Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Suami dan Istri


__ADS_3

“Mana ada seorang pria yang tidak cemburu melihat calon istrinya berinteraksi dengan pria lain. Apalagi terlihat jelas mereka sangat menikmati interaksi tersebut.”


“Tapi Ken adik sepupu aku.”


“Tapi dia laki-laki, Kyra.”


“Terus ….”


“Sudahlah, yang jelas aku nggak suka melihat kamu terlalu dekat dengan laki-laki lain.”


Apa nggak salah ya, kemarin-kemarin jelas banget ini orang dengan sombong menolak dan menghina aku tapi sekarang posesif banget.


“Selama aku tinggal di sini, Ken yang sering menemaniku kemanapun kalau Tante Nara sibuk.”


“Setelah ini aku yang akan menemani kamu.”


“Tunggu dulu, tadi kamu bilang calon istri? Maksudnya gimana?”


Jeff menghela  pelan, “Aku sudah melamar kamu dan Pak Elang sudah setuju. Besok beliau akan datang, kita akan menikah.”


“Papa nggak ada bilang apa-apa, ini pasti akal-akalan kamu ‘kan?”


“Aku serius Kyra, apa menurut kamu aku biasa bercanda,” tutur Jeff. Kyra menggelengkan kepalanya.


“Tapi ini terlalu cepat,” ujar Kyra.


“Justru ini sudah sangat terlambat, lihat perut kamu!”


Kyra berdecak, “Salah kamu, kalau dulu kamu nggak aneh-aneh nggak akan begini,” ketus Kyra. Emosi sesaat membuatnya sesak, Kyra menepuk dadanya karena merasakan sesak saat bernafas,


“Kyra,” panggil Jeff, bahkan sudah berpindah duduk di samping Kyra. “Kenapa?”


Kondisi perutnya yang sudah cukup besar, kadang membuatnya sulit bernafas tapi yang dirasakan saat ini sangat tidak nyaman.


“Kita ke rumah sakit.” Jeff sudah berdiri tapi Kyra menahan tangan Jeff.


“Nggak usah,” ujar Kyra sambil mengatur nafasnya.


“Nggak usah bagaimana, kamu sulit bernafas.”


Kyra tidak menjawab dan memilih menarik nafas pelan sampai benar-benar kembali normal.


“Jangan lebay deh, tante Nara bilang hamil ya begini. Kadang sesak, kadang engap, pegal dan nyeri rasanya macam-macam. Belum lagi kalau tiba-tiba pengen sesuatu dan susah ditahan, masih untung mual aku nggak lama.”


Jeff kembali duduk di samping Kyra.


“Kamu pulang aja sana, dari kemarin nggak ada kabar sekalinya datang marah-marah. Pake bilang besok menikah, nggak ada persiapan tau. Aku ‘kan ingin menikah dengan tema pernikahan impian aku,” keluh Kyra.

__ADS_1


“Maaf, tapi untuk saat ini memang lebih baik kita menikah hanya dihadiri keluarga.”


“Ibu kamu ikut hadir juga?”


“Entahlah, aku kemarin tidak menemuinya. Tapi aku sudah kirim pesan kalau besok kita akan menikah.”


“Kalau beliau datang lalu ….”


“Kita tetap menikah,” ujar Jeff. “Kamu istirahatlah, aku akan pulang karena ada hal yang harus aku persiapkan.”


“Pergi ya pergi aja,” sahut Kyra dengan ketus.


Jeff mengernyitkan dahinya, jelas-jelas tadi dia diusir tapi saat pamit karena ada hal yang benar-benar harus dia lakukan, Kyra terlihat kesal.


Ternyata benar kata Pak Reka, perempuan memang begitu. Lain di mulut lain di hati, batin Jeff.


“Jadi, aku tidak boleh pergi?”


“Terserah.”


“Setelah kita menikah, aku nggak akan pergi. Kita akan selalu bersama.”


Blush. Wajah Kyra merona mendengar ucapan Jeff barusan, membuat hatinya menghangat.


“Nanti kita tetap tinggal di sini atau pindah ke Jakarta?” tanya Kyra.


Jeff baru sadar kalau hal ini belum mereka bicarakan. “Aku belum tahu, tapi apapun itu kita harus bicarakan juga dengan Pak Elang dan Ibu Kayla.”


“Pede banget, siapa juga yang kangen.”


...***...


Kedua orangtua Kyra sudah tiba sejak semalam di kediaman Reka. Termasuk Eltan dan Rika, bahkan Keenan dan Nara pun ikut hadir, setelah pernikahan Kyra dan Jeff mereka akan bertolak ke Bali untuk berlibur. Keenan yang masih sangsi dengan Jeff harus pasrah dengan keputusan keluarganya demi kebaikan Kyra.


“Kyranya mana, itu Jeff sudah datang,” seru Rika.


“Ada di kamar, baru selesai berganti pakaian,” jawab Nara.


Jeff yang memang tidak memiliki sanak saudara selain Ibunya, hanya datang sendiri. Adapun kerabat dari pihak Ibunya tinggal di Bali dan Jeff tidak berniat menghubungi mereka. Sena sendiri pun tidak terlalu diharapkan hadir oleh Jeff, yang penting saat ini dia menikahi Kyra.


Raut kesedihan terpancar dari wajah Kayla, Elang yang menyadari itu hanya bisa mengusap punggung Kayla memberikan ketenangan pada wanita yang sudah setia mendampinginya.


Tempat akad dilaksanakan di ruang keluarga kediaman Reka, bahkan tanpa design apapun. Sungguh jauh dari kesan mewah, mengingat Kyra adalah seorang putri Elang Sanjaya pemilik Two Season Hotel.


Jeff dan Elang kini telah duduk berhadapan, penghulu sudah berada di samping Elang. Kyra berjalan diapit oleh Nana dan Rika. Mengenakan gaun putih panjang bukan mengenakan kebaya karena kondisi perutnya. Duduk perlahan di samping  Jeff, Karyla mendampingi dengan duduk tidak jauh dari Kyra.


“Bisa kita mulai?” tanya penghulu.

__ADS_1


“Bisa Pak,” sahut Reka.


“Lebih cepat lebih baik,” ujar Eltan.


Elang dan Jeff berjabat tangan, untaian kalimat mulai diucapkan oleh Elang dilanjutkan dengan Jeff dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas. Reka dan Eltan dengan semangat meneriakan kata, “SAH” menandakan bahwa saat ini Jeff dan Kyra sudah resmi menjadi suami istri.


Kayla sejak tadi hanya bisa mengusap air mata yang terus membasahi pipinya. Tidak menyangka pernikahan putrinya terjadi dalam bentuk seperti ini. Tanpa dihadiri keluarga besan apalagi mas kawin mewah. Yang lebih menyedihkan adalah kondisi Kyra yang sedang hamil.


“Pasangkan cincin di jari Kyra,” titah Reka.


Saat bersalaman dan sungkem dengan kedua orangtuanya Kyra tidak dapat menahan tangisnya. “Mah, maafkan Kyra.”


Kayla tidak dapat berucap, Ibu dan anak itu saling berpelukan di tengah isak tangis. “Sudahlah sayang, kasihan Kyra,” bisik Elang.


Kayla pun mengurai pelukannya. “Jeff aku serahkan putriku, tolong jangan sakiti dia,” seru Kayla.


“Sudah dulu sedih-sedihnya, sekarang kita makan dulu,” ajak Reka.


“Kyra kita makan dulu ya, Tante lihat kamu belum makan dari pagi,” ajak Nara dengan sengaja. Karena Elang dan Kayla akan mengajak Jeff bicara serius.


“Tapi ….”


“Nanti Jeff nyusul, takut amat ditinggal sih,” ejek Rika.


“Setelah ini kalian akan tinggal dimana?” tanya Elang.


“Saya akan ajak Kyra kembali ke Jakarta, tolong jangan blacklist saya agar bisa kembali berkarir,” jawab Jeff.


“Kembalilah ke Two Season,” ujar Kayla. Bagaimana pun dia tidak ingin putrinya akan hidup susah. Dengan Jeff kembali ke Two Season, tentu saja penghasilannya bisa menghidupi Kayla walaupun tidak semewah saat bersama orangtua.


“Tinggallah di bangunan belakang kediaman kami, kalian tetap bisa mandiri karena bangunannya terpisah. Paling tidak istriku tidak akan terlalu khawatir karena berjauhan dengan Kyra. Apalagi saat ini Kyra sedang hamil.”


Jeff merasa apa yang disampaikan oleh Elang adalah untuk kebaikan dirinya dan Kyra, maka dia tidak dapat menolak usulan yang disampaikan oleh mertuanya.


Jeff dan Kyra saat ini sudah berada di kamar. Elang, Kayla, Eltan dan Rika sudah kembali ke Jakarta. Sedangkan Keenan dan Nana melanjutkan perjalanan mereka ke Bali.


“Aku mandi dulu,” ujar Jeff.


“Hm. Handuknya ada di dalam,” ujar Kyra yang saat ini duduk di tepi ranjang.


Jeff sudah akan masuk ke dalam toilet tapi menoleh, “Kyra, kamu nggak ingin ikut mandi bareng?”


“Hahhh.”


 


\=\=\=\= halahhhh, Jeff mulai messum,, 🤣🤣🤣

__ADS_1


 


 


__ADS_2