KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 16


__ADS_3

Book 2 – Chapter 16


Keluarga Si Kembar


Berendam di kolam air hangat memang sesuatu yang sangat nikmat ditengah musim dingin. Lexi menghabiskan waktu senggangnya di motel berendam disana bersama Genta.



“Jadi kapan kau akan cerita kalau kakekmu itu Arthur?” tanya Genta memecah keheningan.



“Semalaman dipanggil cucu Arthur sudah membuatku lelah, sebaiknya kau jangan nambah-nambahin deh.. aku aja engga gitu kenal dia” jawab Lexi sembari masih memejamkan matanya menikmati air hangat.



Genta menghela nafas “yah.. aku juga tidak begitu suka dengan orang-orang kelas atas itu” Genta memperhatikan kalung emas yang tergantung dileher Lexi.



“Itu apa?”.



Lexi memegang liontin kalungnya dan membukanya, jarum kompas didalamnya masih berputar-putar kesegala arah.



“Pemberian terakhir Master Liana, tetapi sepertinya sudah rusak”.



Genta memperhatikan raut wajah Lexi “sepertinya kau sudah harus membiaskan diri memanggilnya ibu”.



“Oi teman-teman!” Bill dan Will masuk kedalam ruang pemandian dan ikut berendam.



“Kita kan masih ada libur beberapa hari, bagaimana kalau kalian mampir ke rumah kami?” usul Bill, Will ikut mengangguk disampingnya.



Lexi dan Genta saling pandang seperti berbicara dalam diam.



“Sepertinya ide bagus” jawab Lexi.



“Yah.. tentu saja, kapan kita berangkat?” timpal Genta.


***


Kereta kuda pegasus mendarat di sebuah kota kecil bernama Barcelona. Bill-Will memimpin jalan menerobos salju menuju ke sebuah rumah sederhana dua lantai dipinggir kota, Lexi dan Genta mengikuti sembari menyeret koper mereka, dan Jojo tentu saja tidak ikut, ia akan menghabiskan sisa liburan musim dingin di rumahnya.



Bill mengetuk pintu, seorang perempuan membukakan pintu, perempuan paruh baya berambut hitam ikal, perempuan yang cukup cantik dimata Lexi.


__ADS_1


“Ibu!” Bill dan Will langsung memeluk ibunya.



“Ah.. kalian membawa teman, perkenalkan namaku Maria” Maria menyalami Genta.



“Genta” Genta memperkenalkan dirinya.



Lalu Maria menyalami Lexi.



“Lexi” Lexi memperkenalkan diri, Maria langsung terdiam mendengar nama itu dan seketika memeluk Lexi.



“Jadi kau anaknya.. terima kasih sudah menyelamatkan anak-anakku” Maria memeluk Lexi cukup erat, mungkin hampir membuat Lexi tidak bisa bernafas.



“Bu! Jangan terlalu keras!” celetuk Bill.



Maria pun melepaskan pelukannya “maaf-maaf” Maria tersenyum “mari masuk”.



“Bill-Will, antarkan teman-teman kalian ke kamar, ibu akan siapkan makan malam” perintah Maria kepada kedua anaknya.




“Kami punya tepat tidur lipat, akan aku ambilkan” Will keluar kamar menuju ruangan lainnya.



Sementara Bill menggeser beberapa barang agar ruang kosong lebih luas di kamar itu.



Tidak beberapa Will kembali sembari membawa tiga gulungan kasur lipat, menaruhnya dilantai.



“Jadi kapan Jojo akan menyusul?” tanya Will.



“Eh..” jawab Genta ragu-ragu “Jojo dihukum ayahnya, jadi dia tidak akan menyusul, kita akan bertemu lagi dengannya di kastil”.



Lexi membuka gulungan tempat tidur itu “sepertinya aku sudah bisa menebak alasannya” lalu langsung merebahkan dirinya.



Ruangan hening sesaat, Bill dan Will tidak tahu harus merespon apa, tapi jelas ada rasa bersalah, mereka yakin ada kaitannya dengan mereka.

__ADS_1



“Bukan salah kalian!” celetuk Lexi sembari menatap langit-langit kamar “aku sendiri tidak begitu menyukai pesta kemarin, mungkin aku tidak akan datang lagi kesana”



“Sepertinya kau sangat membenci mereka” Bill akhirnya buka suara.



“Jika ada yang memanggilku cucu Arthur lagi, mungkin akan ku keluarkan tongkat sihirku!” gerutu Lexi.



“Baiklah.. putra Master obat-obatan” celetuk Genta sembari tertawa “itu kan panggilan yang kau mau?”.



Bill dan Will tertawa mendengar lelucon Genta, Lexi pun mau tak mau ikut tertawa.


***


Lexi sempat ketiduran, Genta membangunkannya.



“Ayu makan malam, keluarga si kembar sudah menunggu dibawah”.



Dengan mata yang masih berat, Lexi pun turun kebawah mengikuti Genta.



Di meja makan itu bukan hanya ada Bill-Will dan Maria, tetapi juga ada seorang laki-laki paruh baya bertubuh kurus dan berambut coklat sedang membaca surat kabar, Lexi bisa menebak jika laki-laki itu pasti ayah si kembar. Lalu ada seorang perempuan seumuran Lexi, berambut hitam ikal seperti Maria, Lexi tidak tahu siapa orang itu.



“Ah! Teman-teman Bill-Will” sambut ayah si kembar


“perkenalkan, namaku Fred” Fred menyalami Genta dan Lexi.


“Kau mirip sekali dengannya” kata Fred saat menyalami Lexi.



“Maaf?” tanya Lexi bingung.



“Rambut panjang, mata hitam, kau benar-benar mirip dengan Rupert” jawab Fred yang sama sekali tidak diduga oleh Lexi.



“Paman kenal ayah?”



Fred tertawa kecil “tentu saja, dia penyihir yang hebat, mari kita makan” Fred mempersilahkan Lexi duduk di sampingnya.



“Dan perkenalkan juga, ini Tracy, kakak perempuan si kembar” Fred memperkenalkan, Tracy hanya tersenyum kecil kepada Lexi dan Genta, tetapi wajah Genta tampak memerah, Lexi tertawa kecil bersama si kembar, sepertinya mereka juga menangkap sinyal yang diberikan Lexi.

__ADS_1


__ADS_2