Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Bertemu Jeff (2)


__ADS_3

“Kita harus bicara Kyra, aku akan hapus file yang aku miliki tapi beri aku kesempatan untuk kita bicara.”


Kyra bergeming, sebenarnya dia ingin menjauh tapi mengingat ancaman yang pernah Jeff sampaikan mengenai file-file itu, dia pun melunak. Benar-benar ingin membuktikan kalau file itu akan dilenyapkan oleh Jeff.


“Aku tidak percaya.”


Jeff berdecak pelan. “Kamu bisa hubungi Papamu, aku sudah pernah menyampaikan keinginan ini tapi kamu yang tidak ingin menemuiku.”


“Karena aku memang tidak ingin bertemu.”


“Kyra, aku tidak ingin mengancam kamu. Tapi tombol kirim di email aku tekan, maka file ini akan terkirim ke banyak ….”


“Oke.”


Jeff menyunggingkan senyum, “Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita bicara.”


“Tidak mau, aku sendiri yang pilih tempatnya,” ujar Kyra keberatan.


“Kamu ingin membicarakan hal ini di tempat umum?”


“Lalu kita bicara di tempat private, aku tidak mau.” Kyra berjalan meninggalkan Jeff.


“Kyra,” panggil Jeff sambil mengikuti wanita yang tidak bisa berjalan cepat karena perutnya.


“Jangan ikuti aku, terserah kamu mau apakan file itu. Aku tidak peduli.”


“Kyra,” panggil Jeff sambil meraih tangan Kyra, membuatnya menghentikan langkah.


“Lepas!”


“Sttt, tenang dulu.”


Kyra memukuli dada Jeff, dengan tangan yang terbebas dari cengkraman Jeff. Pukulan itu tidak berpengaruh pada tubuh Jeff dan sengaja Jeff hanya diam menerima perlakuan Kyra. “Dasar gil*, aku tidak menyangka pernah menyukai pria seperti kamu. Bahkan harus rela menyerahkan tubuhku,” tutur Kyra masih memukuli dada Jeff.

__ADS_1


“Aku benci, benci kamu Jeff. “ Kyra berhenti karena nafasnya terengah dan menatap sinis pada Jeff. Tangannya belum dilepaskan oleh Jeff.


“Kamu benci aku?” tanya Jeff karena tidak yakin dengan ucapan Kyra. “Kukira kau cinta, sampai berani merayu dan ….”


“Cukup.”


Jeff terkekeh. “Ayo ikut aku,” ajak Jeff.


“Lepaskan tanganku atau aku teriak.”


“Teriaklah, aku akan bilang kalau kita suami istri dan sedang bertengkar.”


“Aku lelah, aku mau pulang,” keluh Kyra.


Jeff mengajak Kyra kembali duduk pada kursi taman yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Kyra tidak menolak, dia langsung duduk. Sepertinya meluapkan emosi benar-benar membuatnya lelah. Saat ini Jeff berjongkok di depan Kyra, saat tangan Jeff mengelus perut yang sudah membola, Kyra pun menepis tangan Jeff.


“Aku akan antar kamu pulang.”


“Aku tahu, lagipula aku tidak akan bisa mengantarkan pakai mobil. Saat ini aku tidak punya apa-apa dan tidak yakin kamu mau menerima aku.” Kyra mengernyit mendengar ucapan Jeff, jika diperhatikan memang penampilan Jeff saat ini sangat berbeda. Wajahnya terlihat lebih lelah, bahkan rambut halus banyak terlihat di wajah Jeff.


“Itu balasan karena sudah menghina keluargaku.”


“Bukan,” sahut Jeff. “Ini karma yang harus aku terima karena menyia-nyiakan, anakku dan ibunya.”


Kyra beranjak berdiri membuat Jeff pun ikut berdiri. “Aku temani kamu pulang.”


“Nggak usah.”


“Lalu kapan kita bisa bicara?”


“Kapan-kapan.”


Jeff tersenyum mendengar jawaban Kyra dan memandang punggung wanita itu yang mulai menjauh meninggalkannya. Jeff tidak ingin memaksa Kyra, dia harus pelan-pelan membujuk dan meminta maaf pada wanita itu. 

__ADS_1


"Aku tunggu kabar darimu," teriak Jeff. Kyra menoleh dan mengacungkan kepalan tangannya ke arah Jeff, membuat Jeff menggelengkan kepalanya.


***


"Kamu sudah bertemu Jeff?" pertanyaan Reka saat makan malam sukses membuat Kyra yang akan sedang mengunyah makanannya menoleh.


"Sudah, tapi karena nggak sengaja bertemu," sahut Kyra. "Om Reka, mata-matain aku ya?"


"Bukan mata-matain, tapi aku memastikan orang-orang disekelilingku aman."


"Papamu minta aku tanya kapan kamu siap bicara dengan jeff."


Kyra hanya mengedikkan bahunya.


"Ra, putuskan jangam dengan emosi tapi dengan hati," ujar Nara.


"Ah, Tante kalau bicara pakai ilmu psikologi. Bisa-bisa aku nurut terus deh," keluh Kyra.


"Ilmu psikologi?"


Reka terkekeh, "Hipnotis apa psikologi?"


Ken yang baru pulang dan bergabung di meja makan menyela, "Makanya kalau Mamih udah bicara, aku dan Kak Kay nggak bisa berkutik. Cuma bisa diam dan patuh, kita tuh selalu terkesima sama ucapannya."


"Halah lebay kamu, dari mana kamu jam segini baru pulang?"


"Tuh 'kan, nggak.bisa berkutik aku," sahut Ken, putra Reka dan Nara.


"Permisi Tuan Reka dan Bu Nara, diluar ada tamu," ujar asisten rumah tangga.


"Siapa Mbok?"


"Namanya Jeff Bu, mau bertemu Non Kyra."

__ADS_1


__ADS_2