
Jeff menggenggam erat tangan Sena. Wanita itu sedang berjuang dengan segala macam alat medis karena sempat terkena serangan jantung. Sesekali Jeff menciumi tangan sang Ibu, hanya dia yang dimiliki oleh Sena begitu pula dengan Jeff.
Kyra yang panik saat menerima telepon dari Sena segera membangunkan Jeff untuk mengecek kondisi Sena. Sampai di apartemen Sena sudah tidak sadarkan diri dan segera mendapatkan perawatan setelah tiba di Rumah sakit.
Elang yang pernah menjadi bagian dari hidup Sena pun bergegas ke Rumah sakit setelah mendapat kabar dari Jeff. Kayla dengan setia menemani Elang tanpa rasa cemburu.
“Mas, kok belum sadar juga sih. Sudah dari semalam loh, apa nggak pindah rumah sakit aja?”
“Kita tunggu saran dokter. Kamu sebaiknya pulang, istirahat. Kyra dan Nana biarkan tetap di rumah dan Keenan pasti sibuk urusan hotel.”
“Hm, Mas Elang nggak apa disini sendiri?”
“Nggak, lagi pula harus ada yang menemani Jeff.”
Saat Kayla tiba di rumah, Kyra terus merengek ingin menemani Jeff di Rumah Sakit. Elang sendiri sudah melarang karena kehadiran Kyra hanya akan membuat Jeff tidak fokus dengan kesehatan Ibunya.
“Kamu diam di rumah, Papa dan Jeff akan mengabari kondisi Ibu Sena. Lagi pula kamu sedang hamil, belum tentu diperbolehkan menunggu pasien. Athar mana?”
“Lagi main sama Kak Nana.”
“Kamu biarkan Nana gendong Athar?”
“Nggak Mah, ada pengasuhnya juga.”
...***...
Sena sempat memberikan tanda-tanda kesadaran, Jeff bergegas memanggil dokter.
“Maaf, Pak. Silahkan tunggu di luar, kami akan periksa kembali kondisi pasien.”
Elang menepuk bahu Jeff agar menantunya itu lebih tenang. Cukup lama mereka menunggu kabar dari dokter ataupun perawat mengenai kondisi Sena.
__ADS_1
“Bagaimana kondisi Ibu saya, Dok?”
“Ibu Sena tadi memang sudah sadar, beberapa kali menyebut nama Jeff.”
“Itu saya.”
“Setelah ini Bapak bisa masuk, tapi tolong jangan membuatnya bicara berlebihan. Kondisinya belum bisa dikatakan stabil,” jelas Dokter.
Jeff pun masuk kembali ke dalam ruangan dimana Sena berada.
“Bu, ini aku Jeff.” Jeff menggenggam kembali tangan Sena. Perlahan wanita yang terkulai itu membuka matanya dan menoleh pelan.
“Jeff.”
“No, jangan bicara apapun. Istirahatkan tubuhmu.”
“Jeff, baha-gia ….” ujar Sena dengan terbata dan parau.
“Maafkan Ibu, Jeff … sayang,” lirih Sena.
“No,” sahut Jeff sambil menggelengkan kepalanya. “Don’t tell like that, you gonna be okay.”
“Bahagia selalu … kamu sudah berada di keluarga yang tepat,” tutur Sena sekuat tenaganya, kemudian dia menarik nafas panjang dan terdengar bunyi alat medis dengan suara tidak biasa.
“Bu, Ibu … No ….Dokter,” teriak Jeff sambil memeluk Ibunya. Dia menangis dan meraung.
Dokter dan beberapa perawat melakukan prosedur tindakan untuk pasien. Terlihat dokter menggelengkan kepala setelah mencoba membangunkan pasien dengan bantuan alat medis.
“Pasien dinyatakan meninggal pada pukul sepuluh lewat lima belas menit,” ucap Dokter.
“Bu, Ibu … bangun. Aku belum berikan yang terbaik. Please, bangunlah,” ujar Jeff sambil menggoyangkan tubuh Sena lalu memeluknya. Elang menghampiri Jeff dan mengajaknya keluar.
__ADS_1
“Duduklah Jeff, biar aku yang urus kepulangan jenazah Ibumu. Sudah yang terbaik untuknya,” tutur Elang.
Elang mengurus semua hal yang diperlukan. Mulai dari kepulangan jenazah, rumah duka dan pemakaman. Saat ini Elang dan keluarga besar Sanjaya berada di rumah duka, menyambut para pelayat kecuali Nana yang diminta tetap di rumah.
Jeff sendiri masih terpuruk, berbaring di pangkuan Kyra.
“Sayang, aku menyesal kita tidak lebih awal menemui Ibu,” ujar Jeff membenamkan wajahnya pada perut Kyra. Kyra membelai rambut Jeff, memahami apa yang dirasakan oleh suaminya.
“Dia sangat bahagia bertemu Athar dan … kenapa kita tidak ….”
“Kyra, ajak Jeff makan. Termasuk kamu,” titah Kayla. “Jeff harus kuat untuk menghadiri pemakaman.”
“Iya, Mah.”
“Rasanya aku tidak sanggup untuk menelan,” ungkap Jeff sambil beranjak duduk.
“Ayo sayang, makan dulu. Ibu akan sedih kalau kamu mengantarkannya dengan tidak berdaya dan kusut begini,” nasihat Kyra.
Jeff mengusap kasar wajahnya.
“Aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kalian. Yang Ibu katakan benar, kalau aku berada di tengah keluarga yang tepat.”
Akhirnya pemakaman Sena pun selesai. Para pengantar jenazah sudah mulai meninggalkan area makam. Kayla dirangkul oleh Keenan lebih dulu meninggalkan gundukan tanah dimana Sena bersemayam. Jeff sendiri masih berjongkok dengan wajah menunduk dan salah satu tangan menyentuh tanah.
Elang berdiri di samping Jeff, mengusap pundak menantunya yang terlihat sedih.
“Tenanglah Sena, Jeff ada bersama kami.”
\=\=\=\= poor Jeff 😢
Gaesss ada karya teman aku nih, mampir yukkk
__ADS_1