
Book 2 – Chapter 18
Tahanan Melarikan Diri
Kereta kuda pegasus mendarat dengan selamat di Edinburgh, hujan salju turun sama derasnya seperti di Barcelona. Lexi dan keempat temannya menyeret koper mereka mencari kereta kuda untuk ke kastil.
“Bagaimana jika kita mampir ke Charlie’s Bar dulu?” usul Bill, Will mengangguk disampingnya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Lexi kepada Tracy.
“Yah.. sepertinya tidak apa-apa” jawab Tracy.
“Biar kubantu” Genta membantu Tracy untuk membawa kopernya.
Jalanan Edinburgh begitu sepi, bahkan Charlie’s Bar tidak seramai biasanya. Lexi menaruh kopernya di meja samping perapian.
“Biar aku yang pesan” kata Tracy setelah menaruh kopernya”
“Biar aku temani” Genta mengikuti Tracy untuk memesan, sementara Lexi dan si kembar menghangatkan diri di samping perapian.
“Kenapa hari ini sepi sekali ya?” celetuk Will.
“Mungkin karena salju tebal kali” jawab Lexi singkat, tidak ingin berpikir.
Tidak beberapa lama Genta dan Tracy kembali sembari membawa beberapa gelas minuman, lalu Genta juga membawa sebuah surat kabar dan memberikannya kepada Lexi.
“Apa?” tanya Lexi bingung.
“Baca halaman depannya” jawab Genta sembari duduk di seberang Lexi.
__ADS_1
“*Selusin tahanan penjara bawah laut melarikan diri*” tulis surat kabar itu, lalu terpampang beberapa foto hitam-putih yang Lexi tebak adalah foto-foto tahanan yang melarikan diri.
Lexi terpaku pada foto seseorang, laki-laki paruh baya berambut berantakan, brewok tipis di wajahnya, ditambah tatapan kosong tanpa jiwa dibalik mata berkantungnya, lalu tertulis sebuah nama dibawah foto itu “*Vrusius Jr*”.
“Mungkin itu alasan Edinburgh sepi, seperti saat terakhir kali” Genta memelankan suaranya.
Wajah Bill-Will menjadi sedikit pucat, sementara Tracy mencoba untuk tidak berekspresi.
Mata Lexi mulai menjelajah sekitar, tangannya sudah memegang tongkat sihir di balik mantelnya, ia memperhatikan satu persatu orang di toko itu dan mencocokan wajah mereka dengan foto-foto tahanan yang kabur di surat kabar.
Lalu tidak beberapa lama, seseorang masuk kedalam bar, laki-laki paruh baya berambut hitam panjang dengan brewok tipis dan raut galak tanpa senyum menghiasi wajahnya berjalan sembari membawa tongkat di tangan kirinya, laki-laki yang Lexi kenal sebagai Yudas.
Yudas duduk di meja bar, berbincang sebentar dengan pembuat minuman, lalu ditaruh segelas minuman diatas meja, Yudas meminumnya hingga habis. Tidak beberapa pintu toko kembali dibuka, seseorang masuk kedalam, laki-laki yang Lexi kenal sebagai kepala asrama White Tiger, Master Krusius, ia duduk disamping Yudas, raut wajahnya tampak tegang, mereka berbincang sebentar, perbincangan yang tampaknya serius.
Lexi memperhatikan mereka, tangannya masih memegang tomgkat sihir dari balik mantel, bahkan segelas coklat panasnya belum disentuh sama sekali.
Genta cukup gugup memperhatikan raut wajah Lexi, raut wajah yang biasanya akan ditunjukan temannya itu jika akan terjadi duel.
“Eh.. Lexi.. apa sebaiknya kita segera mencari kereta kuda?” tanya Genta.
__ADS_1
Bill dan Will tidak berani menimpali, hanya meminum segelas coklat panas mereka, mereka tahu Lexi adalah orang yang ceria, jika raut wajahnya sudah seperti itu, berarti akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Lalu tidak beberapa pintu toko kembali dibuka, Lexi semakin erat memegang tongkat sihirnya, seorang laki-laki masuk kedalam, laki-laki yang Lexi kenal sebagai Master duelnya, Master Leo. Lexi pun melemaskan pegangannya pada tongkat sihir saat melihat orang itu adalah Master Leo, raut wajahnya menjadi lebih santai.
Leo melihat sekitar, lalu tersenyum kearah Lexi dan teman-temannya, berjalan menghampiri mereka. Yudas dan Master Krusius tampaknya berbincang terlalut serius, mereka bahkan tidak menyadari saat Master Leo berjalan melewati mereka.
“Ternyata kalian disini” sapa Leo kepada lima orang muridnya itu.
“Master kok bisa disini?” tanya Lexi.
Leo tersenyum “salah seorang orang tua murid mengirimkan surat jika anak mereka kembali ke sekolah hari ini, Master Lokar meminta saya untuk menjemput di Edinburgh, ternyata kalian”.
Sesekali Lexi melihat kearah Yudas dan Master Krusius, Leo menyadari itu.
“Urusan orang dewasa, tidak perlu kalian pusingkan” Leo tersenyum kepada Lexi, lalu ia melihat surat kabar yang tergeletak di depan Lexi, foto-foto tahanan terpampang dengan jelas “lebih baik kita segera mencari kereta kuda, boleh saya pinjam surat kabarnya? Saya belum baca kabar hari ini” Leo kembali tersenyum ramah kepada kelima muridnya.
***
Mungkin Genta dan Jojo tidak begitu mempercayai Master Leo semenjak ia membawa mereka ke Four Brother’s Bar, tetapi firasat Lexi, Master Leo merupakan satu dari sekian banyak orang yang bisa dipercayainya.
Leo membantu kelima muridnya memasukan koper-koper mereka kedalam kereta kuda, baru Leo ingin ikut naik, seseorang memanggilnya dari kejauhan.
“Leo!” panggil Krusius sembari berjalan mendekat bersama Yudas “apa kereta kuda ini menuju kastil?”.
__ADS_1
Leo pun mengangguk dan mempersilahkan Krusius dan Yudas naik ke kereta kuda. Lexi dan keempat temannya langsung terdiam saat melihat kedua orang itu memasuki kereta kuda, lalu disusul Master Leo dan kereta kuda itu pun bergerak.