
Book 2 – Chapter 20
Ajakan Kencan
“Yang benar saja!” gerutu Lexi.
“Ayulah! Kau harus membantuku!” Genta menarik Lexi menyusuri koridor kastil menuju ke lantai tiga.
Tepat disamping ruangan Master Cillion, terdapat pintu besar terbuat dari kayu, pintu masuk asrama Gold Dragon.
“Buat apa kita kemari?!” tanya Lexi sembari melepaskan diri dari tarikan Genta.
“Aku ingin memberikan ini kepada Tracy” Genta menunjukan sekotak kue.
Lexi melongo “kau gila..” kemudian bermaksud pergi, tetapi Genta kembali menariknya, lalu tiba-tiba pintu kayu itu terbuka, sontak Lexi dan Genta pun langsung terdiam.
Fabian baru saja keluar dari pintu kayu itu bersama beberapa orang temannya, ia pun ikut terdiam saat melihat Lexi.
“Oh hallo” sapa Fabian dengan raut wajah bingung “sedang apa kau kemari?”.
“Eh..” Lexi dan Genta bertukar tatapan “aku ingin memanggil temanku, boleh minta tolong?”.
“Oh.. tentu saja, siapa namanya?”
“Tracy” jawab Genta buru-buru.
Fabian pun mengangguk dan menyuruh salah satu temannya untuk memanggil kedalam, lalu ia kembali melihat kearah Lexi.
“Ngomong-ngomong, pertandingan yang bagus, berarti tinggal satu pertandingan tersisa”.
__ADS_1
“Yah.. kurang lebih begitu” Lexi sedikit salah tingkah, ia tidak tahu harus menjawab apa, mengunjungi markas lawan dipertandingan selanjutnya tidak ada di rencana kegiatannya hari ini.
Tidak beberapa lama teman Fabian pun kembali, lalu Fabian mengucapkan salam dan berjalan pergi bersama teman-temannya.
Lexi dan Genta menunggu beberapa saat hingga kemudian Tracy keluar dari pintu kayu itu bersama temannya, perempuan berambut coklat ikal panjang, bermata biru.
“Hai” sapa Tracy dengan senyum manisnya.
“Hai..” jawab Genta gugup, baru Genta ingin menunjukan sekotak kue, tetapi teman Tracy memotong.
“Untuk apa kau berteman dengan berandal ini!” perempuan itu menunjuk kearah Lexi.
Lexi sontak melongo, lalu sedetik kemudian itu baru teringat siapa perempuan itu, perempuan yang satu kereta kuda pegasus dengannya awal tahun ajaran ini.
“Kau!” Lexi terdiam sesaat “siapa ya namanya.. aku lupa”.
“Aku Patricia! Dan aku juga tidak sudi namaku diingat olehmu.. Lexi!” jawab Patricia sinis.
“Eh.. setahuku yang membawa kita kemari adalah urusanku..” Genta menatap bingung kearah Lexi dan Patricia bergantian.
Tracy tersenyum berusaha mencairkan suasana “aku tidak tahu kalian berdua sudah saling kenal.. jadi Genta, ada apa?”.
“Ini..” Genta memberikan sekotak kue “kakekku mengirimkan beberapa kotak, mungkin aku bisa membaginya kepadamu”
Tracy mengambil sekotak kue itu dan kembali tersenyum manis “terima kasih”.
Genta pun mematung, ia ingin mengatakan hal lain tetapi lehernya seperti tercekik.
“Dia ingin mengajakmu untuk jalan-jalan ke Edinburgh saat musim semi” celetuk Lexi.
__ADS_1
Genta pun tampak terkejut dan melihat kearah Lexi, Lexi hanya mengangkat alisnya.
Tracy terdiam sesaat “eh.. tentu saja, apakah aku boleh mengajak Patricia?”, sontak Patricia menatap Tracy tajam.
“Yah! Tentu saja! Aku juga akan mengajak Lexi!” jawab Genta yang kini membuatnya mendapat tatapan tidak percaya dari Lexi.
“Baiklah kalau begitu, aku masuk dulu” Tracy tersenyum kearah Genta kemudian Lexi dan masuk kedalam pintu kayu bersama Patrica.
Sedangkan Lexi belum memalingkan tatapannya kearah Genta.
“Eh.. Lexi.. kau kan temanku..”
“Ku hajar kau ya!” Lexi mengejar Genta yang sudah lari menuruni tangga koridor.
***
“Jadi kalian akan kencan ganda bersama kakak kami?” Bill dan Will tampak antusias mendengar cerita Genta, sedangkan Jojo hanya bisa mentertawakan Lexi.
“Jangan bilang itu kencan ganda oke?” Lexi tampaknya masih sebal.
“Aku tidak percaya kau akan pergi ke Edinburgh bersama perempuan menyebalkan itu.. siapa tadi namanya?” Jojo masih tertawa.
“Aku sudah lupa!” Lexi tidak ingin mengingat-ngingat.
“Patricia..” celetuk Genta.
Jojo kembali tertawa, bahkan lebih kencang daripada sebelumnya.
***
__ADS_1
Salju di jalanan mulai mencair, musim semi pun tiba, entah mengapa kencan ganda yang akan dilakukannya pada akhir pekan terasa lebih menakutkan daripada pertandingan club duel melawan tim yang belum terkalahkan selama beberapa tahun.
Sedangkan Genta, Genta tampaknya semakin hari semakin antusias, setiap hari ia akan mencoba untuk meluruskan rambutnya dan menulis beberapa dialog yang akan ia katakan untuk Tracy. Jojo dan si kembar sudah memikirkan hal itu akan aneh, lalu bagaimana nasib Lexi yang akan melihatnya secara langsung? Lexi tidak ingin memikirkan itu untuk sekarang, yang terjadi, terjadilah, pikirnya.