KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 21


__ADS_3

Book 2 – Chapter 21


Pembicaraan Rahasia


Genta sudah menyisir rambutnya, memakai pakaian yang cukup rapih, berdiri di koridor lantai tiga menunggu Tracy dan Patrica muncul, dan tentu saja Lexi ada bersamanya.


“Memangnya kita mau kemana? Charlie’s Bar?” celetuk Lexi memecah kebosanan menunggu.


“Mungkin” Genta mengeluarkan secarik kertas dari kantungnya, berisi catatan tempat-tempat yang mungkin mereka kunjungi.


“Yang benar saja!” Lexi menyambarkan bunga api kecil dari ujung jarinya membakar secarik kertas itu “kau baca itu didepannya, kau akan terlihat bodoh”.


Tidak beberapa lama pintu kayu asrama Gold Dragon pun dibuka, Tracy berjalan keluar bersama Patricia.


“Hai” sapa Tracy dengan senyum manisnya.


“Hai..” jawab Genta dengan wajahnya yang cukup memerah, menurutnya Tracy sangat cantik dengan sweater kuning dan rok yang dipakainya.


Sedangkan Lexi dan Patricia saling tatap sinis.


Tidak ada perbincangan selama mereka di kereta kuda, keheningan baru terpecah saat mereka menginjakan kaki di Edinburgh.


“Jadi kita mau kemana?” tanya Genta gugup.

__ADS_1


“Bagaimana jika Charlie’s Bar?” usul Tracy.


“Pilihan bagus” Genta tersenyum, berjalan berdampingan dengan Tracy, sementara Lexi dan Patricia mengikutinya dari belakang.


***


Empat gelas susu coklat dipesan, mereka duduk di meja pinggir jendela. Genta mulai membuka perbincangan, awalnya kaku, lama-kelamaan obrolan Genta dan Tracy mulai mengalir begitu saja, sementara Lexi dan Patricia hanya diam memandangi gelas susu coklat mereka.


Charlie’s Bar cukup ramai, sepertinya keadaan sudah kembali seperti semula, lalu mata Lexi tertuju pada sesuatu di ujung toko dekat api unggun, Aubrey dan Fabian sedang duduk sembari berpegangan tangan.


“Berapa lama kau mau memperhatikannya?” celetuk Patricia sinis.


“Hah? Apa? Siapa?” seketika Lexi seperti ditarik kembali ketubuhnya.


“Fabian, dia akan jadi lawan kalian di final kan? Apa kau berpikir untuk mencari kelemahannya dan mencelakainya?” Patricia menatap Lexi tajam.


“Dengar ya! Fabian itu murid kebanggaan Gold Dragon, dia pasti akan mengalahkan kalian di final nanti”.


“Eh..” lagi-lagi Lexi tidak tahu harus menanggapi apa.


Tracy tertawa “Patricia ini pecinta club duel, hanya saja dia tidak lulus seleksi tahun ini”.


“Berapa banyak orang lagi yang akan aku ceritakan tentang itu?!” wajah Patricia membiru “tahun depan pasti aku akan bergabung dengan club duel Gold Dragon dan mengalahkanmu!” Patricia menatap tajam Lexi.

__ADS_1


“Eh.. yasudah terserah kau saja” Lexi meminum susu coklatnya, lalu tiba-tiba mata Lexi tertuju ke luar jendela, ia melihat Master Horus sedang berjalan bersama Yudas, mengawasi sekitar agar tidak ada yang mengikuti, lalu masuk kedalam sebuah gang, sontak Lexi pun langsung bangkit berdiri.


“Aku harus ke kamar mandi” Lexi bergegas berjalan keluar dari toko dan berlari kecil menuju gang yang dimasuki Master Horus dan Yudas.


“Apa kau yakin? Kau tidak sedang membohongiku kan?” suara yang dikenali Lexi sebagai suara Yudas, Lexi menguping dari balik tembok di ujung gang.


“Aku tidak membohongimu, menara para naga itu ada di pegunungan timur” jawab Horus.


“Jadi elixir merah itu ada disana? Di menara para naga?” tanya Yudas lagi.


“Tentu saja aku tidak masuk kedalam menara itu, menara itu seperti labirin, kau tidak akan bisa keluar darisana”.


“Jangan bodoh! Aku harus mengambilkan elixir itu untuk tuanku, aku butuh peta menara itu!”.


“Tidak pernah ada yang berhasil keluar, tidak pernah ada yang menggambar peta bagian dalam menara itu, sebaiknya kau lupakan saja rencana gilamu itu”.


Yudas menggeram dan mendorong Horus ke tembok dengan tongkatnya “dengarkan aku Horus, apa kau ingat cincin ini” Yudas menunjukan cicin di jari kelingking kirinya “ini tanda kesetiaan pada tuan! Para abdinya telah bebas dari penjara dan akan kembali padanya, kita hanya perlu menunggu tuan memulihkan diri, tuan membutuhkan elixir itu untuk memulihkan diri bekas duelnya dengan Rupert sialan itu! dan sebaiknya kau turut berguna Horus, sebentar lagi Knight’s Of Magic akan runtuh, kau harus memilih pihak!”.


Horus meludah “jangan bicara soal kesetiaan padaku! Setelah Franc jatuh kau malah berbelot menjadi ksatria sihir!”.


Yudas menekan Horus ke tembok semakin kencang “jangan berani-beraninya kau menyebut nama tuan! Ksatria sihir hanya kedokku, kau pikir siapa yang membebaskan tuan? Siapa yang terus menerus memberikan informasi palsu kepada Rupert agar ia tidak bisa menemukan tuan? Aku! Aku Horus! Apa yang kau lakukan selain berlindung didalam kastil sialan itu dan berteman dengan orang yang menangkap tuan kita?!”.


“Aku sudah melunasi hutangku, sebaiknya kau tinggalkan aku” kata Horus mantap sembari melepaskan diri dari Yudas “aku sudah menemukan menara itu, hutangku lunas, bersumpahlah demi sihir kuno kau tidak akan menggaguku lagi”.

__ADS_1


“Kalau begitu kau sudah memilih pihak, aku bersumpah demi sihir kuno” jawab Yudas sembari merapikan pakaiannya.


Tanpa berkata apa-apa lagi Horus langsung berjalan keluar dari gang, Lexi telat menyadari itu, ia pasti akan ketahuan, tetapi tiba-tiba Patricia berada disampingnya dan menciumnya. Horus keluar dari gang, ia sedikit terkejut saat melihat ada dua orang di ujung gang itu, tetapi sepertinya hanya dua remaja yang sedang bermesraan, Horus pun tidak ambil pusing dan berjalan pergi menuju jalan utama Edinburgh.


__ADS_2