
Keenan menyadari jika kesibukan cukup menyita waktu termasuk hubungannya dengan Nana pun terganggu. Tidak lagi melihat Nana yang manja, bahkan setiap dirinya pulang Nana bisa dipastikan sudah tidur. Berencana pulang lebih awal, ingin memberikan kejutan untuk istrinya.
Sampai di rumah, suasana kediaman Elang terlihat sepi. Keenan tidak menemukan Nana di kamar, membuatnya berpikiran jika Nana keluar rumah tanpa mengabarinya. Menghubungi ponsel NAna ternyata ponselnya tertinggal di kamar.
“Bi, Nana kemana?” tanya Keenan.
“Sepertinya tidak kemana-mana, tidak ada pamit sama Bibi. Biasanya mau ke minimarket juga bilang.”
“Tapi kok di kamar nggak ada?”
Dua asisten rumah tangga itu saling tatap, sepertinya ragu ingin menyampaikan sesuatu.
“Kenapa? Bibi pasti menyembunyikan sesuatu, ada apa dengan istri saya Bi?”
“Hm, nggak ada apa-apa, hanya Bibi perhatikan Non Nana akhir-akhir ini murung dan sering melamun.”
Deg.
Keenan merasa tersentuh, sebagai suami tidak mengetahui kondisi istrinya sendiri.
“Dimana dia?”
__ADS_1
“Biasanya di taman belakang.”
Bergegas menuju taman belakang rumahnya. Ada kolam renang dan gazebo di sana. Benar saja, sosok Nana yang duduk dipinggir kolam renang dengan kaki terjulur ke dalam air. Keenan terdiam sejenak melihat Nana dengan tatapan kosong meskipun kedua kakinya dia gerakan bermain air.
Menghela pelan nafasnya sebelum beranjak mendekati Nana, “Nana,” panggil Keenan. Tidak ada sahutan, Keenan akhirnya benar-benar menghampiri Nana dan menyentuh pundaknya, menyadarkan dari lamunan.
“A-bang,” ucap Nana lalu beranjak bangun dari duduknya. Memastikan jika hari belum malam tapi melihat Keenan dihadapannya, menimbulkan banyak tanya.
“Abang butuh sesuatu? Atau ada dokumen yang tertinggal?”
Keenan mengusap kasar wajahnya. Tidak menyangka jika istrinya menyapa kedatangannya bukan layaknya menyambut seorang suami tapi seakan menyambut majikan.
“Sayang,” ucap Keenan sambil meraih tubuh Nana dan memeluknya. “Maaf, kalau akhir-akhir ini aku mengabaikanmu. Seharusnya aku tidak menjadikan sibuk sebagai alasan untuk mengabaikanmu,” tutur Keenan.
Keenan pun mengajak Nana ke dalam dan mereka dikejutkan dengan kedatangan Jeff.
Nana menyentuh lengan Keenan karena wajah suaminya itu terlihat sangat emosi mendapati Jeff yang berani datang. “Mau apa kamu kemari?”
“Aku ingin bertemu Kyra.”
Keenan terkekeh, “Untuk apa?”
__ADS_1
“Itu urusanku, temui aku dengan Kyra.”
Keenan meraih kerah baju yang Jeff kenakan dan mencengkramnya, “Sebelumnya kamu sudah berani menginjak harga diri adikku sekarang dengan entengnya kamu mengatakan ingin menemuinya. Apa kamu menyesal atau ingin bertanggung jawab? Terlambat, Kyra sudah tidak butuh itu semua.”
“Apa maksudmu?”
“Pergilah!” titah Keenan sambil melepaskan cengkramannya.
“Dimana Kyra? Jangan mempermainkanku, kamu tahu sendiri aku masih menyimpan file yang hanya akan membuat kalian malu.” Ucapan Jeff yang mengancam Keenan demgan tujuan dipertemukan dengan Kyra ternyata menyulut emosi Keenan.
Bugh.
Keenan melepaskan pukulannya dan tepat mendarat di wajah Jeff, membuat pria itu tersungkur di lantai. Nana bahkan sempat menjerit saat Keenan memukul Jeff dan menahan tubuh suaminya karena terlihat akan kembali melayangkan pukulan.
“Abang, cukup. Jangan membuat masalah makin pelik,” lirih Nana. “Ingat, dia masih memiliki video Kak Kyra dan bagaimanapun laki-laki ini ayah dari anak yang dikandung Kak Kyra,” ungkap Nana sambil memeluk Keenan dari belakang agar menghentikan Keenan berbuat nekat.
Jeff beranjak berdiri sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah, dia lalu terkekeh. “Biarkan aku bertemu dengan Kyra, ingat yang aku ucapkan tadi,” ancam Jeff. Dia yakin Kyra tidak ada di rumah itu, tapi tidak tahu dimana Elang menyembunyikannya.
Jeff pun meninggalkan kediaman Elang. “Kita akan segera bertemu Kyra, aku akan pastikan itu.”
... Bersambung
__ADS_1
Yuhuuu, sambil nunggu update mampir yukkk ke novel lain yang nggak kalah seru.