Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Berdua Saja


__ADS_3

“Loh, Kyra … kamu kok masih santai?” tanya Kayla yang sudah berada di kamar Kyra.


“Hm, Mama sama Papa duluan aja deh. Aku pasti nyusul,” sahut Kyra berharap Kayla tidak menyadari bahwa Kyra baru saja memuntahkan isi perutnya.


Nanti malam adalah perayaan ulang tahun Two Season sekaligus penyerahan kepemimpinan secara Resmi Keenan sebagai CEO. Setelah sebulan lebih, Elang, Eltan, Keenan termasuk juga Jeff disibukkan dengan persiapan acara malam ini.


“Jangan sampai terlambat ya, kamu siap-siap di sana saja.”


“Hm.”


Kyra bernafas lega ketika Kayla meninggalkan kamarnya. Akhir-akhir ini dirinya sengaja menghindar dari Kayla khawatir jika sang Mama mengetahui keanehan dari tubuhnya. Kehamilan yang sudah memasuki usia tiga bulan, perutnya sudah berbentuk meskipun belum terlihat buncit.


Kyra menyiapkan gaun dan pakaian ganti untuk dibawa. Sebenarnya dia enggan menghadiri acara, tentu saja karena tidak ingin bertemu Jeff. Huft, Kyra menghembuskan nafasnya karena tidak berhasil menemukan ide untuk menghindar dari acara.


“Ya sudahlah, dihadapi saja. Lagi pula semua orang pasti sibuk, tidak akan ada yang curiga,” ucapnya bermonolog.


...***...


“Oke, sempurna,” puji Nana setelah memastikan penampilan Keenan. Keenan meraih pinggang Nana, “Kamu yang sempurna,” balas Keenan lalu membenamkan wajahnya di leher jenjang Nana. Nana memekik kegelian lalu terkekeh, “Abang, kita sudah rapih, jangan aneh-aneh deh.”


Keenan pun terpaksa memberi jarak dari tubuh Nana. ucapan Nana benar, karena tidak lama lagi mereka akan berada di tengah acara yang cukup penting dan ulah Keenan barusan bisa membangkitkan sesuatu yang malah membuat jadwal berantakan.


“Hm, kalau begitu nanti malam. Kamu siap-siap untuk begadang,” ancam Keenan sambil menaik turunkan alisnya.


Nana mencibir sambil menjawab, “Siapa takut.”


“Owh, mulai berani ya sekarang. Nana yang polos sudah berubah menjadi Nana yang menggemaskan dan argh.” Nana terkekeh mendengar penuturan Keenan.

__ADS_1


“Ayo,” ajak Keenan sambil melonggarkan salah satu lengannya untuk diapit oleh Nana.


Keenan dan Nana berada di suite room dan saat keluar dari kamar sudah ada Siska dan Jeff yang menunggu di living room. Terlihat Jeff sedang menghubungi seseorang terkait jalannya acara.


“Mari Pak Keenan, Anda sudah ditunggu.”


Siska dan Jeff mengekor di belakang pasangan yang terlihat serasi dan penuh kebahagiaan. Siska sudah pasti hanya bisa fokus sebagai sekretaris dan tidak bisa berharap atau bahkan berulah untuk mendekati Keenan karena celah tersebut benar-benar tidak ada.


Acara bertempat di Ballroom utama yang tentu saja sangat luas menampung para undangan. Elang dan Kayla sudah berada di ruangan sejak tadi,  menyapa para undangan dan tokoh penting yang sudah hadir begitupun dengan Eltan dan Rika.


“Ahh, ini dia tokoh utamanya,” ujar Eltan ketika melihat Keenan datang. Para pria itu saling menjabat tangan dan menyapa.


Akhirnya acara pun dimulai. Keenan, Nana dan kedua orangtuanya  beserta Eltan dan Rika berada dalam satu meja. MC sudah memulai acara, Kayla berbisik pada Elang karena belum melihat Kyra.


“Bener-benar deh itu anak, diajak bareng nggak mau malah telat datang.”


“Kyra, nggak ada.”


“Owh, mungkin bareng Emran. Tadi pagi aku dengar Emran menghubungi Kyra.”


“Iya, tapi belum kelihatan.”


“Sudahlah sayang, dia pasti datang. Tenang saja,” ujar Elang menenangkan Kayla.


Kyra benar datang bersama Emran, saat acara sudah dimulai. Menggandeng lengan Emran duduk di meja tidak jauh dari Keenan dan yang lainnya. Kayla menggelengkan kepalanya melihat Kyra yang mengangkat kedua jari seakan mengatakan “peace”.


“Gue males nih acara beginian,” bisik Emran.

__ADS_1


Kyra hanya diam, menatap sekitar mencari sosok pria yang ingin dihindari tapi penasaran karena tidak menemukannya.


“Beres Abang lo pidato, kita cabut yak. Kita ke rooftop, minum tipis-tipis biar anget,” ajak Emran. Di lantai atas memang ada fasilitas bar selain ada area terbuka. Kyra menolak ajakan Emran, mengingat terakhir kali dia minum malah berakhir di ranjang bersama Jeff. Apalagi saat ini dia sedang hamil tidak mungkin dia mengkonsumsi minuman keras.


“Nggak asyik lo,” ejek Emran.


“Terserah,” jawab Kyra.


Kyra menyimak Papanya memberikan sambutan dan yang dilanjutkan dengan penyerahan kepemimpinan pada Keenan. Riuh tepuk tangan mengiringi proses tersebut, kemudian Keenan pun memberikan sambutan.


Nana sebagai istri dari Keenan tersenyum memberikan semangat dan bangga dengan statusnya sebagai istri dari Keenan Sanjaya  yang sudah pasti banyak wanita ingin berada di posisinya. Acara pun berakhir dilanjutkan dengan ramah tamah. Emran benar-benar sesuai ucapannya langsung melesat meninggalkan ruangan menuju lantai atas.


Kyra menghampiri keluarganya.


“Bener-benar ya kamu, acara sepenting ini malah telat.”


“Udah lewat juga Mah,” sahut Kyra lalu memeluk Keenan. “Selamat ya Kak dan yang sabar ya Kak Nana karena suami kamu akan semakin sibuk dan terkenal. Mudah-mudahan aja tetep setia,” tutur Kyra yang langsung mengaduh karena mendapatkan cubitan dari Kayla.


“Ucapannya dijaga, itu sama aja doa.”


Kemudian anggota keluarga Sanjaya kembali terpisah karena kembali menyapa para undangan. Kyra memilih menuju buffet mengambil makanan yang kelihatannya menggugah selera. Kyra duduk di salah satu kursi yang terletak di sudut, menikmati makanannya. Sengaja menghindar dari keramaian karena kondisinya saat ini benar-benar membuat dirinya tidak percaya diri. Seakan seluruh dunia menghujat karena menjadi perempuan bodoh yang mengandung bayi yang tidak diakui oleh Ayahnya.


Kyra menghubungi Kayla. “Halo, Mah. Aku balik ke kamar ya.”


Entah jawaban apa yang diucapkan oleh Kayla, setelah itu panggilan berakhir dan Kyra meninggalkan ballroom.


Keberuntungan atau kesialan saat Kyra berjalan di koridor menuju lift dia bertemu dengan Jeff. Pandangan mereka bertemu lalu saling melewati tanpa berkata. Kyra merasa ingin terjun bebas ke palung terdalam untuk menyembunyikan diri agar tidak bertemu lagi dengan Jeff.

__ADS_1


Masuk ke dalam kamar lalu duduk ditepi  ranjang dengan pipi yang sudah basah karena air mata. “Sayang, tolong kuatkan Bunda untuk kita lewati semua ini berdua saja."


__ADS_2