
Nana meletakan remote Tv sambil menghembuskan nafasnya. Jenuh dengan aktivitas yang lebih banyak di kamar. Mengusap perutnya yang sudah sangat membola, terasa kedutan di kedua sisi perutnya.
“Hai sayang, sabar ya di dalam. Kalian belum waktunya keluar,” ujar Nana.
Saat ini kehamilan Nana sudah masuk tiga puluh empat minggu. Minggu lalu setelah pemeriksaan rutin, kondisi kedua janinnya sehat tapi keluhannya belum hilang. Selalu merasakan kontraksi, membuat dokter menyarankan untuk bedrest.
Perjuangan Nana dan Keenan untuk mendapatkan keturunan sampai mereka harus berpisah saat Nana terapi dan pengobatan, membuat keduanya harus lebih sabar menjalani proses kehamilan Nana. Keenan bahkan harus berpuasa lebih awal untuk tidak menyentuh istrinya.
Nena dan Kayla yang bergantian mendampingi Nana ketika Keenan bekerja, seperti saat ini kedua wanita itu sedang menyiapkan kamar untuk cucu mereka. Termasuk pernak pernik dan kebutuhan bayi bukan Nana yang menyiapkan tapi Nena dan Kayla.
Krek.
Nana menoleh mendengar pintu kamarnya dibuka lalu tersenyum.
“Hai, Athar sayang.”
Bocah itu terlihat berlari kecil menghampiri sofa bed dimana Nana berada. Diikuti oleh pengasuhnya, berceloteh dan bergumam yang belum bisa dimengerti.
“Apa sih, Tante nggak ngerti kamu bilang apa. Kamu sudah tidur siang belum?”
“Belum Bu, susah banget,” jawab pengasuh Athar.
“Loh, ada Athar. Kamu belum tidur,” ujar Kayla yang baru saja masuk ke kamar Nana membawa box berisi salad buah. “Ayo, kamu tidur dulu jangan ganggu tante Nana.”
“Dihabiskan ya.”
Nana mengangguk pelan. “Mommy sudah pulang ya Mah?”
“Belum. Masih ada di kamar sebelah.”
Kamar Nana kembali sepi setelah Athar dan yang lainnya keluar. Nana mengambil ponselnya, ternyata ada pesan dari Keenan.
[Sayang, sedang apa? Sabar ya, aku tahu kamu jenuh]
[Demi bayi kembar kita yang pastinya gumush seperti kamu]
[Aku usahakan cepat pulang. Love you Janela]
Nana tersenyum membaca pesan Keenan.
[Love you too, Keenan] balas Nana.
Nana menggigit bibirnya menahan nyeri yang kembali muncul setelah mengatur nafasnya perlahan nyeri itu hilang. Beranjak bangun karena ingin ke toilet dan melangkah pelan.
“Eh ….” pekik Nana merasakan ada cairan yang merembes. “Mommy,” panggil Nana masih berdiri ragu dan takut untuk melangkah atau bahkan duduk.
“Mama,” panggil Nana.
Pintu kamarnya kembali terbuka, ternyata pengasuh Athar. “Bu Janela, butuh sesuatu?”
“Mbak, tolong saya,” keluh Nana yang merasakan kembali nyeri di perutnya.
Pengasuh Athar bergegas menghampiri Nana dan membantu untuk kembali duduk. Dia tidak ingin membuat panik dengan mengatakan Nana pendarahan.
__ADS_1
“Saya panggil Ibu Kayla dulu, Bu Janela diam dan jangan banyak gerak.”
Tidak lama setelah kepergian pengasuh Athar, Kayla dan Nena datang dan langsung panik melihat kondisi Nana.
“Mom, anak-anakku kenapa?” tanya Nana dengan kedua matanya berkaca-kaca.
“Kita ke rumah sakit.” Kayla langsung keluar dari kamar, mencari bantuan dan menyiapkan mobil.
Elang sendiri yang mengemudikan mobil menuju Rumah Sakit, Nena menenangkan putrinya yang mulai panik dan merasakan kontraksi. Kayla menghubungi Keenan agar langsung menuju Rumah Sakit.
Sampai di rumah sakit Nana dibawa menuju ruang tindakan bersalin. Keenan baru saja tiba saat Dokter akan menyampaikan kondisi Nana.
“Ibu Nana harus melahirkan sekarang dan berdasarkan rekam medik beliau memang ada masalah dengan rahimnya. Tolong disetujui tindakan operasi yang akan kami lakukan,” tutur Dokter.
Keenan tidak berpikir lama, segera menyetujui apa yang harus dia lakukan demi kebaikan istri dan anak-anaknya. Keenan diperkenankan bertemu dengan Nana sebelum masuk ruang operasi.
“Abang, aku takut,” keluh Nana.
Keenan menghapus air mata Nana, memeluk dan mencium keningnya.
“Kamu kuat sayang, mereka akan baik-baik saja. Kita akan berkumpul dan berbahagia dengan kehadiran mereka.”
“Tapi ….”
“Sttt, jangan pikirkan apapun. Aku tunggu di luar, oke.”
Nana menganggukan kepalanya. Keenan kembali mendaratkan bibirnya di kening Nana sebelum brankar yang membawa istrinya masuk ke dalam ruang operasi.
“Mah,” rengek Keenan memeluk Kayla. “Nana ….”
Kedua orangtua baik Keenan dan Nana ikut menunggu dengan cemas bersama Keenan. Hampir dua jam berlalu, Keenan dipanggil oleh perawat. Keenan sudah bertemu dengan kedua bayi kembarnya dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Tapi ada hal lain yang mengkhawatirkan yang disampaikan oleh Dokter. Terjadi pendarahan pada rahim Nana yang mengharuskan pengangkatan rahim, artinya mereka tidak akan bisa mempunyai anak lagi.
“Tapi kondisi istri saya, bagaimana Dok?”
“Saat ini Ibu Janela masih dalam pengaruh obat dan belum sadarkan diri, intinya operasi berjalan dengan lancar.”
Keenan menghela nafas lega lalu menganggukkan kepalanya. Masih belum boleh menemui Nana, Keenan akhirnya menemui orangtua untuk menyampaikan kondisi Nana.
“Bagaimana kondisi Janela?” tanya Nena.
Kayla mendudukkan Keenan yang terlihat lemas dengan Kayla dan Elang duduk di samping Keenan. “Operasinya lancar, si kembar kondisinya normal. Tapi Nana pendarahan jadi … dokter mengangkat rahim Nana.”
Nena yang tidak sanggup mendengar penjelasan Keenan, memeluk Janu dan terisak di dada suaminya.
“Dokter sudah melakukan proses pengangkatan rahim, kita tinggal tunggu Nana sadar dari pengaruh obat.”
...***...
Nana sudah melewati masa observasi bahkan dia sudah tersadar penuh dan saat ini sudah dipindah ke kamar perawatan. Awalnya sempat histeris karena khawatir dengan kondisi kedua bayinya yang masih berada di inkubator.
Bahkan saat Keenan menyampaikan dengan hati-hati hasil operasi, membuat Nana terisak.
“Kamu jangan nangis, sayang. Jangan banyak bergerak dulu.”
__ADS_1
“Abang nggak masalah kita nggak bisa punya anak lagi?”
“Tidak sayang, mereka dan kamu cukup untuk kita bahagia.”
Tiga tahun kemudian.
“Max, jangan lari sayang,” panggil Nana sambil menuntun Mei baru saja turun dari mobil.
“Aku mau bertemu Elvira,” sahut Max. Elvira adalah putri Kyra dan Jeff.
Max Sanjaya dan Mei Sanjaya, anak kembar Keenan dan Nana. Mereka baru saja pulang dari liburan bersama orangtua Nena.
“Hei, cucu Opa sudah datang,” pekik Elang yang berjongkok karena Mei berlari menghambur ke dalam pelukan Elang. “Bagaimana liburannya, senang?”
“Senang, tinggal aku liburan dengan Opa Elang dan Oma Kayla.”
“Nggak ada sayang, Bunda lelah.” Keenan merangkul bahu Nana mengajaknya masuk.
Kyra duduk di sofa ruang keluarga mengawasi kedua anaknya yang sedang bermain, Athar dan Elvira.
“Elvira,” panggil Max. Keempat bocah itu kemudian asyik dengan mainan-mainan mereka di karpet.
“Kenapa sih cemberut aja,” ujar Keenan sambil mengacak rambut Kyra.
“Aku mau liburan kayak kalian.”
Keenan dan Nana terkekeh, dengan keluhan Kyra. Saat ini Kyra sedang hamil anak ketiga bahkan sudah masuk hari perkiraan lahir.
“Setelah ini jangan langsung punya anak lagi, sudah tiga anak. Kecuali nggak mengeluh, terserah kalau masih mau hamil lagi,” tutur Kayla ikut bergabung dengan keempat cucunya.
“Ini yogurt nya.” Jeff menyodorkan botol yogurt untuk Kyra dan duduk di sampingnya.
Nana yang berada dalam pelukan Keenan menyaksikan kebahagian keluarga besar mereka. Begitu pun dengan Kyra dan Jeff yang terlihat sangat mesra berbanding terbalik dengan masalah mereka dulu.
Elang dan Kayla pun tidak kalah bahagia berada di tengah keempat cucu mereka yang akan bertambah satu tidak lama lagi.
“Loh, aku pipis,” pekik Kyra.
“Hah, kenapa nggak di toilet. Sudah belet atau gimana? ” pekik Jeff.
“Itu bukan pipis tapi pecah ketuban,” ujar Kayla.
“Owh, anak aku sudah mau lounching,” sahut Jeff gembira.
...~~ TAMAT ~~...
Haiii, akhirnya Kukira Kau Cinta tamat yess. Seperti biasa, tinggalkan contoh yang buruk dan ambil contoh baik yang tersirat. Terima kasih yang selalu menunggu update dari kisah Nana – Keenan dan Jeff – Kyra. baik itu like, hadiah. Vote dan komentar.
__ADS_1
Terima kasih saya ucapkan untuk Cahaya, Hearty muneey, Dian Asmy, semua akun Herty, Khalisa, Fanthaliya, Lancar Jaya Plastik (terima kasih tipsnya), Ayu Maghfiroh, Diastin, Defi Eryani, Dyra, Yeni, Sutiara Hayati, Jingga, Irma Herawati, Sri Ayudesriya46, Rahayu, Bundo Rasyaad, Indah, Hesti Ariani,Is wanthi, Iis latifa dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Thank you so much gaess. Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain dan follow IG aku ya. Sehat-sehat untuk kalian.