Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Pagi harinya, Keenan terbangun dan melihat Nana masih terlelap. Menyadari semalam dia telah melewati malam indah bersama dan telah berhasil menjadikan istrinya wanita yang sempurna. Tubuhnya masih polos setelah pertempuran semalam, sedangkan Nana sudah masih mengenakan kimono setelah semalam memaksakan diri ke toilet.


Keenan meraba tubuh istrinya yang ternyata belum mengenakan pakaian dal*m. Menyingkap selimut dan tangannya kembali bergerak nakal, membuat Nana menggeliat pelan lalu membuka matanya. “Bang Keenan,” ucapnya.


“Hm.” Keenan menarik tali kimono yang dikenakan Nana dan memamerkan tubuh menggodanya. “Lagi ya sayang, kamu sudah jadi candu.”


“Tapi ….”


“Aku pelan-pelan kok,” ucapnya. Kamar itu kembali menjadi saksi penyatuan diri Keenan dan Nana. Nana yang belum terbiasa dan benar-benar baru dengan kegiatannya hanya berusaha menjadi istri yang baik dan sempur untuk Keenan.


Suasana semakin panas dan decappan serta dessahan terdengar cukup membuat Keenan semakin berg*irah. Sampai akhirnya keduanya meluapkan rasa dan serasa melayang karena berhasil meraih kembali puncak kenikmatan dunia.


Keenan sudah berbaring di samping Nana sambil terkekeh mendengar keluhan istrinya. “Katanya mau pelan-pelan, punya aku masih sakit tau.”


“Maaf, sayang. Aku terbawa perasaan. Makanya kita harus sering biar nggak sakit lagi.” Keenan beranjak dari posisinya lalu mencium kening Nana sebelum dia berjalan menuju kamar mandi. Nana hanya terbengong menatap Keenan yang tidak berjalan tanpa mengenakan pakaian.


Saat Keenan keluar dari kamar mandi, mendapati istrinya sudah kembali terlelap. Dia hanya tersenyum, karena berhasil membuat Nana kelelahan. Memunguti pakaian yang semalam dia lempar dan diletakan  sembarangan.


Sementara itu di meja makan, sudah ada Kayla dan Elang. Sempat heran ketika melihat Keenan hanya turun sendiri.


“Pagi Mah, Pah.”


“Hm.”


“Istri kamu, mana?”


Keenan ragu untuk menjawab, tapi Kayla masih menunggu jawabannya. “Masih tidur.”


“Tumben,” jawab Kayla.


“Halahh, Mamah kamu kayak nggak pernah merasakan muda aja.”


Keenan hanya terkekeh. “Sudah biarkan saja menantu kamu itu istirahat, paling juga habis dikerjain Keenan.”

__ADS_1


“Astaga, kalian ini Ayah dan anak sama-sama ganas, bikin istri kewalahan.”


“Keturunan siapa dulu, Sanjaya.” Elang dengan bangka menepuk dadanya.


“Loh, Kyra nggak kelihatan. Berangkat pagi lagi?”


“Nggak. Dia semalam menjenguk Oma tapi katanya mau nginap di sana. Mumpung ada Kiran.”


(Kiran adalah putri pertama Eltan dan Rika, yang umurnya nggak jauh beda dengan Kyra, sempat diulas di Menikahi Pamanmu, bab-bab akhir).


***


Sedangkan di kediaman Eltan. Kiran yang sudah bersiap menuju salah satu rumah sakit di Jakarta, karena sedang dalam kegiatan internship . Melihat sepupunya masih pulas, dia pun meninggalkan Kyra.


Kyra pun akhirnya terbangun, meraba nakas mencari ponselnya. “Hahh,” pekik Kyra sambil beranjak duduk setelah mengetahui saat ini sudah lewat dari jam sembilan.


“Ya ampun, kenapa bisa aku kesiangan begini. Kiran kenapa nggak bangunin aku sih,” keluh Kyra. Sepertinya tadi malam adalah tidur berkualitas semenjak kejadian dia bersama Jeff. Rasa takut, marah dan kecewa dalam diri Kyra membuatnya resah dan tidak bisa beristirahat dengan baik.


“Pagi Oma,”  sapa Kyra memeluk Oma yang berada di atas kursi rodanya. Muachhh, Kyra mencium pipi Meera yang terkekeh karena sikap manja cucunya.


“Udah siang kali,” ejek Rika, Kyra hanya terkekeh.


“Lagian Kiran nggak bangunin aku, main kabur aja.”


“Kiran lagi magang, nggak boleh terlambat. Dia lagi berjuang untuk dapat ijin praktek sendiri.”


“Tumben Mamah kamu nggak telpon Tante. Biasanya kalau kamu di sini pasti dia sibuk nanyain kamu terus.”


“Udah ada Nana, jadi nggak akan kesepian,” sahut Kyra. “Memang keinginan Mamah sih, mau anaknya cepat menikah, kayaknya biar rumah makin ramai kali ya.”


“Kamu juga cepat nikah terus punya anak, gih.”


Kyra hanya tersenyum kecut. Gimana mau menikah, nggak yakin masih ada yang mau sama aku yang udah begini, batin Kyra.

__ADS_1


“Aku pulang ya,” ucap Kyra. Kembali memeluk Oma dan Rika sebelum  dia meninggalkan kediaman Eltan. Rencana Kyra akan langsung pulang berubah karena dalam perjalanan dia dihubungi rekannya di galeri, ada hal urgen yang membuatnya menuju ke sana.


Sementara di kediaman Elang.


Nana yang baru membuka matanya, terlihat bergerak malas. Selain masih mengantuk, badannya terasa remuk akibat ulah Keenan. “Loh jam berapa ini?” Melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.


“Keenan Sanjaya, bener-bener kamu. Aku ditinggalin begini, mana udah siang. ‘kan malu sama Mamah Kayla, dipikirnya aku malas bangun padahal udah punya suami. Gerak Nana terbatas karena rasa nyeri dan pegal di bagian intim_nya. Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian, Nana beranjak menuju lantai bawah.


Kayla sudah melihat Nana, berjalan perlahan menuju dapur. Dia hanya tersenyum, “Bener-bener si Keenan, ngerjain istrinya.” Kayla tidak mengetahui jika Keenan baru berhasil menyentuh Nana tadi malam.


“Na, kamu mau sarapan? Biar minta Bibi siapkan.”


“Eh.” Nana yang mengambil gelas dan mengisinya dari dispenser terkejut dengan kehadiran Kayla di dapur. “Iya Mah, nanti aku bilang ke Bibi. Maaf, aku kesiangan.”


Kayla hanya terkekeh, “Kenapa harus minta maaf.”


“Ya, harusnya ‘kan aku urus sarapan abang terus ….”


“Jangan sungkan begitu sayang, gimana nyamannya kalian aja. Mamah tahu Keenan sebenarnya ingin ajak kamu ke apartemen.” Nana hanya tersenyum menanggapi Kayla. Membayangkan jika dia dan Keenan benar-benar tinggal terpisah dari orangtuanya, mungkin dia tidak sesungkan ini.


***


Hari ini Jeff kurang bersemangat, mengingat nanti malam dia ada janji dengan seseorang. Ibunya mengenalkan dan bermaksud menjodohkan Jeff dengan putri kenalannya. Bahkan Jeff sudah diminta menyiapkan cincin untuk persiapan pertunangan sebagai bukti jika dia dan Ibunya benar-benar serius.


Selama ini Jeff selalu patuh pada ibunya tapi soal perjodohan dia kurang menyukai ide ini. Kalaupun harus menikah Jeff ingin memilih sendiri wanita yang akan menemani masa depan dan masa tuanya. Namun, tidak ingin mengecewakan dan ingin Ibunya bahagia, Jeff pun hanya bisa menyetujui permintaan Ibunya.


Membuka ponselnya dan melihat kembali foto-fotonya saat bersama Kyra di dalam pernikahan Keenan. Jeff tersenyum sinis melihat foto-foto Kyra yang dia dapatkan karena Kyra dalam keadaan mabuk tidak sadar jika Jeff mengabadikan semua momen malam itu. Termasuk saat penyatuan diri keduanya.


Jeff bahkan terbahak saat memutar video adegannya bersama Kyra.


“Ini bisa aku gunakan untuk membuat mereka semakin terpuruk. Hanya menunggu waktu yang tepat.”


 

__ADS_1


__ADS_2