
"Jangan hina Ibuku."
"Aku tidak menghina Ibumu, tapi bertanya," sahut Elang dengan pongah. " Putriku salah, karena telah menyukai pria yang salah. Tapi aku tidak akan menyerahkan putriku kepada pria sepertimu. Entah apa maksudmu melakukan hal ini pada Kyra termasuk file-file itu," tunjuk Elang dengan dagunya.
Jeff tidak menyangka jika Elang malah bersikap seakan bukan sebuah masalah besar terkait Kyra. Dia mengira Elang akan memohon mohon padanya agar bertanggung jawab pada Kyra.
"Keenan, minta HRD mengganti asistenmu." Elang melangkah keluar dari ruangan Keenan.
Setelah Elang meninggalkan ruangan, Keenan mengambil ponsel tadi lalu membantingnya. Jeff terbahak menyaksikan hal itu, “Aku masih menyimpan file aslinya, jadi percuma kamu hancurkan yang itu.”
“Keluar kamu bangs*t dan jangan pernah berani untuk datang lagi.”
Jeff dengan pongah meninggalkan ruangan Keenan. Keenan menghubungi divisi IT untuk menghapus akses Jeff ke dalam Two Season.
Dikediaman Elang Sanjaya.
“Pah,” panggil Keenan sesaat setelah keluar dari mobil. Elang pun baru tiba sama sepertinya.
“Kita bicarakan setelah makan malam,” sahut Elang.
“Tapi ….”
“Keenan, belajarlah menahan emosimu. Semua hal yang kamu lakukan harus benar-benar berdasarkan pertimbangan dan akal. Jangan mengedepankan ego dan emosi sesaat.”
Keenan sudah berada di kamarnya, duduk ditepi ranjang dengan pikiran masih berpusat pada kejadian tadi. Tidak pernah menyangka jika Jeff yang terlihat sangat profesional dalam bekerja ternyata menyakiti Kyra dan melecehkannya. Rasanya Keenan ingin membuat wajah Jeff tidak bisa tersenyum lagi.
Nana yang baru saja keluar dari toilet meringis sambil memegang perutnya. Belum menyadari kalau Keenan sudah berada di kamar.
“Nana, kamu sakit?” tanya Keenan lalu berdiri dan menghampiri istrinya.
Nana menoleh, “Abang sudah datang?”
“Kamu kenapa?” tanya Keenan sambil menangkup wajah Nana dengan kedua tangannya.
“Nggak apa, perutnya agak nyeri tapi sekarang sudah nggak lagi.”
“Hm, apa kita perlu ke dokter?’
Nana menggelengkan kepalanya, memilih memeluk pinggang Keenan dan menempelkan wajahnya pada dada bidang Keenan yang masih berlapis kemeja. Keenan mengusap puncak kepala Nana dan mencium keningnya.
“Abang, Papa sepertinya sudah tahu siapa yang menghamili Kak Kyra. Tadi dia agak marah dan tidak memperbolehkan Kak Kyra keluar.”
__ADS_1
“Hm.”
Nana menengadahkan wajahnya, “Abang sudah tahu?”
Keenan hanya menganggukan kepalanya. “Kami akan bicarakan lagi hal ini setelah makan malam,” ujar Keenan.
“Ya udah, Abang mandi dulu ya. Aku siapkan air hangat.”
“Tidak usah sayang, aku butuh air dingin untuk menjernihkan pikiranku saat ini.”
Nana menghela nafasnya, dia paham jika saat ini Keenan dan kedua mertuanya dalam keadaan tidak baik.
...***...
Makan malam keluarga Elang malam ini berjalan normal, hanya Kyra tidak ingin keluar dari kamarnya dan Elang mengatakan pada Kayla agar mengantarkan makan malam untuk Kyra.
“Keenan, Papa tunggu di ruangan,” titah Elang.
“Iya Pah.”
“Sayang, kamu istirahat duluan ya. Keenan masih dibutuhkan untuk mencari solusi masalah Kyra,” ujar Kayla.
“Iya Mah, tadi Abang sudah bilang.”
Kini para pria itu sudah mulai membahas masalah Kyra. Elang, perlu masukan terkait langkah yang harus dia ambil. “Paman tetap akan meminta Jeff menikahi Kyra?” tanya Eltan.
Emran dan Keenan pun menunggu jawaban Elang. “Saat ini bukan itu prioritasku. File yang dimiliki Jeff sangat berbahaya bagi kehidupan Kyra. Kalian cari cara untuk menghapus semua file itu," titah Elang pada Emran dan Keenan.
"Tutup akses agar Jeff tida bisa bekerja dimanapun," titah Elang pada Eltan. "Kyra akan aku bawa ke Surabaya, dia akan tinggal di sana sampai melahirkan."
Elang menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan wajah menatap langit-langit ruangan tersebut. Tanpa mereka ketahui Kyra ada di luar ruangan, mendengarkan apa yang sedang didiskusikan. Pintu ruangan tidak tertutup dengan rapat.
"Foto dan Video?" gumam Kyra.
"Mungkinkah Jeff akan memanfaatkan file-file itu untuk mengancam kalian, termasuk masalah Two Season?" tanya Eltan.
"Entahlah, tapi kalau dia ingin lakukan itu kenapa tidak sejak awal, bahkan Jeff memperlihatkan pada kita baru kemarin."
"Apa mungkin si bule memang menjebak Kyra?" tanya Emran.
"Menurutku nggak, yang aku pahami kejadian mereka murni karena Kyra mabuk dan metayu Jeff lalu Jeff merekam aktifitas mereka. Mungkin sebagai bukti juga kalau Kyra yang memulai bukan Jeff."
__ADS_1
Kyra menutup mulutnya mendengar pernyataan Keenan, terkejut dan tidak menyangka jika kejadian malam itu diabadikan oleh Jeff. Dia pun bergegas kembali ke kamarnya.
"Bodoh Kyra, kamu luar biasa bodoh. Rasa malu apalagi yang akan kamu berikan pada orangtuamu."
Kyra merebahkan diri diranjang membelakangi pintu kamar karena baik Kayla atau Elang pasti akan mengecek keberadaannya.
...***...
Kyra terbangun karena bunyi alarm ponsel yang memang sudah dia setting semalam. Menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat giginya.
Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah empat pagi. Kyra sudah mengganti piyama dengan leging dan kaos longgar karena perutnya yang sudah berpola.
Berjalan perlahan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan berharap tidak ada yang melihatnya meninggalkan rumah.
Sudah berada dalam mobil dan melaju pelan.
"Non Kyra mau kemana? Ini masih pagi banget," tanya satpam yang berada di pintu gerbang.
"Aku harus ke galeri Pak, ada urusan darurat. Jam delapan juga sudah balik lagi."
"Tapi Tuan bilang kalau ...."
"Pak, saya bakal balik sebelum Papa bangun. Cepat buka!"
Pintu gerbang pun akhirnya dibuka, Kyra bergegas mengemudikan mobilnya keluar dari rumah. Ternyata dia menuju apartemen Jeff. Seingatnya, Keenan pernah mengatakan setiap jam lima pagi Jeff akan keluar untuk olahraga.
Disinilah Kyra berada, parkiran basement tidak jauh dari mobil Jeff. Sepuluh menit kemudian Jeff keluar dari lift mengenakan celana pendek dan kaos serta sepatu kets.
"Jeff."
Jeff pun menoleh, Kyra berjalan menghampirinya.
"Wow, princessnya Elang sepagi ini sudah menemuiku," ejek Jeff lalu terbahak. Kyra menatap wajah Jeff, ada memar disana dan Kyra yakin itu pasti ulah Keenan.
"Aku tidak percaya kamu bisa selicik itu menyimpan file ...." Kyra menahan ucapannya. "Seumur hidupku baru kali ini aku menyesal, menyesal karena berulah dan membuat orangtuaku malu. Ingat Jeff, aku tidak ingin pertanggung jawabanmu. Anak ini akan aku besarkan sendiri dan tidak akan aku mengenalkan siapa Ayahnya. Kamu mau gunakan untuk apa file-file itu, bahkan mau kau sebarkan pun aku tidak peduli. Aku akan hidup atau mati dengan anakku,"
Kyra berbalik meninggalkan Jeff menuju mobilnya.
"Kyra," panggil Jeff.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Yuhuuu, mampir yuks ke karya rekan author