franc menggumamkan mantra, disambut naga merah yang menerjang, Rupert juga merubah wujudnya menjadi serigala hitam yang siap menerkam, duel pun terjadi.


***


Duel diatas menyebabkan guncangan demi guncangan di ruang bawah tanah, para murid yang bersembunyi mulai ketakutan.



“Semuanya tidak perlu khwatir!” Lokar berusaha menenangkan para murid dibantu Elphias dan juga Marco.



“Aku seharusnya bisa membantu!” gerutu Marco.



“Kau belum sembuh sepenuhnya, kalau lukamu kambuh, kau hanya akan merepotkan diatas sana” celetuk Elphias dan Marco tidak membantah.



Masih bertanya-tanya apakah guncangan diatas akan membuat mereka semua terkubur, tiba-tiba pintu besi dibuka, tetapi orang berdiri diambang pintu itu tidak sesuai dengan dugaan Lokar.




“Lama tidak berjumpa ya Master” Percy tersenyum “apa kau tidak ingin memberi pelukan pada ketua murid kesayanganmu ini?”.



Tetapi yang membuat Lokar lebih terkejut lagi adalah orang yang datang bersama Percy, laki-laki bertubuh tinggi kurus, berambut coklat ikal panjang, memakai syal dan sebatang rokok yang tidak menyala menempel di mulutnya, Master sekaligus pembuat minuman, tak lain adalah Charlie.



“Apa ruangan ini nyaman?” sapa Charlie.



“Terima kasih Master, aku tidak pernah tahu ada ruangan ini” celetuk Percy masih dengan senyum lebar di wajahnya.



“Apa yang telah kau lakukan Charlie?!” Lokar masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.



Charlie tersenyum “maaf ya, bukan masalah personal, tetapi ku rasa sekolah ini juga tidak pernah benar-benar menghargaiku”.



“Charlie..” Lokar tidak bisa berkata-kata “kita sama-sama bersekolah dikastil ini, apa yang kau pikirkan?”


__ADS_1


Senyum seketika hilang dari wajah Charlie “sekolah tidak pernah menjadi masa yang menyenangkan untukku, bahkan kau bisa melanjutkan menjadi ksatria sihir sementara aku terbuang menjadi pembuat minuman!”.



Tenggorokan Lokar terasa kering “Charlie, kau sadar kau bekerja untuk siapa? Franc orang yang membunuh Liana! Teman sekolah kita!”.



“Aku tidak begitu peduli” raut wajah Charlie menunjukan sedikit kepedihan “Liana tidak pernah menyukaiku, ia malah memilih manusia serigala yang menjadi ksatria sihir itu! apa aku dibandingkan dengan pahlawan seperti dia? Tetapi tidak masalah, Franc menjajikanku akan membunuh manusia serigala sialan itu!”.



“Rupert itu teman kita! Kita mengajar bersama belasan tahun di kastil ini!” Lokar mengepalkan tinjunya.



“Belasan tahun itu juga aku menimbun kebencian! Lalu anak mereka juga tumbuh menjadi idola sama seperti ayahnya, aku semakin benci melihat itu, malam ini mereka berdua akan mati!” Charlie menyihir asap dan mendorong Lokar hingga terjatuh dari kursi rodanya.



“Hentikan!” Marco mengacungkan tongkat sihirnya, tetapi Percy sudah lebih dulu menyihir bola air menghantamnya hingga terpental.



Elphias diam mematung, apa yang seorang lanjut usia bisa lakukan ditengah-tengah duel anak muda?



Lokar berusaha kembali berdiri menggapai kursi rodanya, tetapi lagi-lagi ia terjatuh. Charlie tertawa puas melihat itu.



“Jadi hanya ini kemampuan seorang ksatria sihir?”.



Lokar mengeluarkan tongkat sihir secara perlahan dari balik setelan jasnya, lalu menggunakan sihir telekinesis menerbangkan kursi rodanya menghantam Charlie hingga terpental ke ujung ruangan dan tidak sadarkan diri.



Lokar menghela nafas “selalu banyak bicara”.



Melihat itu Percy tampak panik, ia segera menyambar salah satu murid, Will lebih tepatnya, lalu membekapnya dan menodongkan tongkat sihir dilehernya.



“Jangan macam-macam atau ku lukai murid ini?”.



Will tersenyum sesaat kemudian merubah wujud menjadi beruang coklat dan menggigit lengan Percy, Percy pun berteriak kesakitan. Beruang coklat itu melemparkan Percy ke ujung ruangan, masih berteriak-teriak menahan sakit lengannya yang hampir putus.



Will merubah wujudnya kembali menjadi manusia “itu untuk waktu itu ketua murid budiman!”.



Bill pun tertawa dan menghampiri kembarannya itu sembari memberikan tos.

__ADS_1


__ADS_2