KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 15


__ADS_3

Book 2 – Chapter 15


Ucapan Ulang Tahun


Gilderoy mengajak Lexi ke loteng di lantai atas, angin bertiup cukup dingin ditambah butiran salju.


“Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun” Gilderoy tersenyum ramah.



“Terima kasih Master.. eh.. paman”.



Gilderoy tertawa kecil “yah.. mungkin begitu lebih baik, bagaimana pestanya?”.



“Terasa asing” jawab Lexi.



Gilderoy pun kembali tertawa “yah.. aku juga merasakan hal yang sama, aku tidak begitu dekat dengan mereka, teman dekatku hanya Liana”.



Raut wajah Lexi berubah saat mendengar nama Liana, Gilderoy menyadarinya.



“Eh.. maafkan aku”.



“Tidak masalah, aku yakin paman juga pasti merasa kehilangan, hanya saja..” Lexi terdiam sesaat “aku tidak tahu harus merasa kehilangan seorang Master.. atau seorang ibu..”.



Gilderoy menatap Lexi cukup dalam, lalu memberikan secarik surat.



“Mungkin ini bisa sedikit menghiburmu”.



Lexi membaca surat itu:



“ *Untuk Lexi*:


Selamat ulang tahun, maaf ayah tidak bisa memberikan hadiah, ayah tidak tahu harus memberikan apa, ayah yakin kau pasti sudah bosan dengan syal yang sama, dan ayah juga sedang berpergian, kita rayakan saat libur musim panas?


-Rupert-”


“Ayahmu memintaku untuk memberikannya padamu, maaf aku telat mengirimkannya saat kau ulang tahun” Gilderoy menjelaskan.


__ADS_1


Lexi melipat surat itu dengan senyum diwajahnya “tidak apa-apa, terima kasih paman merasa kesepiannya malam itu sudah terobati.



Lalu tiba-tiba sesuatu terbesit dikepala Lexi.



“Paman mengetahui dimana ayah?”


Gilderoy menggeleng “ayahmu pergi membawa beberapa orang kepercayaannya, dan dia hanya memberikan kabar sesekali kepadaku, ayahmu yakin jika beberapa orang di Knight’s Of Magic tidak bisa dipercaya, itulah mengapa ia memilih untuk melakukannya diluar sistem”.


Mendengar itu membuat Lexi teringat sesuatu “aku bertemu dengan Percy belum lama ini, dan ia juga bersama Yudas, anggota ksatria sihir”.



Gilderoy tampak tidak terkejut mendengar itu “Yudas yah.. selain ayahmu, Yudas juga memimpin tugas untuk menangkap Franc, tetapi ia melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda, ia berpikir jika bisa mengambil informasi dari orang-orang yang pernah bekerja untuk Franc, salah satunya Percy, jadi untuk kasus Percy, dia bebas bersyarat dibawah pengawasan Yudas” Gilderoy terdiam sesaat “tetapi aku dan ayahmu juga tidak begitu mempercayainya”



“Biar kutebak, tetapi dewan lebih mempercayai Yudas daripada ayah?” hal itu terlintas begitu saja dikepala Lexi.



Gilderoy mengangguk “seperti yang sudah kukatakan, ayahmu bekerja tidak sesuai sistem, dewan tidak suka akan hal itu”.



Sekarang Lexi mengerti alasan dibalik tidak ada satupun yang memanggilnya putra Rupert.




“Ah.. Fabian, ada apa?” tanya Gilderoy.



“Ibu mencari paman” jawab Fabian sembari menatap kearah Lexi.



“Ah.. begitu, baiklah, Lexi.. aku pergi dulu” Gilderoy menepuk pundak Lexi dan berjalan kedalam meninggal Lexi berdua dengan Fabian di loteng.



“Kau Lexi kan? Aku Fabian, duel yang hebat akhir-akhir ini” Fabian mengajak Lexi bersalaman.



Lexi membalas salaman Fabian “terima kasih”.



“Ku dengar kau cucu Arthur?” tanya Fabian.



“Kau mengenal Arthur?”.

__ADS_1



“Ibuku anggota dewan Knight’s Of Magic, jadi aku pernah mendengar tentangnya” jawab Fabian, Lexi hanya mengangguk menanggapi.



“Tapi ku rasa Master Rupert juga hebat” lanjut Fabian.



“Kau mengenal ayahku?” lalu sesaat kemudian Lexi baru menyadari itu adalah pertanyaan yang bodoh.



Fabian hanya tertawa “tentu saja, kita semua pernah diajar olehnya”.



“Kau benar juga.. aku lupa” Lexi tertawa kecil menahan malu.



Perbincangan singkat pun terjadi di loteng, hanya sekedar basa-basi dan membahas masalah club duel, lalu akhirnya Fabian memutuskan untuk kembali ke pesta, sedangkan Lexi masih ingin menyendiri di loteng, baru setelah salju cukup tebal Lexi memutuskan untuk kembali ke pesta.



Lexi berkeliling pesta mencari teman-temannya, baru sesaat kemudian matanya tertuju ke ujung ruangan, dimana teman-temannya sedang diancam oleh Luca.



“Ada masalah?” Lexi berjalan menghampiri, Luca langsung terdiam saat melihat Lexi dan berjalan pergi begitu saja.



“Datang tepat waktu” celetuk Bill dan Will.



“Kok dia bisa ada disini?” tanya Lexi.



“Ternyata kakeknya anggota dewan Knight’s Of Magic, aku saja baru tahu hal itu” Jojo menunjuk kearah ayahnya yang sedang berbincang dengan dua orang laki-laki lanjut usia.



Salah seorang laki-laki lanjut usia berambut putih panjang lurus, kulitnya begitu pucat dan juga keriput, benar-benar mirip dengan Master Krusius, hanya versi lebih tua, kakek dari Luca.



Lalu seorang laki-laki lanjut usia lainnya masih tampak gagah, berambut coklat kemerahan yang sudah mulai memutih, membawa tongkat di tangan kanannya, tongkat dengan bentuk naga bewarna emas sebagai pegangannya, yang Lexi kenal sebagai Arthur.



Arthur menatap balik kearah Lexi, mereka bertukar pandang untuk sesaat, lalu kemudian Arthur berjalan menghampiri Lexi dan teman-temannya.



“Kita berjumpa lagi ya, Lexi..” sapa Arthur.

__ADS_1


__ADS_2