
Book 2 – Chapter 19
Kambing Melawan Kalajengking
Tidak ada perbincangan selama perjalanan, sesekali mata Lexi melihat tongkat yang dibawa Yudas, pegangannya terbuat dari perak berbentuk kepala harimau, lalu juga sebuah cincin hitam di kelingking tangan yang memegang tongkat itu.
Perjalanan kereta kuda menuju kastil tampak begitu lama, setelah mereka sampai, Master Krusius dan Yudas lah yang pertama turun.
“Mari.. Kepala Sekolah sudah menunggu” Krusius memimpin jalan memasuki kastil diikuti Yudas dibelakangnya.
Leo membantu menurunkan koper murid-muridnya “baiklah.. sepertinya tugas saya sudah selesai” Leo mengeluarkan botol besi dari balik mantelnya dan meminumnya.
“Terima kasih Master” kata Lexi diikuti keempat temannya.
Leo tersenyum ramah “bukan hal besar, saya tinggal dulu” Leo tersenyum dan berjalan memasuki kastil.
Tracy mengucapkan selamat tinggal lalu menyeret kopernya kedalam kastil, tempat asrama Gold Dragon berada, sementara Lexi dan ketiga temannya menyeret koper mereka menuju pondok asrama Mountain Goat yang berada di tepi danau.
Master Lokar yang sedang membaca buku di ruang utama menyambut mereka “ah.. kalian sudah sampai”.
__ADS_1
“Master” sapa keempat murid Mountain Goat itu.
“Cuaca hari ini tidak begitu baik, kukira tidak ada yang akan kembali hari ini” lanjut Lokar sembari memperhatikan keempat muridnya.
“Yah.. kami mendapatkan kereta kuda pegasus yang ingin mengantar” jawab Genta.
“Baguslah kalau begitu, padahal Kepala Sekolah baru menuliskan surat jika libur sekolah akan diperpanjang beberap hari karena cuaca buruk, tetapi ternyata kalian sudah disini” Lokar tersenyum ramah kepada keempat muridnya dan mempersilahkan mereka untuk istirahat di kamar mereka.
“Apa menurutmu kejadiannya akan seperti tahun lalu?” tanya Genta saat menaruh kopernya dikamar.
Lexi langsung merebahkan dirinya ditempat tidur “sepertinya lebih parah, kali ini selusin tahanan yang kabur, bukan hanya satu, sepertinya kepala penjara bawah laut musti diganti”
Lexi menghela nafas “yah.. untunglah kita selamat, kita terbang sebelum tahu tentang surat kabar hari ini”.
Bill dan Will juga merebahkan diri di tempat tidur mereka masing-masing, hanya tersisa satu tempat tidur yang kosong.
“Menurut kalian kapan Jojo akan kembali?” celetuk Genta.
“Entahlah, ayahnya kan dewan Knight’s Of Magic, dalam keadaan seperti ini pastinya ia lebih aman dirumah” jawab Lexi dengan pikiran yang mulai menerawang-rawang, apa ayahnya akan mengejar mereka semua?
__ADS_1
***
Beberapa hari yang sepi di kastil, mungkin Lexi sudah terbiasa, itulah yang terjadi selama musim panasnya menetap di kastil selama tiga belas tahun bersama Master Lokar. Tetapi setelah sekolah kembali seperti biasa, Jojo juga sudah kembali di kamar mereka, ada yang lain, seakan atmosfer kastil menjadi muram karena berita selusin tahanan yang berkeliaran. Jojo sendiri mengatakan jika ia sempat mendengar perbincangan ayahnya dengan anggota ksatria sihir, selusin tahanan yang lepas adalah tahanan yang cukup berbahaya yang ditangkap satu persatu, hampir mustahil untuk menangkap mereka semua secara bersamaan.
Tetapi keceriaan di kastil sedikit bisa dibangkitkan saat berlangsungnya pertandingan club duel saat akhir pekan, Mountain Goat melawan Red Scorpion. Anggota dari kedua tim sudah mulai berjatuhan kedalam danau, hanya tersisa Lexi dari Mountain Goat dan Jerry sebagai kapten tim Red Scorpion.
Lexi menghujani sihir ular api kepada Jerry, tetapi Jerry berhasil menangkis serangan-serangan itu dengan tombaknya. Kini Jerry melemparkan tombaknya dengan sihir angin kearah Lexi, Lexi berhasil menghindarinya, melesat tepat disamping bahunya. Tetapi ternyata serangan itu hanyalah tipuan, Jerry menghembuskan sihir angin dengan tangannya meniup Lexi hingga keujung arena, Lexi segera menyihir ular api dibelakangnya untuk menahannya agar tidak jatuh ke danau, seketika senyum diwajah Jerry pun menghilang.
Jerry bergegas berlari menghampiri tombaknya, tetapi Lexi sudah terlebih dahulu menyihir kobaran api yang sangat besar, memisahkan Jerry dengan tombaknya, Jerry pun jatuh kebelakang menghindari kobaran api itu. Tanpa berlama-lama Lexi langsung menghujani Jerry dengan sihir ular apinya, tanpa tombak kesayangannya Jerry tampak kesulitan dan akhirnya jatuh kedalam danau, sorakan penonton pun pecah, yang Lexi yakin sorakan penonton tidak perlu hilang, hanya saja karena jantungnya yang sedang berdetak kencang membuatnya tidak mendengar sorakan itu sebelumnya.
Mountain Goat belum terkalahkan tahun ini, begitupula dengan Gold Dragon, pertandingan club duel selanjutnya akan menentukan siapa yang akan menjadi juara tahun ini.
“Lexi! Lexi! Lexi!”.
Pencapaian terbesar yang bisa diraih asrama Mountain Goat sejauh ini, mencapai partai final melawan asrama Gold Dragon, semua murid Mountain Goat merayakan di ruang utama, tetapi untuk kali ini Master Lokar tidak berada disana bersama murid-muridnya, dan seingat Lexi pun ia juga tidak ada satupun Master yang menonton pertandingan club duel.
“Jadi bagaimana kita merayakan kemenangan kali ini?!” tanya Xander penuh antusias.
***
__ADS_1
Yang Lexi takutkan adalah pertemuan kelas duel selanjutnya, mungkin ia akan dijauhi seisi kelas yang semuanya adalah murid-murid Red Scorpion. Tetapi tampaknya tidak seperti itu, mungkin hanya Jerry dan teman-temannya yang menatap sinis Lexi, tetapi justru beberapa murid mengucapkan selamat, seperti David, dan.. Aubrey, inilah yang penting buat Lexi.