Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Jeff, Bangun ....


__ADS_3

"Abang ngapain sih tanya masalah itu ke dokter?"


Nana memeluk lengan Keenan setelah urusan pemeriksaannya telah selesai.


"Itu penting sayang."


"Kan aku malu sama dokternya."


Keenan mengusap tangan Nana yang memeluk lengannya.


"Nanti malam ya, aku janji bakal pelan-pelan dan ... auwww kok nyubit sih," keluh Keenan sambil mengusap lengannya.


"Ayo pulang, tapi aku mau makan yang berkuah."


"Ayo," ajak Keenan sambil merangkul pundak Nana.


Sore ini Keenan sengaja meluangkan waktu untuk Nana. Selain untuk pemeriksaan, dia akan menemani Nana yang sudah beberapa waktu hanya diam di kamar karena khawatir dengan kondisi kehamilannya.


"Hati-hati, sayang," ujar Keenan saat membuka pintu dan menunggu Nana perlahan menurunkab kakinya.


"Kok bakso yang ini, aku mau yang dikios pinggir jalan."


"Kamu sedang hamil, harus hati-hati dalam memilih makanan."


Nana berdecak, "Tapi ...."


"Kita makan di sini atau pulang."


Nana mengiyakan meskipun dengan wajah cemberut.


Sedangkan di apartemen Jeff, Sena membujuk Jeff untuk menginap karena masih ingin bermain dengan Athar.


"Lain kali saja Bu, Athar terlihat sudah tidak nyaman, dia tidak biasa di tempat baru."


Sena menciumi pipi gembil cucunya yang terlihat menggemaskan.


"Kamu benar-benar mirip dengan Papih kamu waktu kecil. Lain kali menginap di sini ya sayang," ujar Sena.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Jeff baru saja terparkir dan ternyata berbarengan dengan Keenan dan Nana yang baru saja datang.


"Hai Athar," panggil Nana.


"Ck, besok jangan sampai mangkir. Kamu pikir aku tidak sibuk harus menghandle tugas kamu."


"Sehari doang, sudah ngeluh," ejek Jeff.


Sedangkan Nana sedang berinteraksi dengan dengan Kyra dan Athar.


"Sepertinya Papa dan Om Eltan serius untuk mempercayakan Two Season Bali kepadamu."


Jeff berdecak pelan, "Lalu bagaimana keluargaku?"


"Ya bawa pindah ke sana," sahut Keenan.


Jeff memperhatikan Kyra, dalam benaknya memikirkan apakah Kyra bisa hidup bersamanya jauh dari keluarga.


"Sayang, kok melamun," ujar Kyra. Keenan dan Nana sudah beranjak masuk.


"Athar mana?"


"Nanti saja bahasnya, setelah kamu melahirkan," tutur Jeff sambil menggandeng Kyra masuk.


"Masih lama, Tentang apa, bikin penasaran deh," cetus Kyra.


"Bukan hal besar, mungkin nanti kita bahasnya bersama orangtua kamu, sayang."


"Hm, ya sudah."


"Setelah ini biar Athar sama pengasuhnya ya, kita perlu waktu berdua," usul Jeff.


"Kok aku merasa ada udang dibalik bakwan."


"Itu perasaan kamu saja. Aku juga butuh dimanja sayang, bukan hanya Athar," ucap Jeff sambil mengerlingkan matanya.


Athar yang dibawa masuk oleh Keenan diserahkan pada pengasuhnya. Elang dan Kayla tidak ada di rumah. Keenan segera mengajak Nana ke kamar.

__ADS_1


"Mandi dulu sayang atau mau mandi bareng."


"Abang duluan aja. Nggak mau bareng, yang ada malah lama."


Malam itu dua pasangan suami istri yang diliputi kebahagiaan merajut kasih dalam penyatuan diri. Awal hubungan mereka yang tidak biasa dan godaan pada awal pernikahan ternyata mampu dilewati dan membuat hubungan lebih kuat.


Keenan yang mengeerang panjang setelah mendapatkan pelepasannya segera melepaskan bagian bawa tubuhnya dari tubuh Nana lalu merebah di sampingnya.


"Hahhh, akhirnya," pekik Keenan masih menikmati gelombang kenikmatan yang baru saja dia raih.


Nana perlahan menggeser tubuhnya dan beranjak duduk menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Maaf ya, kita jadi terbatas melakukan ini."


Keenan masih mengatur nafasnya yang terengah.


"It's okey sayang, Paling tidak tiga hari sekali aku masih bisa berkunjung. Yang penting bayi kita sehat."


Tidak jauh berbeda dengan Keenan, Jeff pun sedang mendaki gunung dan melewati lembah milik Kyra. Hanya pergerakannya benar-benar terbatas karena kehamilan Kyra yang sudah memasuki enam bulan.


"Kyraaa," teriak Jeff setelah mencapai pelepasannya.


Terdengar dering ponsel Jeff.


"Sayang, ponsel kamu," ujar Kyra.


"Aku masih lemas sayang," sahut Jeff menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


Kyra mengulurkan tangannya meraih ponsel Jeff dan melihat nama Sena tertera di layar.


"Ibu Sena." Kyra menjawab panggilan dari Ibu mertuanya karena Jeff sudah tertidur.


"Jeff, to-long ... sesak sekali."


"Ibu, halo ... Bu Sena. Jeff, ini Ibu Sena. Jeff bangun ....." ujar Kyra sambil mengguncang tubuh Jeff.


\=\=\=\=\= Sambil tunggu kelanjutan mereka,

__ADS_1


Mampir ya ke karya teman aku



__ADS_2