Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Menghubungi Elang


__ADS_3

Jeff membiarkan mesin mobil masih menyala agar AC tetap hidup, dia sendiri memilih keluar dari mobil bersandar pada pintu. Salah satu keamanan kediaman Reka menghampiri Jeff.


“Nona Kyra nggak pulang, Pak ?”


“Masih di dalam, tertidur. Nggak tega saya bangunkannya, mau digendong nanti ngambek.”


“Ya sudah Pak, saya tinggal.”


“Hm.”


Tidak lama kemudian Kyra pun terbangun dan menyadari sudah berada di kediaman Reka. “Kenapa nggak bangunkan aku?” tanya Kyra setelah dia keluar dari mobil.


Jeff menatap wajah Kyra yang merengut kesal.


“Nggak tega.”


“Gombal,” ketus Kyra lalu berjalan meninggalkan Jeff.


Bergegas mematikan mesin mobil, lalu Jeff mengekor langkah Kyra. “Kyra, jadi kapan kita bisa bicara serius?”


“Nggak tahu.”


“Sekarang saja ya,” pinta Jeff.


Kyra berdecak tapi tidak menolak. Duduk di sofa ruang tamu kediaman Reka, Jeff pun ikut duduk bersebrangan dengan Kyra.


Kyra memanggil asisten rumah tangga Reka, “Mbok buatin minum dong,” pinta Kyra. Kyra malah asyik dengan ponselnya, Jeff cukup gemas melihat tingkah wanita itu. Kalau dulu mungkin dia akan bicara atau menghardik Kyra tapi saat ini Jeff tahu diri kalau dia salah.


“Kyra,” panggil Jeff pelan.

__ADS_1


“Hm.”


“Bisa kita bicara, atau aku langsung temui Pak Elang?”


“Eh, jangan. Mau ngapain sih ketemu Papah?”


Si Mbok datang membawakan minuman untuk Jeff dan Kyra. Jeff kembali membuka suaranya.


“Aku serius Kyra, aku ingin bertanggung jawab.”


“Bertanggung jawab apa?”


Jeff mengusap kasar wajahnya. “Bertanggung jawab atas kehamilan kamu, karena aku yang meng_hamili kamu.”


Kyra menatap wajah Jeff terutama kedua mata yang tidak menampakan kebohongan. Pria itu benar-benar serius dalam ucapannya. Kyra mendadak mellow, mengingat perlakuan yang diterima olehnya dari Jeff juga Sena termasuk kekecewaan orangtuanya. Kedua mata Kyra sudah mengembun bahkan dia menggigit bibirnya menahan tangis.


Jeff menghampiri Kyra dan bersimpuh dihadapan wanita itu. Menempelkan wajahnya pada lutut Kyra, “Maafkan aku, aku khilaf dan terpengaruh hasutan Ibu. Seharusnya kami tidak memanfaatkan kamu hanya untuk membalaskan dendamnya,” ungkap Jeff.


“Pukul aku Kyra, luapkan kemarahanmu. Tapi tolong terima niatku untuk memperbaiki kekacauan yang sudah aku buat. Hubungan keluarga kita seperti benang kusut dan kita akan sama-sama mengurainya.”


“Kalian tidak tahu apa yang sudah aku alami.”


“Mulai saat ini biarkan aku menemanimu dan mengganti waktu yang sudah kamu lewati dengan berat.”


“Bohong?”


 “Aku serius.”


Jeff mengulurkan tangannya menghapus air mata Kyra, “Jangan nangis lagi ya, ada aku. Kita akan lewati bersama." Kyra bergeming, Jeff mengusap perut Kyra dengan hati-hati karena khawatir akan ditepis oleh Kyra. Bahkan saat ini Jeff duduk di samping Kyra lalu menunduk untuk mencium perut yang terlihat sudah membola.

__ADS_1


“Sudah tahu jenis kelaminnya?” tanya Jeff dengan tangan masih berada di perut Kyra.


“Laki-laki,” jawab Kyra.


Jeff kembali membungkuk dan bicara di depan perut Kyra. “Hey boy, maaf Papi baru menyapamu. Jangan nakal ya, kasihan Mami … auw.” Jeff mengusap tangannya yang dicubit Kyra.


“Papi, Mami? Memang aku setuju panggilannya begitu?”


Jeff terkekeh pelan. Kyra mendesis merasakan tidak nyaman dengan tubuhnya.


"Kamu kenapa? Apa yang sakit?" ranta Jeff panik.


"Bukan sakit tapi pegal. Punggung, pinggang, kaki dan telapaknya. Laki-laki mana tahu rasanya hamil."


Tanpa ijin, Jeff mengusap pinggang Kyra. Awalnya Kyra ingin berontak dan menolak usapan tangan Jeff tapi urung karena merasa nyaman dengan sentuhan Jeff.


"Eh, ngapain kamu deka-dekat Kyra, pindah!" pinta Reka yang baru saja tiba.


"Om Reka, ini nggak seperti yang Om pikirkan loh."


"Memang aku berpikir apa? Kamu tetap duduk," ujar Reka pada Jeff. Mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo, Bang Elang."


"Ehh, Om Reka jangan hubungi Papa."


\=\=\=\= bersambung


Yuhuuu,rekomendasi novel yang cukup menarik karya rekan akuhh, mampir yuksss.

__ADS_1



__ADS_2