
Di kediaman Elang, Keenan baru saja mendapatkan nasihat panjang dari Papanya. Apalagi kalau bukan hubungannya dengan Nana. Baik Elang atau pun Kayla tidak memihak Keenan tapi berharap agar putranya lebih dewasa, bijak dan sabar menjalani rumah tangga.
Akan banyak cobaan termasuk yang Keenan dan Nana alami saat ini. Mendengar ada keterlibatan Hana yang membuat Nana kecewa dan kembalinya Jeff di Two Season. Diputuskan Hana tidak lagi menjadi asisten Keenan, tapi diturunkan jabatannya menjadi staf biasa dan tidak ada garis koordinasi langsung dengan Keenan.
Saat ini Keenan sudah berada di kamarnya, berbaring di ranjang sendirian. Merasa kesepian dan bersalah pada Nana.
Dia membuka ponselnya, “Sudah aktif,” ujar Keenan melihat banyak pesan yang dikirim untuk Nana telah terbaca. Bergegas melakukan panggilan, beberapa kali tidak dijawab.
[Sayang, kamu dimana?]
[Aku minta maaf, kita sama-sama perbaiki]
[Janela, aku tidak bisa tanpamu]
Lagi-lagi pesan yang dikirimkan oleh Keenan sudah dibaca tapi tidak ada balasan.
“Mungkin dia butuh waktu. It’s okay, selama dia tidak blokir kontak aku artinya dia masih mau berkomunikasi,” gumam Keenan.
[Selamat tidur sayang, semoga esok pagi hati kamu luluh dan kamu mengijinkan kita bisa bertemu]
Sedangkan di kediaman Malik.
Nana tetap tinggal sementara kedua orangtuanya memilih pulang dan membiarkan putri mereka menepi untuk kembali memikirkan keputusannya.
Nana sendiri sudah berada di kamar, duduk bersandar pada headboard memandang layar TV tanpa minat. Matanya menatap layar yang menanyangkan acara tapi jelas pikirannya melamun.
Getar ponsel di atas nakas menyadarkannya dari lamunan. Membaca pesan masuk yang ternyata dari Keenan.
Nana menghela pelan setelah membaca pesan yang dikirim oleh Keenan. “Gombal, aku tidak bisa tanpamu. Tapi kalau sudah sibuk kerja juga lupa kalau sudah punya istri,” keluh Nana. berniat membalas pesan tersebut, tapi urung dan memilih mematikan TV lalu berbaring.
__ADS_1
...***...
“Pak Keenan, ada Pak Malik ingin bertemu,” ujar Saskia melalui interkom.
“Pak Malik? Ah, suruh masuk,” jawab Keenan.
Keenan beranjak dari meja kerjanya berbarengan dengan pintu ruangan yang dibuka dan masuklah Malik.
“Maaf Om, silahkan duduk,” ujar Keenan setelah bersalaman dengan Malik.
“Kita tunggu orang tuamu, aku sudah menghubunginya sebelum ke sini.”
Keenan hanya menganggukkan kepalanya, dalam hati dia merasa was-was. Entah apa yang ingin Nana sampaikan lewat pihak keluarganya, bahkan ingin bicara juga dengan orangtua Keenan.
Tidak lama kemudian, Elang pun tiba. Ketiganya duduk di sofa dengan raut wajah tidak biasa.
“Kita langsung saja, saya mewakili Nana ada hal yang perlu disampaikan,” ucap Malik membuka percakapan.
“Aku pun ingin begitu, tapi Nana keras kepala.”
Elang menghela nafasnya. Baru saja dia merasa lega karena Kyra sudah menikah dengan Jeff walaupun cukup terlambat. Saat ini dia kembali diuji dengan urusan Keenan dan Nana.
“Biarkan saya bertemu Nana,” pinta Keenan.
“Nanti dulu, kamu harus dengar dulu apa yang disampaikan oleh Nana. setelah itu putuskan apakah masih ingin menemuinya.”
“Nana kecewa karena sikap kamu dan kehadiran asisten kamu yang cukup berani dan membuatnya tidak nyaman. Terserah kamu harus memutuskan bagaimana, yang jelas kalau kalian kembali bersama pastikan perempuan itu tidak lagi berada diantara kalian.”
Keenan masih menyimak penuturan Malik.
__ADS_1
“Nana juga menyampaikan, dia terima kalau kamu menggugat cerai.”
“Saya pikir ini hanya masalah kecil dan bisa kami selesaikan baik-baik, tidak akan ada perceraian,” jawab Keenan dengan penuh keyakinan.
“Sebentar, ada yang belum kamu ketahui. Entah apa keputusan kalian, tapi pastikan pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan,” tutur Malik.
Elang dan Keenan saling tatap, seakan saling bertanya ada masalah apa.
“Hasil medical check up Nana ternyata kurang baik. Dia dinyatakan akan sulit hamil, karena ada masalah dengan rahimnya. Aku mengerti perasaan Nana, karena istriku sendiri mengalami hal itu. Cukup lama kami mendapatkan keturunan. Mungkin Nana salah karena tidak terbuka tentang hal ini tapi kita harus mengerti jika berada di posisinya,” ungkap Malik.
“Bagaimana Keenan?” tanya Elang.
“A-aku ….”
“Tidak usah kalian jawab saat ini. Meskipun ada kekurangan dari Nana, dia tidak ingin diduakan. Jadi kalau kamu memang berencana memiliki keturunan dan harus menikahi wanita lain, ceraikan Nana.”
Setelah kepergian Malik, Elang menepuk bahu Keenan.
“Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan. Papa tidak akan campur tangan dengan keputusanmu.”
Keenan mengusap kasar wajahnya. Ternyata masalahnya semakin pelik dan Keenan kecewa karena Nana tidak terbuka dengan masalah ini.
“Aku harus bertemu Nana,” ujar Keenan bergegas keluar dari ruangannya.
“Pak Keenan ada ….”
“Nanti saja, ada hal penting yang harus aku urus,” ujar Keenan saat meninggalkan ruangannya.
\=\=\=\=
__ADS_1
Haiiii, gimana-gimana, penasaran 'kan?" 😉 sambil nunggu update, mampir yuk ke karya teman akuu, gak kalah seru loh.