
Book 2 - Chapter 7
Kambing Melawan Ular
Hampir setiap hari Lexi menghabiskan sore di ruang bawah tanah asrama, berlatih club duel.
Xander adalah anak yang percaya diri, tidak pernah ragu untuk menerjang menjadi serigala.
Sedangkan Jason adalah anak yang cerdas, mengembangkan sihir tanahnya menjadi sedemikian rupa.
Lexi sendiri tidak begitu percaya diri saat latihan, selama ini ia hanya mengikuti intuisinya saat ada yang menyerang, ia tidak benar-benar memikirkan apa yang akan ia lakukan, tidak ada ketegangan di bawah kulitnya membuat otaknya berputar lamban.
Xander cukup ambisius, bahkan ia meminta Master Lokar mengizinkan mereka untuk berlatih setiap hari, dan karena ini pula tugas-tugas Lexi jadi terlantarkan, hanya ada satu jalan keluar di kepalanya, pinjam tugas Genta.
***
Gemuruh memenuhi pinggir danau, akhirnya datang hari dimana club duel Moutain Goat akan bertanding, Lexi tidak berharap banyak ketika ia sedang memakai seragam dengan lambang kambing hijau di tengah-tengahnya, hari itu mereka akan melawan Black Mamba, juara dua saat tahun lalu, dan sedangkan Mountain Goat tidak menang satu duel pun tahun kemaren, jadi berapa besar kesempatan mereka hari ini?
“Tidak perlu tegang begitu” Genta berusaha menenangkan Lexi yang duduk di tempat tidurnya dengan wajah tegang.
“Ku yakin kau akan hebat, kau mengalahkan Luca dan Percy tahun lalu” timpal Jojo, Bill dan Will mengangguk mendukung.
Lexi ingin mengucapkan terima kasih, tetapi lidahnya seakan kaku.
__ADS_1
Lexi semakin tegang saat ia keluar kamar dan disambut meriah di ruang utama, lalu digiring ramai-ramai menuju danau, banyak mata yang menuju padanya, Lexi hanya fokus melihat kedepan, tidak berani membalas tatapan-tatapan mata kearahnya itu.
Enam orang kini berdiri di atas arena berbentuk persegi ukuran besar terbuat dari batu yang didirikan diatas danau, ketiga murid Black Mamba sudah bersiap dengan seragam hitam mereka.
“Kalian sudah siap kan?” tanya Xander dengan raut wajah yang siap menerkam.
Jason mengangguk, tetapi wajahnya tidak seyakin itu.
Lexi pun mulai mengeluarkan tongkat sihirnya, meskipun ia tegang, tetapi pegangan pada tongkat sihirnya mantap.
Kedua temannya ikut tertawa, salah seorang laki-laki bertubuh gemuk dan berambut pirang, ia bernama Luke. Lalu seorang lainnya, laki-laki berambut coklat panjang, ia bernama Ray.
Petasan ditembakan, duel dimulai!
Xander langsung berubah wujud menjadi serigala dan maju menerjang. Jack mengelus gelang ditangan kirinya dan berubah menjadi tameng perak menahan terkaman Xander.
Jason berusaha membantu, ia menerbangkan beberapa batu kearah tim Black Mamba, Lexi juga melakukan hal yang sama, menyihir ular api. Luke merubah wujud tangannya menjadi tangan gorilla dan menangkis batu-batu Jason, lalu Ray mengacungkan tongkat sihirnya dan menggumamkan mantra membuat dinding pelindung
__ADS_1
menahan ular api Lexi.
Para penonton pun bersorak dengan meriah!
Jack mendorong Xander menjauh, lalu Luke melanjutkannya, menghantam Xander dengan tangan gorillanya hingga terpental kedalam danau. Lalu Jack melemparkan tamengnya menghantam Jason hingga menyusul Xander kedalam danau. Hanya tersisa Lexi dari tim Mountain Goat.
Jack memanggil tamengnya dengan sihir telekinesis dan melemparkannya kembali kearah Lexi, Lexi menyihir ular api menggelilingnya menahan tameng itu hingga meleleh. Jack tampak kesal.
Penonton bersorak semakin meriah!
Lexi mulai memutar otaknya, serangan apinya akan langung ditahan dinding mantra, dan jika dia menurunkan pertahanannya, gorilla itu pasti langsung menyerang. Otak Lexi berputar dengan cepat dan terbesit sebuah ide. Lexi menusuk tongkat sihirnya ke arena dan seketika api menyambar membakar arena.
Api berkobar semakin besar, Luke orang pertama yang lompat kedalam danau, lalu diikuti Ray, Jack tampak kesal, tetapi api sudah terlalu besar dan tak ada pilihan lain selain melompat.
Api memadam, arena menjadi gosong, sisa arena mungkin lebih tepatnya, semua penonton terdiam tetapi sesaat kemudian mereka bersorak, hanya tersisa Lexi diatas arena, ketiga tim Black Mamba sudah berada didalam danau, Mountain Goat memenangkan duel.
***
“Lexi! Lexi! Lexi!”.
Lexi diangkat diatas bahu murid-murid asrama diruang utama, seisi asrama Mountain Goat merayakan kemenangan yang sudah mereka tunggu selama beberapa tahun terakhir, bahkan Master Lokar juga ikut merayakan, duduk di kursi rodanya sembari tertawa.
“Kau hebat Lexi!” puji Bill-Will, Jojo dan Genta tersenyum menyetujui.
“Hai Lexi..” Angelina menghampiri “kau hebat tadi” kemudian mengecup pipi Lexi dan berjalan pergi.
Lexi diam mematung, wajahnya merona merah.
__ADS_1