KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 13


__ADS_3

Book 2 – Chapter 13


Pertemuan Dengan Teman Lama


Lexi dan Leo berdiri berhadapan di dalam sebuah ruang kelas kosong, tongkat sihir dipegang mantap ditangan mereka.



“Baiklah Lexi, hal dasar yang harus kau mengerti perbedaan duel yang biasa kita lakukan dan club duel” Leo menjelaskan “di dalam club duel, lawanmu adalah tiga orang, jadi kau tidak bisa mengeluarkan sihir api yang besar hanya untuk menyerang satu orang, yang harus kau lakukan adalah membuat sihir api kecil, tetapi dalam jumlah yang banyak dan bisa menyerang terus-menerus, sekarang pejamkan matamu dan pikirkanlah sihir yang akan kau keluarkan”.



Lexi mulai memejamkan matanya, cukup lama hingga kemudian Lexi membuka matanya.



“Sudah siap?” tanya Leo.



Lexi mengangguk mantap.



“Kita mulai!” perintah Leo.



Lexi langsung mengayunkan tongkat sihirnya, lusinan burung api terbang menyerang kearah Leo. Leo langsung menyihir pusaran angin meniup burung-burung api itu, lalu kemudian ia tersenyum lebar kearah Lexi.



“Pemikiran yang bagus Lexi” puji Leo.



Lexi tersenyum kecil “terima kasih Master”.



Akhirnya beberapa hari sekali jika tidak ada latihan club duel, Lexi akan datang ke ruangan Master Leo dan meminta untuk melatihnya. Lalu pada saat latihan club duel, Lexi mulai mendiskusikan rencana-rencana untuk melawan White Tiger, yang tentu saja baru dipelajarinya dari Master Leo di hari sebelumnya. Setelah dua minggu berlatih, Lexi mulai yakin dengan kesempatan mereka mengalahkan White Tiger.



Hari-hari yang ditunggu pun tiba, pertandingan club duel antara Mountain Goat melawan White Tiger. Duel berjalan jauh lebih muda dari yang dibayangkan Lexi, lusinan burung api membuat Luca ketakutan dan terjatuh kedalam danau, pemandangan yang benar-benar memuaskan bagi Lexi.



Penonton bersorak meriah menyambut kemenangan Mountain Goat, tidak ada satu pun anggota Moutain Goat yang jatuh kedalam danau, Xander menyambut sorakan meriah itu dengan penuh antusias, apa lagi ini pertama kali baginya bisa menyelesaikan club duel tanpa basah kuyup. Murid-murid White Tiger tampak tidak puas, apa lagi kepala asarama mereka yang sekaligus paman dari Luca, laki-laki berambut putih panjang lurus, kulitnya begitu pucat, Master Krusius.



“Lexi! Lexi! Lexi!”.



Sorakan murid-murid Mountain Goat sembari mengangkat Lexi dibahu mereka menuju pondok asrama mereka. Kemenangan duel hari itu membuat posisi Mountain Goat seimbang dengan Gold Dragon, belum pernah terkalahkan tahun ini, pencapaian yang belum pernah didapatkan asrama Mountain Goat sebelumnya.

__ADS_1



“Sesuai janji, aku akan mentraktir kalian di Charlie’s Bar” celetuk Xander dengan wajah berseri-seri.



“Kapan?” tanya Jason.



“Malam ini” jawab Xander.



“Tapi kan ini bukan akhir pekan?” tanya Lexi bingung.



Xander dan Jason hanya terseyum sembari bertukar pandang.


***


Malam itu asrama Mountain Goat sudah sepi, sebagian besar murid sudah masuk ke kamar mereka. Seusai rencana yang dikatakan Xander, Lexi pun pergi ke ruang utama asrama, Xander dan Jason sudah menunggu disana.



“Ayu cepat!” Xander memimpin kedua temannya menuju kedalam kastil. Lexi tidak bertanya apa-apa, hanya mengikuti dibelakang Jason.



Xander memimpin mereka menuju gudang di lantai satu, ruangan penuh sesak dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Xander mendorong meja di ujung ruangan, lalu terdapat karpet bewarna merah dibawahnya, Xander membuka karpet itu, sebuah lubang terpampang disana, hanya saja lubang itu ditutupi batu yang cukup berat.




Xander mengambil sebatang kayu “Lexi, boleh minta tolong?”.



Lexi mengeluarkan tongkat sihirnya dan menyihir api membakar ujung tongkat itu menjadi obor.



Xander yang melompat pertama kedalam lubang itu.



“Kau dulu” kata Jason kepada Lexi.



Lexi pun ikut melompat kedalam lubang, baru Jason mengikutinya.



Lubang itu adalah terowongan gelap yang panjang, tidak terlalu besar, membuat Lexi dan yang lainnya harus mendukukan tubuh mereka sedikit.

__ADS_1



“Percy yang membuat lubang ini dua tahun lalu, anggota club duel selalu memakai terowongan ini untuk menyelinap keluar” Xander menjelaskan sembari memimpin jalan paling depan.



Terowongan itu berakhir disebuah toko terbengkalai dipinggir kota Edinburgh. Edinburgh masih saja ramai, masih banyak yang berlalu lalang, kota persinggahan memang kota yang tidak pernah tidur. Baru Lexi dan kedua temannya itu melangkah keluar dari toko terbengkalai, seseorang menghentikan langkah mereka.



“Wah-wah, ternyata kalian masih memakai terowongan buatanku ya?” sapa laki-laki berambut hitam ikal, yang kini setengah wajahnya meleleh akibat luka bakar, menghilangkan ketampanannya, tak lain adalah Percy.



Lexi langsung mengeluarkan tongkat sihirnya, tetapi Xander menahannya.



“Apa yang kau lakukan disini?!” tanya Xander.



Percy tertawa kecil “setahuku ini kota persinggahan, siapapun boleh datang kemari”.



“Kau seharusnya masih ada di penjara!” lanjut Xander sedikit gemetar.



Lexi sendiri sudah tidak bisa menahan kobaran api dibawah kulitnya.



Percy kembali tertawa kecil “Lexi.. sudah kuduga kau akan bergabung dengan club duel, sayang sekali, padahal kita bisa menjadi duet yang cukup hebat” Percy bermaksud untuk mengeluarkan tongkat sihirnya, hingga kedatangan seseorang membuatnya menghentikannya.



“Apa yang sedang kau lakukan disini?” kata seorang laki-laki yang membawa tongkat di tangan kirinya, laki-laki yang pernah ditemui Lexi sebelumnya, Yudas.



Lexi terkejut saat melihat Percy bersama Yudas, bukankah Yudas adalah seorang ksatria sihir? Mengapa ia bisa bersama dengan Percy yang sebelumnya adalah tahanan?



Percy memasukan kembali tongkat sihirnya dengan wajah jengkel “sepertinya perjumpaan singkat kita harus berakhir disini” Percy berjalan pergi bersama Yudas.



Lexi memegang tongkat sihirnya semakin mantap, Xander mengerti apa yang akan dilakukan Lexi, ia menahan Lexi lebih kuat.



“Tahan dirimu! Ia bersama orang dewasa, jangan sampai kita berduel”.


__ADS_1


Lexi tahu yang dikatakan Xander ada benarnya, apa lagi Lexi mengetahui siapa Yudas, Lexi pun memasukan kembali tongkat sihirnya.


__ADS_2