
“Sena, sampaikan Sena yang ingin bertemu.”
Nana mempersilahkan Sena duduk lalu beranjak masuk.
“Mah,” panggil Nana mencari Kayla di dapur. “Mama mana Bik?” tanya Nana.
“Tadi udah naik, ke kamar Non Kyra mungkin.”
Nana pun menaiki anak tangga menuju kamar Kyra. “Mah,” panggil Nana. Benar saja, Kayla ada di kamar Kyra menunggu putri mandi. Entah apa yang akan dibicarakan oleh Kayla. “Mah, ada yang cari Mama sama Papa. Aku minta tunggu di depan.”
"Ibu Sena," jawab Nana.
Deg.
Kayla terdia sesaat. "Sena?"
Nana mengangguk pelan. "Mama kenal? Aneh loh Mah. Aku tanya siapa malah balik tanya."
Kayla mencari Elang di kamar dan ruang kerjanya tapi tidak ada. Akhirnya memutuskan untuk menemui Sena. Ternyata Elang sudah ada di sana.
Terlihat Sena yang tertawa. "Ahh kebetulan kalian sudah disini", ujar Sena.
"Mas, ada apa?"
"Entahlah. Lihat saja apa mau wanita ini."
"Aku tidak menyangka kita bertemu lagi. Hampir ... dua puluh delapan tahun ya," ujar Sena. Sena menatap keliling tempatnya berada.
"Bagaimana Kayla, bahagia kamu menjadi ratunya Elang Sanjaya?"
Kayla menoleh pada Elang, "Ini maksudnya apa kamu bertanya begitu. Tentu saja aku sangat bahagia."
"Apa kabar putrimu?"
Kayla semakin bingung.
"Pergilah Sena. Kamu salah mengasuh anak. Aku tahu ada masalah dengan Jeff pasti ulahmu. Karakter anak itu cukup kuat, sayang Ibunya hanya bisa merusak mentalnya."
__ADS_1
Sena kembali terbahak.
"Ini maksudnya Jeff anaknya dia?" tanya Kayla pada Elang.
"Iya sayang, Jeff itu anakku. Bagaimana nasib putrimu? Aku tidak ingin bermantu putrimu, aku dengar dia hamil. Pasti sudah besar perutnya," ejek Sena.
"Jadi kamu sengaja membuat Jeff merusak putriku."
Sena kembali terbahak. "Sepertinya Tuhan memang berpihak kepadaku. Karena Kyra datang sendiri membuat rencanaku semakin menarik."
"Kamu gila Sena. Sepertinya bukan hanya jantung kamu yang bermasalah tapi juga pikiran dan hati kamu. Aku ada referensi dokter kejiwaan kalau kamu mau," balas Elang.
"Bangs*t, kamu pikir aku sakit jiwa."
"Apa namanya kalau bukan sakit jiwa. Kita ini sama-sama perempuan, terlepas Kyra itu putriku. Bagaimana bisa kamu tertawa mengetahui seorang perempuan hamil diluar nikah apalagi itu cucumu sendiri dan kamu dengan bahagia menertawakan."
"Memang itu tujuanku, tertawa di atas derita kalian. Sama seperti aku yang dulu menderita sedangkan kalian bahagia."
"Apa hubungannya?" tanya Elang. "Itu takdir hidup yang harus kamu jalani, bukan salah kami kalau kamu dan Jeff harus melewati masa yang sangat berat."
Elang sejak semalam masih berusaha mencari benang merah antara Sena, Jeff dan keluarganya. Ternyata dia baru bisa menyambungkan dengan kisah hidup Sena yang disampaikan oleh orang kepercayaannya, dengan tujuan Sena dan Jeff.
"Tapi tidak dengan hidupku. Aku pasti tidak waras jika kembali rujuk denganmu," ejek Elang lagi.
"Kamu ...."
"Dengar Sena, dulu kamu sempat berhasil membuatku dan Mas Elang bertengkar bahkan sempat mengacaukan hidupku. Aku tidak akan biarkan putriku mengemis cinta Jeff apalagi sampai kita harus besanan. Jangan pernah berharap."
"Jangan sombong. Kalian tahu sendiri Jeff memiliki file-file milik Kyra. Bagaimana jika video adegan mereka diterima oleh para klien?" tanya Kayla pada Elang. "Atau foto Kyra yang sedang ... kalian tahulah, diterima oleh teman dan keluargamu?" tanya Kyra pada Kayla.
"Kamu mengancam kami?"
"Sena, ini kriminal," sahut Elang.
"Apa kita bisa bernegosiasi," ajak Sena.
"Tidak. Aku tidak ingin bernego apapun dengan perempuan jahat seperti kamu." Elang merangkul pundak Kayla lalu berusaha menenangkannya.
__ADS_1
Sena mengernyitkan dahinya melihat kemesraan Elang dan Kayla, padahal keduanya bukan lagi pasangan muda.
"Kenapa aku malah muak melihat kebersamaan kalian."
"Itu bukan muak tapi kamu iri. Sejak awal kamu hanya iri. Alih-alih takdir hidupmu yang kejam kamu malah mencari kambing hitam menyalahkan kami," tutur Elang.
"Pergilah Sena, jangan ganggu kami," ujar Elang.
"Kamu benar-benar tidak ingin nego, bagaimana jika file ...."
"Pergi!" teriak Kayla. "Terserah kamu mau apakan file itu."
"Sena, rumahku dikeliling CCTV dan bisa merekam suara. Apa yang kamu sampaikan tadi termasuk pemerasan dan pengancaman. File itu tersebar, silahkan meringkuk di penjara."
Raut wajah Sena berubah tapi dia mencoba biada saja.
"Ini ada apa?" tanya Kyra yang baru saja bergabung.
"Sayang, kenapa kamu ke sini. Ayo kita masuk," ajak Kayla menggandeng tangan Kyra. Kyra menatap wanita yang sedang menatapnya.
Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, batin Kyra.
"Kamu pasti Kyra," ujar Sena. "Kamu sedang hamil ya cantik. Tapi sayang, putraku tidak akan menikahimu," tutur Sena.
"Aku juga tidak ingin menikah dengan Jeff. Untuk apa Ibu ke sini? Mau melihat aku terpuruk? Aku memang bersalah karena telah melakukan hal bodoh sampai menyerahkan diriku untuk Jeff tapi aku tidak akan minta dia menikahiku. Pah, jangan biarkan keluarga mereka menginjakan kakinya di rumah ini."
"Ayo sayang, kita masuk. Tidak usah pikiran dia," ajak Kayla pada Kyra.
"Kamu lihat sendiri. Kyra tidak terpengaruh dengan ancaman kamu."
.
.
Bersambung
Yuhuuu, gaesss sambil tunggu update, mampir yess ke karya rekan author, dijamin okeh ceritanya.
__ADS_1