Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Belum Ada Judul


__ADS_3

Elang menghela pelan melihat drama keluarga antara Sena dan Jeff. Mendekati Sena yang menangis? "Sadari kesalahanmu dan perbaiki hubunganmu dengan Jeff." 


Elang berjalan menuju pintu tapi terhenti karena ucapan Sena.


"Kamu juga ingin meninggalkanku?" 


"Dari awal tidak ada yang ditinggalkan. Kita sudah tua Sena, keluarga adalah tempat paling nyaman menghabiskan waktu. Walaupun tidak ada pasangan, lebih dekatlah dengan anakmu. Mau sampai kapan kamu menyimpan dendam dan sifat dengki begini." 


"Pergilah, biar Jeff menjadi urusanku." 


Sedangkan ditempat berbeda. Jeff menepikan mobilnya. Mengemudi dalam keadaan emosi hanya akan merugikan dirinya sendiri. 


Sore harinya Jeff menemui Elang sesuai dengan lokasi yang dikirimkan oleh Ayah dari Kyra. "Dimana Kyra ? Saya perlu bertemu dengannya?"


"Untuk apa Jeff, kamu tidak perlu bertanggung jawab. Kami sudah menerima semua ini dan siap mendukung Kyra." 


Elang mencoba bicara setenang mungkin, meskipun masih ada emosi di sana. 


"Aku akan hapus semua file yang aku punya, tapi temukan aku dengan Kyra." 


Elang menghela nafas pelan. "Biar Kyra yang memutuskan apa dia mau menemuimu atau tidak."


...***...


Nana sudah tiba di rumah, bergegas menuju kamarnya. Menyimpan hasil medical check up di salah satu laci nakas, lebih mengarah pada menyembunyikan dibanding menyimpan. Masih memikirkan cara untuk menyampaikannya pada Keenan.

__ADS_1


Kembali mengingat penjelasan dokter, “Ada masalah dengan indung telur Ibu dan ini memerlukan penanganan juga terapi karena jika dibiarkan Ibu akan sulit hamil.”


“Kalaupun saya melewati terapi apa saya bisa memiliki keturunan?”


“Tergantung hasil terapinya. Tapi perlu ditekankan disini, saat pasien melakukan terapi dia juga harus melewati dan melaksanakan pola hidup sehat. Agar berimbang dengan terapi yang dilaksanakan. Itulah mengapa harus ada dukungan suami dan keluarga, maka dari itu saya tunggu kedatangan Ibu Janela berikutnya dengan suami.”


“Berapa lama saya harus melakukan pengobatan dan terapi Dok?”


“Hm, ini saya tidak bisa menentukan. Karena Ibu Janela sebelum melakukan pengobatan akan kembali dilakukan pemeriksaan secara detail.”


Nana menghela nafasnya, umurnya memang tergolong masih muda, seharusnya dia tidak khawatir jika harus melewati masa pengobatan untuk kebaikan pernikahannya ke depan. Tapi Nana tidak bisa bisa membayangkan apa reaksi Keenan yang mengetahui ada masalah dalam tubuhnya.


Pernikahan mereka jelas dilaksanakan karena terpaksa walaupun saat ini keduanya sudah dipastikan saling mencintai, tapi Nana ragu apakah Keenan siap menerima kemungkinan terburuk kalau mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan keturunan.


Nana benar-benar melamun karena tidak menyadari jika Keenan sudah pulang dan saat ini sudah berada di kamar. Pria itu mengusap puncak kepala Nana, menyadarkan sang istri dari lamunannya.


“Makanya jangan melamun terus, mikirin apa sih?”


Nana hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Mau mandi?”


“Hm.”


“Aku siapkan air hangat dulu.”


Keenan dan Nana makan malam hanya berdua saja. Elang dan Kayla berada di kediaman Eltan, sepertinya kondisi Oma semakin mengkhawatirkan. Melihat kondisi keluarga Elang saat ini, Nana merasa menunda menyampaikan pada Keenan adalah keputusan yang tepat.

__ADS_1


“Besok pagi, kita mampir jenguk Oma.”


“Hm.”


“Bahkan Om Reka katanya sudah datang, tapi Kyra nggak ikut.”


“Abang, sepertinya Pak Jeff sudah melunak. Apa Kak Kyra benar-benar tidak ingin Pak Jeff bertanggung jawab?”


“Entahlah, kalau itu harus dibicarakan lagi dengan keduanya. Apa yang sudah dilewati oleh Kyra pasti menjadi pertimbangan sendiri untuknya tidak menerima Jeff. Saat ini kita hanya perlu memastikan kalau Jeff benar-benar menghapus semua file yang dimiliki.”


Esok pagi.


Keenan dikejutkan dengan ponsel yang terus bergetar di atas nakas. Kedua matanya masih terpejam dan masih enggan untuk terbuka.


“Abang, ponselnya,” ujar Nana kembali mengeratkan selimutnya.


Keenan meraba nakas dan mengambil ponsel, membuka matanya dan memastikan jika yang memanggil adalah Papanya. “Halo, Pah.”


Tidak lama kemudian Keenan beranjak duduk karena terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Elang.


“Oke, aku segera kesana dengan Nana.”


“Ada apa?” tanya Nana.


“Kita bersiap, Oma sudah tidak ada,” ujar Keenan. “Om Reka sudah datang sejak kemarin sore, tapi Kyra dan Tante Nara mungkin pagi ini.”

__ADS_1


Keenan mengusap wajahnya, keluarga besarnya benar-benar sedang berduka.  Kayla saat ini bisa dipastikan menjadi orang yang paling sedih dan terpukul. 


__ADS_2