KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 17


__ADS_3

Book 2 – Chapter 17


Perjalanan Ke Edinburgh


Acara makan malam pun telah selesai, piring-piring kotor diangkat dari meja, Tracy membantu ibunya di dapur, hanya tersisa lima orang laki-laki yang masih bersantai menikmati sisa-sisa makan malam.


“Jadi bagaimana sekolah kalian?” tanya Fred.


“Yah.. cukup baik, tetapi sihir kami.. yah.. ayah tahulah” jawab Will lesuh.


Fred tersenyum kepada kedua anaknya “yah.. paling tidak kalian sudah bersekolah, agar nanti kalian bisa bekerja di Knight’s Of Magic”.


“Maaf, apa paman bekerja di Knight’s Of Magic?” tanya Lexi.


Fred tertawa kecil “menurutmu bagaimana aku bisa mengenal Rupert? Jujur saja, sihirku tidak begitu bagus, tetapi Rupert satu-satunya orang yang menghargaiku di Knight’s Of Magic, meskipun aku hanya bekerja di kantor cabang Barcelona”.


Mendengar cerita Fred, Lexi jadi ingin lebih banyak mendengar tentang ayahnya, karena Lexi sendiri sama sekali tidak tahu kehidupan ayahnya sebelum mengajar di Sekolah Sihir Selatan.


“Jadi paman anggota kstaria sihir?” tanya Genta.


Fred kembali tertawa kecil “oh tidak-tidak, seperti yang sudah kubilang, sihirku tidak bagus, aku bekerja di bagian surat”


Fred mungkin orang paling ramah yang pernah ditemui Lexi, ia bisa bercerita apa saja dan kepada siapa saja.


Sembari Fred bercerita, sesekali Lexi memperhatikan Genta, temannya ini tidak henti-hentinya melihat kearah dapur, dan menurut Lexi, dari tempat duduk Genta mungkin Tracy yang sedang mencuci piring bisa terlihat, Lexi yakin Bill-Will juga menyadari hal yang sama, mereka mulai bertukar tatapan sembari tertawa kecil.


“Oh iya..” celetuk Lexi saat Fred meninggalkan meja “apa sihir kalian belum keluar sedikit pun?” tanya Lexi kepada si kembar.

__ADS_1


Sepertinya topik ini cukup serius, Genta yang daritadi memperhatikan kearah dapur kini mulai menyimak.


“Eh..” Bill-Will tampak gugup “sebaiknya tidak usah dibahas”.


“Ngomong-ngomong..” Genta tampak ragu “Kakak kalian bersekolah di tempat yang sama dengan kita? Kok aku tidak pernah melihatnya?”.


Lexi, Bill, dan Will sontak tidak bisa menahan tawa, tawa pun pecah di meja makan.


“Kalian tidak akan percaya jika aku ceritakan” jawab Bill.


“Tracy, dia masuk asrama Gold Dragon” timpal Will.


Sontak Lexi yang sedang mencoba minum pun langsung tersedak.


“Dia satu-satunya yang pintar dikeluarga ini” lanjut Bill diikuti anggukan setuju Will.


***


Salju turun dengan deras di Barcelona, Fred berlarian menembus hembusan angin menuju rumahnya. Di ruang tamu, Lexi, Genta, Bill, Will, Tracy, dan Maria sedang duduk di meja makan, koper-koper sudah tertata rapih disana.


“Baiklah anak-anak, cuaca sedang tidak bagus, tetapi aku mendapatkan kereta kuda pegasus yang mau mengantar kalian, hanya saja ia hanya bisa mengantar kalian sampai Edinburgh, lalu kalian harus naik kereta kuda biasa menuju kastil” Fred memberikan beberapa lembar tiket kepada Tracy “jaga adik-adikmu”.


Seusai sarapan, Fred mengantar kelima anak itu menuju lapangan kereta kuda pegasus, salju jauh lebih tebal dibanding hari kemarin, menyeret koper menjadi cukup merepotkan.


Koper-koper dimasukan ke kereta kuda, Tracy memberikan tiket kereta kudanya kepada petugas, lalu naik kedalam kereta kuda bersama yang lainnya.


“Paman terima kasih sudah boleh menginap” kata Genta kepada Fred sebelum naik ke kereta kuda.

__ADS_1


“Iya paman, terima kasih” timpal Lexi.


Fred tersenyum “bukan hal besar, sana kalian masuk, belajar yang rajin”.


Ketiga anak Fred pun melambai kepadanya sebelum akhirnya pintu kereta kuda ditutup dan pegasus terbang menariknya hingga hilang dari pandangan.


“Jadi..” Lexi membuka pembicaraan “kata Bill-Will, kau di Gold Dragon?”


Bill-Will sepertinya cukup kaget Lexi bertanya terus terang seperti itu, tetapi Tracy sepertinya menanggapinya biasa saja.


“Iya, aku tahun ketiga di Gold Dragon”.


“Wow keren!” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Genta, yang sontak membuat Bill-Will menahan tawa.


Lexi pun ingin tertawa, tetapi ia menahannya “kita belum berkenalan secara resmi, aku Lexi dan ini Genta, kami dari Mountain Goat”.


“Aku sudah kenal kau, seluruh murid Gold Dragon membicarakanmu dan cara-cara bagaimana club duel kami akan menjatuhkanmu ke danau” jawab Tracy yang membuat Lexi terdiam, ia tidak mengira perbincangannya akan menuju kearah sana.


Tetapi sesaat kemudian Tracy tertawa “tetapi aku tidak memihak” ia pun menyalami Genta “salam kenal”.


Wajah Genta pun memerah sembari membalas salaman Tracy.


“Kau tidak memihak?” tanya Lexi sedikit bingung.


Tracy mengangguk “aku tidak begitu suka club duel, aku tidak begitu mahir dalam duel, sihirku lebih berguna untuk sehari-hari, yah.. aku lebih suka baca buku”.


“Aku juga sering baca buku!” lagi-lagi kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Genta, hanya saja kali ini Lexi dan si kembar sudah tidak bisa menahan tawa, tetapi sepertinya Tracy juga ikut tertawa, kecanggungan di kereta kuda pun hilang.

__ADS_1


__ADS_2