KNIGHT'S OF MAGIC

KNIGHT'S OF MAGIC
BOOK 2 - CHAPTER 11


__ADS_3

Book 2 – Chapter 11


Four Brother’s Bar


Lexi duduk kereta kuda bersama Genta, Jojo, dan tentu saja Master Leo, dalam perjalanan menuju kota Edinburgh, kota kecil tidak jauh dari kastil.



“Bagaimana kelas kalian? saya belum mengenal kalian” Leo tersenyum ramah kepada Genta dan Jojo, berusaha mencairkan suasana.



Genta tersenyum ganjil “nama saya Genta, dan teman saya Jojo, kami masih di kelas duel tingkat satu, Master Ginerva yang mengajar kami”.



Perbincangan ringan pun mengisi perjalanan menuju Edinburgh.



Kota Edinburgh cukup ramai, bahkan jauh lebih ramai daripada saat terakhir Lexi datang ke kota ini.



“Banyak yang singgah, sebentar lagi sudah musim dingin” Leo menjelaskan saat mereka turun dari kereta kuda.



“Kami biasanya kesini saat musim dingin, tidak pernah sebelumnya” jawab Lexi.



“Ah.. pantas saja, dulu saya sempat bekerja di kota ini, mungkin saat kalian belum bersekolah” Leo berusaha memperpanjang perbincangan.



“Lalu, apa Master dulu juga bersekolah di Sekolah Sihir Selatan?” tanya Genta yang membuat Leo terdiam sesaat.



Leo tersenyum kecil “tidak-tidak, ayahku tidak mampu membiayai saya sekolah”.



“Lalu siapa yang mengajari Master sihir?” tanya Jojo.



Leo kembali tersenyum kecil “Kakak saya, kami tidak sedarah, tetapi saya sudah menganggapnya seperti kakak sendiri”.



Perbincangan mereka mengantar hingga kedepan Charlie’s Bar, toko minuman milik Master Charlie. Toko itu sangat ramai pengunjung, Lexi dan teman-temannya tidak bisa menemukan tempat duduk.



“Bagaimana jika kita cari toko minum lain?” usul Leo.



“Memangnya ada yang lebih enak dari Charlie’s Bar?” tanya Jojo.

__ADS_1



Leo tersenyum “berarti kau belum benar-benar mengenal kota ini”.



Leo membawa ketiga muridnya menuju kesebuah gang kecil di ujung kota, diapit bangunan-bangunan yang sudah reyot. Lalu diujung gang terdapat sebuah papan toko bertuliskan “Four Brother’s Bar”.



Bar itu cukup sepi dan juga tampak tidak terawat. Leo mengambil tempat duduk didekat jendela, Lexi, Genta, dan Jojo dengan sedikit enggan ikut duduk disana. Beberapa mata mulai melihat kearah mereka, sangat jarang anak sekolah yang datang ke toko minuman itu.



“Ah.. Leo.. sudah lama tidak berjumpa denganmu” sapa seorang laki-laki lanjut usia, pemilik toko minuman itu.



Leo membalas senyum “lama juga tidak berjumpa denganmu”.



“Lihatlah toko minumku ini, semenjak anak muda sialan itu buka toko minuman dijalan utama, tokoku jadi tidak laku” gerutu laki-laki tua itu “jadi kalian mau pesan apa?”.



Leo memasan empat gelas madu dingin.



“Kalian harus coba madu dinginnya, menurutku si khusus minuman itu lebih enak daripada di Charlie’s Bar” kata Leo kepada ketiga muridnya yang tampak tidak begitu nyaman berada disana.




Genta dan Jojo hanya bisa saling bertukar pandang, sedangkan Lexi berusaha untuk menikmati tempat itu.



Empat gelas madu dingin pun diantarkan kemeja mereka, Leo langsung meminumnya, diikuti Lexi, Genta, dan Jojo, dan saat itu juga mereka setuju jika madu dingin ini lebih enak dibandingkan susu coklat di Charlie’s Bar.



Segelas madu dingin pun membuat perbincangan berjalan lebih santai dimeja itu, Leo mulai menceritakan masa mudanya yang bekerja di kota Edinburgh, ia sering buat masalah saat itu, ia sering dipecat dari satu toko dan pindah ke toko lain, hanya Four Brother’s Bar yang mau menerimanya, tetapi Leo tidak pernah mau bekerja disini, katanya hanya merepotkan, setiap hari ada saja yang berkelahi disini.



Masih asik berbincang, terdengar suara meja yang dihantam dari ujung ruangan.



“Mungkin sudah ada yang mulai berkelahi?” celetuk Jojo.



“Sudah kukatakan jika aku sudah membayar hutangku!”



“Jangan bercanda! Tunggu saja sampai kulaporkan ini kepada tuan!”

__ADS_1



Lalu seorang laki-laki paruh baya berambut hitam panjang sebahu dengan brewok tipis dan raut galak tanpa senyum menghiasi wajahnya berjalan keluar sembari membawa tongkat di tangan kirinya. Diikuti laki-laki paruh baya tanpa sehelai rambut dan jenggot tipis di dagunya, memakai jubah panjang serba hitam yang Lexi kenal sebagai Master Horus.



Horus sedikit terkejut melihat Leo dan ketiga muridnya, mungkin ia sedikit malu karena telah bertengkar didepan murid-muridnya.



“Ah.. ada kalian ternyata disini” Horus berusaha tersenyum ramah.



“Master Horus” sapa Leo.



“Ah.. Leo..” sapa laki-laki disamping Horus.



“Yudas.. lama tak jumpa” Leo membalas senyum.



“Ku dengar kau sekarang mengajar di Sekolah Sihir Selatan, aku tidak menyangka Kepala Sekolah mempekerjakan Master seperti dirimu” kata Yudas dengan wajah ketusnya



“Yudas, sebaiknya kau tidak perlu kelewatan!” potong Horus.



Leo kembali tersenyum “tidak apa-apa Master Horus”.



“Sepertinya urusanku disini sudah selesai, sebaiknya aku pergi” Yudas berjalan keluar dari toko minuman.



Keheningan sesaat hingga akhirnya Horus kembali berusaha tersenyum ramah “sebaiknya aku juga ikut pergi” lalu berjalan keluar toko minuman.



“Master kenal dengan orang tadi?” tanya Lexi.



“Yah.. tentu saja, Yudas adalah anggota ksatria sihir kelas satu, orang-orang yang pernah bekerja di Knight’s Of Magic pasti mengenalnya” jawab Leo santai sembari meminum madu dinginnya.



“Jadi Master pernah bekerja di Knight’s Of Magic?” tanya Lexi lagi.



Leo mengangguk kecil “sudah cukup lama, saya pernah menjadi anggota ksatria sihir kelas dua”.


__ADS_1


Jawaban Leo membuat Lexi, Genta, serta Jojo terdiam takjup.


__ADS_2