
"Ini apa maksudnya?"
Ada dua foto yang terkirim melalui pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Foto Jeff dengan seorang wanita. Foto yang menunjukan ada kedekatan antara dua orang dalam foto tersebut.
Kyra akan menghapus foto tersebut tapi urung karena pintu kamarnya diketuk. Bibi yang mengantarkan makan malam untuk Kyra.
Hidangan yang dibawa ke kamar, hanya dipandangi oleh Kyra. Perutnya terasa lapar tapi mulutnya seakan tidak ingin menerima makanan apapun.
Foto yang masuk ke dalam handphonenya tadi cukup mengganggu pikirannya. Rasanya macam-macam, ada kesal, kecewa, cemburu bahkan mungkin juga senang.
Huft.
Kyra menghembuskan nafas kasar. "Bikin bete aja," keluh Kyra. Hatinya kesal karena foto tadi sudah merusak suasana hatinya dan kecewa mengingat kembali urusannya dengan Jeff. Bahkan mungkin ada rasa cemburu karena Jeff dekat dengan perempuan lain. Meskipun ada senang karena terakhir melihat Jeff saat bertemu tidak sengaja di mall, ada sedikit kerinduan yang terobati hanya dengan melihat foto Jeff.
Kyra memilih berbaring di ranjangnya dan memejamkan mata, fisiknya lelah begitupun dengan hatinya.
Sedangkan di atap yang sama, tepatnya di kamar Keenan. Pasangan yang terlihat semakin mesra, baru saja mengakhiri kegiatan dinas malam mereka.
"Abang," panggil Nana yang saat ini menjadikan bahu Keenan sebagai bantal, tangannya membelai dada bidang Keenan.
"Hm," jawab Keenan dengan mata terpejam. Tubuh keduanya hanya ditutupi dengan selimut.
"Abang, cinta aku?"
"Masih perlu ditanya?"
"Penasaran aja, tau sendiri pertama kita bertemu macam mana."
__ADS_1
Keenan tertawa mengingat pertemuan pertamanya dengan Nana. Dimana saat itu mereka terjatuh dengan Nana menimpa tubuhnya.
"Kok ketawa sih, Abang ngeledek aku ya?"
Keenan memeluk Nana, "Bukan meledek, tapi waktu itu kamu tuh polos banget sih."
"Hm, tau ah." Nana memilih memunggungi Keenan dan mencoba untuk tidur.
"Kok ngambek sih." Keenan memeluk Nana dari belakang. Tangannya meraba perut Nana yang rata. "Tadi Kyra tanya, apa sudah ada tanda-tanda kehidupan di sini?"
Nana yang tadinya terpejam, kedua matanya langsung membola mendengar pertanyaan suaminya. "Maksudnya, apa aku sudah hamil atau belum?"
"Mungkin," jawab Keenan. "Sudahlah, kita tidur atau mau main lagi?"
Nana membalik tubuhnya, saat ini keduanya berbaring berhadapan. "Abang, kalau ternyata nanti kita tidak bisa punya keturunan, gimana?"
"Hm, mungkin aku akan cari istri lagi."
Keenan terkekeh, "Jangan berpikir terlalu jauh, kita baru menikah dua bulan. Lebih baik kita nikmati saja dulu masa-masa ini. Karena kalau sudah ada anak pasti sulit untuk mesra-mesraan begini." Keenan menarik selimut menutupi tubuh mereka sampai kepala. Selanjutnya hanya pekikan dan tawa Nana karena Keenan berhasil menggodanya.
Selimut tadi sudah terjatuh di lantai karena ulah pasangan itu yang kembali merajut asa dengan sentuhan berlanjut pada penyatuan diri. Suara dessah dan eraangan keduanya bersahutan membuat suasana kamar mendadak menjadi panas.
***
Tidur Kyra terusik karena rasa dalam tubuhnya yang sungguh tidak nyaman. Kepalanya terasa berat dan pusing. Membuka matanya dan melihat jam dinding menunjukkan jam tujuh pagi.
Rasanya Kyra malas beranjak karena keluhannya, apalagi ditambah rasa mual yang tiba-tiba datang. "Kayaknya aku masuk angin," ujar Kyra. Perlahan dia beranjak bangun dan berjalan menuju toilet.
__ADS_1
Tidak berniat untuk mandi hanya akan mencuci muka dan menggosok gigi. Tiba-tiba perutnya bergejolak, Kyra pun menunduk di atas wastafel mengeluarkan isi perut yang hanya keluar cairan bening.
Kyra kembali ke ranjangnya berbaring dan memejamkan kembali matanya karena pusing dan mual yang cukup mengganggu.
Sedangkan di meja makan, Kayla yang tidak melihat putrinya tidak ikut turun pun meminta asisten rumah tangga untuk memanggil Kyra.
Keenan dan Nana bahkan sudah berangkat bersama. Keenan akan mengantarkan Nana ke rumah Janu sebelum dia sendiri menuju Two Season.
"Maaf Bu, Nona Kyra sakit. Dia bilang kepalanya pusing jadi masih berbaring. Ini makanan yang semalam juga tidak dihabiskan."
"Tuh 'kan Pah, apa Mama bilang. Kyra itu nggak bisa jaga kesehatannya sendiri, sibuk akhirnya malah sakit."
"Coba kamu cek dulu kondisinya, kalau kurang baik bawa ke dokter," titah Elang.
Kayla pun menuju kamar Kyra. "Sayang, kamu sakit apa?" tanya Kayla yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Hanya pusing, habis tidur juga mendingan."
"Kita ke dokter ya," ajak Kayla.
Kyra menggelengkan kepalanya. "Mama buatkan bubur, paksakan untuk dimakan."
"Nggak mau, aku nggak pengen makan. Perut aku mual, aku pengen juice mangga Mah, kayaknya seger deh."
"Aneh-aneh aja, makan dulu. Semalam juga kamu nggak makan. Pokoknya makan bubur baru boleh juice," oceh Kayla. "Lagian kayak yang ngidam aja, pagi-pagi mau minum juice," ujar Kayla sambil meninggalkan kamar Kyra.
Deg.
__ADS_1
Hati Kyra kembali tersentuh mendengar ucapan Kayla.
\=\=\=\=\=\= seperti yang dibahas di blurb, novel ini akan membahas tentang Nana dan Kyra.