
Book 2 – Chapter 10
Master Leo
Seekor burung api terbang ke langit-langit kelas lalu meledak bagaikan petasan, sihir yang baru saja diciptakan oleh Lexi.
Seisi kelas memberikan tepuk tangan, Charlie berjalan menghampiri Lexi.
“Baiklah Lexi, bisa dijelaskan tujuan sihir itu diciptakan?”
“Untuk memanggil bantuan” jawab Lexi yang disambut beberapa tawa kecil dibelakangnya.
Charlie tersenyum terpaksa kepada Lexi “tidak buruk Lexi”.
Lexi mengangguk kecil kemudian memasukan kembali tongkat sihirnya.
***
“Jadi kau menciptakan sihir untuk memanggil bantuan? Payah sekali..” celetuk Jojo saat mereka bertemu kembali di lorong kastil.
“Justru itu sihir yang cerdas, belajar dari pengalaman yang kita alami tahun lalu” timpal Genta.
Lexi tidak menanggapi “habis ini kelas apa? Kelas terbang ya? Aku tidak suka kelas itu”.
“Kalau aku si lumayan suka ya” celetuk Genta.
“Tentu saja kau suka, sihirmu kan burung, kalau kau tidak suka terbang ya mati saja sana!” timpal Jojo dibalas tawa oleh kedua temannya itu.
Masih bercanda mereka bertiga menyusuri koridor kastil menuju halaman belakang, hingga tiba-tiba mereka melihat seseorang terbaring di ujung koridor, orang itu adalah Master Leo. Tanpa pikir panjang Lexi berlari menghampiri, wajah Master Leo sangat pucat.
“Ayu bantu aku!” Lexi mengangkat Master Leo dibantu Genta dan Jojo, dengan susah payah membayanya ke ruang perawatan, untunglah Jojo bertubuh cukup besar.
“Apa yang terjadi?” tanya Elphias saat Lexi dan kedua temannya membaringkan Leo di tempat tidur kosong.
__ADS_1
“Kami tidak tahu, kami menemukan Master Leo sudah tidak sadarkan diri” jawab Genta yang masih mengatur nafasnya.
Elphias mengecek botol besi di kantung jas Leo, botol besi itu sudah kosong. Elphias bergerak dengan cepat mengambil sebotol ramuan, menuangkannya ke gelas kecil dan memasukannya ke mulut Leo. Beberapa saat kemudian Leo tersedak dan mulai sadarkan diri.
“Master Elphias?” wajah Leo masih pucat, ia berusaha untuk duduk tetapi Elphias menahannya.
“Kau butuh istirahat” Elphias mulai meracik segelas ramuan “kau lupa minum obatmu” Elphias memberikan gelas ramuan itu, Leo meminumnya hingga habis, perlahan pucat diwajah Leo mulai meredah.
“Untunglah ketiga anak ini menemukanmu” lanjut Elphias.
Leo melihat kearah Lexi, Genta, dan Jojo, kemudian tersenyum lemah “terima kasih”.
Lexi menatap mata Leo “apa yang terjadi Master?”.
Leo tersenyum masih dengan senyum lemahnya “tidak apa-apa, bukan hal besar”.
“Kalian bertiga kembalilah ke kelas kalian, aku akan merawatnya” perintah Elphias.
Tanpa membantah sedikitpun Lexi mengangguk dan berjalan pergi diikuti kedua temannya itu.
***
Keesokan harinya Master Leo sudah kembali mengajar kelas duel, hanya saja ia jarang beranjak dari tempat duduknya dan juga lebih sering minum dari botol besinya.
“Lexi!” panggil Leo saat kelas selesai.
“Ada apa Master?” Lexi menghampiri meja Leo.
“Sebagai ucapan terima kasih saya atas bantuanmu kemarin, saya ingin mentraktirmu di Edinburgh akhir pekan ini, bagaimana? Ajaklah kedua temanmu juga” Leo tersenyum ramah meskipun pucat diwajahnya masih terlihat jelas.
__ADS_1
Lexi mengangguk “baiklah, akan saya sampaikan kepada mereka”.
“Yang benar nih?! Kita mau ditraktir?!” reaksi Jojo yang penuh semangat saat mendengar kabar itu di koridor kastil.
“Apa Master Leo mengatakan padamu dia sakit apa?” tanya Genta.
Lexi menggeleng “dia hanya mengatakan itu, tapi wajahnya masih cukup pucat si”.
“Ya, kuharap Master Elphias sudah merawatnya dengan baik” celetuk Genta.
“Kalian tidak usah khwatir” timpal Jojo “Master Elphias itu salah satu penyembuh yang hebat, dia dulu pernah mengajar disekolah ini puluhan tahun yang lalu”.
“Bagaimana kau bisa tahu?” Genta cukup meragukan informasi Jojo.
Jojo tertawa kecil “tentu saja ayahku, dia juga diajar Master Elphias saat bersekolah disini”.
“Ku kira kau tidak begitu dekat dengan ayahmu” timpal Lexi.
“Memang tidak.. tetapi karena dia anggota dewan Knight’s Of Magic, dia punya catatan Master-Master yang akan mengajar setiap tahunnya” Jojo diam sejenak “dan dia juga pernah mengatakan jika tidak setuju Kepala Sekolah yang memasukan Master Leo untuk mengajar disini”.
“Master Leo?” Lexi sedikit terkejut, begitupula Genta.
Jojo mengangguk “aku tidak tahu apa sebabnya, tetapi aku yakin sekali dia mengatakan nama Master Leo”.
Genta menghela nafas “aku tidak heran si.. maksudku, dengan kondisi fisik Master Leo, seharusnya ia tidak mengajar, apa lagi untuk kelas duel”.
Lexi ingin membantah dan mendukung Master Leo, tetapi sepertinya alasan Genta ada benarnya.
__ADS_1
“Ya sudahlah, jangan membicarakan orang yang akan mentraktir kita” Lexi berusaha mengganti topik.