Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Image Aku Tetap Buruk


__ADS_3

Keenan dan Nana semakin disibukkan dengan rentetan jadwal persiapan pernikahan mereka. Mulai dari foto prewedding, fitting gaun pengantin bahkan mencicipi sample catering. Semua dilakukan di sela waktu kerja atau saat pulang kerja.


Seperti malam ini, sudah hampir tengah malam dan mereka baru saja melaksanakan foto prewedding. Foto shoot sebelum digunakan untuk design undangan dan atribut lainnya. “Hahh,” ujar Nana sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. Memejamkan kedua matanya karena sudah sangat lelah.


“Ayo cepat ganti, aku antar pulang.”


Nana Membuka matanya lalu beranjak duduk. “Pak Keenan, pokoknya mau hasil foto kali ini bagus atau enggak saya udah nggak mau ngulang-ngulang adegan untuk foto ya. Capek tau,” keluh Nana.


Keenan hanya diam, sebenarnya bukan hanya Nana yang merasakan lelah dirinya pun sama. Tapi Nana berkeluh seakan hanya dia yang tersiksa. “Ganti baju atau aku tinggal pulang!”


Nana berdecak, “Kenapa sih senangnya mengancam terus? Apa wajahku se putus asa itu ya sampai orang tuh seneng banget menyiksa aku.”


“Iya. Sekarang cepat ganti baju,” ujar Keenan sambil geram.


Kini keduanya sudah berada dalam mobil, tentu saja dengan supir pribadi Keenan. Semenjak jadwalnya semakin padat, Keenan akhirnya menggunakan supir pribadi. “Nggak usah mampir ya, udah malam,” ujar Nana saat mobil yang mengantarkannya sudah berhenti didepan gerbang kediaman Janu Arsana.


“Kenapa nggak sampai dalam aja, kamu nggak takut?”


“Berduaan dengan Pak Keenan itu malah bikin saya takut. Tenang aja, aman kok.” Keenan dan Nana akan melewati masa persiapan pernikahan mereka dengan lebih berat karena ada hal lain yang siap mengusik ketenangan.


...***...


“Keenan, Keenan,” panggil Kayla sambil mengetuk pintu kamar Keenan.


“Kenapa sih Mah? Ini tuh masih malam,” ujar Kyra yang keluar dari kamar karena terganggu dengan Kayla yang membuat gaduh padahal hari masih sangat pagi.


“Malam apanya, kamu lihat sana keluar. Sekalian bukan ponsel kamu, Mamah tunggu kamu dan Keenan di bawah.”


Kyra berdecak lalu kembali masuk ke dalam kamarnya. Membuka ponsel sesuai perintah Ibu suri, Kyra membelalakan matanya melihat notifikasi berita dan beberapa headlines news yang membahas mengenai Keenan dan calon istrinya.


CEO Hotel Mewah Terjerat Cinta dengan Office Girl


Dikenal Kalem dan Bersahaja, Ternyata Penerus Two Season Menyukai Daun Muda


Mungkinkah Two Season Melakukan Proses Prostitusi, Jika CEO-nya Terlibat Dalam Kegiatan Tersebut.

__ADS_1


Office Girl Dengan Profesi Ganda Sebagai Wanita Penghibur di Two Season.


Berbagai macam judul berita yang membuat emosi dan amarah. Keenan dan Kyra sudah berkumpul dengan Kayla dan Elang.  Keenan yang fokus pada tabletnya membaca banyak berita mengenai dirinya dan sebagian besar adalah salah.


Bahkan dalam grup chat para pegawai beredar foto Nana yang ditemani Keenan berdiri di samping mobil Nana dan foto Nana sudah berada di dalam mobil. Dengan caption, “Karyawan spesial, bekerja dari bawah dan sudah mendapatkan fasilitas mewah.” Yang dimaksud caption tersebut adalah Nana dan mobil mewahnya diduga di dapat dari Keenan.


“Baiknya hubungi Nana, jangan sampai dia masuk kerja hari ini,” titah Elang.


Keenan segera menghubungi Nana. “Halo,” jawabnya diujung telepon.  “Apa sih Pak Keenan pagi-pagi udah telepon. Saya tuh lagi kerja, atau Pak Keenan kangen ya? Cie yang kangen,” tutur Nana lagi. Keenan hanya berdecak mendengar apa yang diucapkan oleh Nana.


“Dimana kamu?”


“Dihatimu,” jawab Nana sambil terkekeh.


“Nana, saya serius.”


“Pak Keenan ngapain teriak sih. Saya di hotel, ini sudah di ruangan Pak Keenan. Tenang saja, sudah saya buat bersih ruangannya.”


“Oke, kamu tetap di situ. Nggak usah keluar, tunggu sampai saya datang.”


“Ih, ada apa sih Pak. Kalau dipesenin begitu saya malah penasaran pengen keluar tau. Jangan-jangan semua orang di seluruh gedung sudah berubah jadi zombie ya,” ungkap Nana.


“Gimana?” tanya Kayla.


“Ada di hotel, aku berangkat sekarang.”


...***...


Sudah banyak wartawan berada di area Two Season. Dalam perjalanan Keenan menghubungi Jeff agar mengatasi para wartawan yang mencari informasi terkait kebenaran berita mengenai dirinya yang sedang menjadi headline news di beberapa pemberitaan juga mencari biang keladi dibalik kejadian ini.


“Amankan situasi, jangan sampai para tamu merasa terganggu dengan kedatangan wartawan dan juga usir wartawan dengan baik. Jangan sampai mereka malah menambah pemberitaan yang tidak-tidak,” ungkap Keenan pada beberapa bawahannya yang menunggu kedatangan Keenan.


Keenan bergegas menuju ruang kerjanya. “Shitt, kemana dia?” tidak menemukan Nana di dalam, Keenan pun mencoba menghubungi Nana tapi nihil. Bahkan dia juga menghubungi Maria, yang Maria tahu Nana memang bertanggung jawab di sebagian ruangan di lantai tersebut.


Keenan bergegas meninggalkan ruang kerjanya. Para sekretaris kembali menyapa saat dia lewat.

__ADS_1


“Kayaknya khawatir banget ya sama si OG, sampai lari-lari begitu,” ucap salah seorang sekretaris. Keenan yang sempat mendengarnya, menoleh dan menghampiri.


“Kalian lihat Nana? Kemana dia pergi?” Bunga dan rekan-rekannya saling tatap, ada yang menjawab tidak tahu ada juga yang mengedikkan bahunya.


“Buat apa cari dia Pak, bikin citra Hotel kita jelek aja,” tutur Bunga.


“Ini Hotel keluarga saya bukan hotel kamu. Sebaiknya kalian katakan kemana Nana atau saya buktikan dengan CCTV kalau kalian tahu kemana dia pergi tapi mengindahkan saya. Siap-siap kalian saya mutasi atau saya pecat.” Keenan baru akan melangkah pergi saat salah seorang menahannya.


“Kita hanya lihat Nana ke arah sana.” Tunjuk pada pintu emergency.


Keenan pun menuju pintu tersebut. Menimbang akan naik ke lantai berikutnya atau turun. Memilih naik ke lantai berikutnya dan melihat pintu balkon di lantai delapan tidak tertutup rapat. Keenan pun curiga lalu keluar melewati pintu tersebut.


Sayup-sayup dia mendengar isak tangis. Keenan mencari arah suara dan menemukan Nana sedang duduk dengan wajah dibenamkan pada kedua lututnya.


“Nana,” panggil Keenan.


Nana mengangkat wajahnya. “Pak Keenan, saya bukan pelac*r. Ini salah saya yang ceroboh membuat kita berada dalam situasi ini. Maaf kalau citra Hotel Pak Keenan jadi buruk, Pak Keenan boleh pecat saya.”


Keenan menghela nafasnya, lalu duduk di samping Nana. “Bukan itu masalahnya sekarang. Lain kali kalau aku memberikan perintah untuk kebaikanmu, jangan diabaikan.” Keenan mengeluarkan ponselnya, ada panggilan telepon.


Nana tidak mengerti apa yang dibicarakan juga dengan siapa Keenan bicara. Cukup lama keduanya berada di tempat itu, cuaca semakin terik karena hari sudah siang. Nana bahkan sempat tertidur dengan kepala bersandar pada bahu Keenan.


[Berita baru sudah launching] Pesan masuk di ponsel Keenan.


Ada notifikasi berita dimana mematahkan informasi dan berita yang menyudutkan Nana.


Janela Arsana, Calon Menantu Keluarga Sanjaya Bekerja Sebagai Office Girl di Two Season


Tanpa Nama Keluarga, Janela Arsana Membuktikan Jika Dia Bisa Bekerja Dengan Baik Meski Dari Nol


Two Season Akan Berbesan Dengan Arsana Corp.


“Hei, bangunlah.” Keenan menepuk pipi Nana. “Janela, bangunlah. Aku akan antar kamu pulang.”


“Hm, bentar lagi Mom. Pak Keenan lagi baik, biasanya ‘kan nyebelin,” ucap Nana masih dengan mata terpejam.

__ADS_1


“Bahkan dalam mimpi pun, image aku tetap buruk."


\=\=\=\=\= Keenan diam-diam perhatian ya


__ADS_2