
Sudah hampir dua bulan sejak kepergian Sena tapi masih ada rasa sedih dalam diri Jeff. Pria itu sesekali masih mengunjungi makam Ibunya. Kyra selalu mendukung dan menyemangati suaminya. Seperti saat ini, Kyra memberikan kejutan saat Jeff masih terlelap.
“Happy birthday, Papi,” bisik Kyra di telinga Jeff membuat tidurnya terusik.
Jeff mengerjapkan kedua matanya dan menatap jam dinding yang menunjukkan waktu masih cukup pagi.
“Kamu kenapa sayang? Ada yang dirasa?” tanya Jeff khawatir dengan kehamilan Kyra.
“Ck, aku kasih kejutan untuk kamu,” ujar Kyra.
Dahi Jeff berkerut, dia menatap Kyra yang mengenakan gaun tidur yang terlihat menggoda. Jeff menelan salivanya menahan gejolak yang muncul.
“Sayang, kamu jangan pancing aku begini deh. Kalau pagi, ranjang kita rawan gempa.”
“Hadiah Ulang Tahun dari aku, pagi ini aku siap melayani kamu.”
“Hahh, hari ini tepat kelahiranku?”
Kyra menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
“Happy birthday Papi Athar dan kesayangan Kyra.” Kyra mengulurkan kedua tangannya ingin dipeluk. Jeff pun memeluk Kyra tapi tidak ada kalimat atau usapan pada punggung Kyra membuat wanita itu menyadari kalau Jeff kembali bersedih.
“Sayang, jangan sedih lagi dong.” Kyra menangkup wajah Jeff setelah mengurai pelukannya.
“Ini ulang tahun pertamaku tanpa Ibu.”
“Kamu harus kuat. Karena aku dan anak-anak kita sangat butuh seorang Ayah yang kuat. Ibu Sena pasti bahagia karena putra kesayangannya sangat bahagia.”
Jeff tersenyum. “Setelah ini kita mau ngapain?”
“Tidur lagi, masih pagi banget,” ucap Kyra lalu memposisikan tubuhnya berbaring miring dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
“Tidak bisa begitu Nyonya, anda sudah membangunkan aku dan tongkat ajaibku. Jadi terimalah akibatnya.”
“Jeffff,” pekik Kyra.
Pagi itu mereka lewati dengan olahraga ranjang yang dilakukan dengan sangat hati-hati karena kehamilan Kyra sudah lebih dari tiga puluh enam minggu. Tinggal beberapa minggu menjelang hari perkiraan lahir.
...***...
Sedangkan di kamar yang berbeda, tepatnya di kamar Keenan dan Nana.
Nana masih terlelap sedangkan Keenan yang terbangun karena panggilan alam untuk membuang hajatnya tidak bisa kembali terlelap. Melirik istrinya yang tertidur dengan damai. Keenan pun menggoda Nana dengan mengganggu tidurnya.
Sengaja mendaratkan bibirnya pada wajah Nana dan mengelus perut yang sudah membuncit. Bahkan tangannya juga meraba ke bawah perut dan ke atas wilayah perut.
“Bangun dulu dong, temani aku,” pinta Keenan. “Sayang,” panggil Keenan lagi lalu mendaratkan ciumannya di wajah Nana.
Nana menggeliat pelan karena tidur terganggu, perlahan membuka matanya. Menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum menatapnya.
__ADS_1
“Abang kenapa? Mau makan sesuatu?” tanya Nana. Karena akhir-akhir ini memang Keenan sering menginginkan makanan yang tidak biasa di waktu yang tidak biasa pula. Menurut Kayla Keenan yang mengidam bukan Nana.
“Aku mau kamu, sayang "
Nana beranjak duduk dan menoleh ke arah jam dinding.
“Hah, jam tiga. Abang bangunin aku untuk sahur? Aku pikir sudah siang.”
“Aku nggak bisa tidur, nggak enak melamun sendiri.”
“Lalu aku suruh melamun juga?”
Keenan terkekeh, “Kalau kamu ikut terjaga, kita bisa kerjakan hal lain yang lebih asyik daripada melamun.”
Nana melirik sinis pada suaminya, karena mengerti maksud dan tujuan dari Keenan. Sedangkan Keenan sendiri tampak senyum smirk dengan mengerlingkan matanya.
“Aku tahu pikiran Abang. Omes,” lirih Nana.
“Ayolah, kalau aku nggak messum kamu nggak akan hamil sayang.”
“Tapi pelan-pelan ya, kasihan si kembar.”
“Oh, tenang saja sayang.”
Apa yang terjadi pada dua pasangan itu membuat para istri yang sedang hamil itu bangun lebih siang. Keenan dan Jeff sudah siap dengan setelan kerjanya dengan penuh semangat.
Kayla mengernyitkan dahinya melihat Keenan hanya sendiri, lalu duduk di kursi yang biasa digunakan lalu menyapa orangtuanya. Mengambil sarapanya sendiri dan mulai menikmatinya.
Elang ternyata penasaran seperti halnya Kayla.
“Masih tidur.”
“Tumben, kamu nggak macem-macem ‘kan? Nana lagi hamil loh,” seru Kayla yang menuangkan air untuk Keenan.
“Satu macam doang.”
Pandangan Kayla dan Elang saat ini beralih pada Jeff yang menuruni anak tangga dengan bersiul kemudian duduk bersebrangan dengan Keenan setelah menyapa kedua mertuanya.
“Kyra mana?” tanya Elang.
“Masih tidur,” jawab Jeff yang sontak membuat Keenan tersedak. Sedangkan Elang hanya menggelengkan kepalanya.
“Kalian ini ya, jangan aneh-aneh. Istri kalian itu sedang hamil.”
“Iya Mah,” jawab Keenan dan Jeff serentak.
“Jeffff,” panggil Kyra yang mencoba menuruni anak tangga.
Jeff yang hafal dengan suara Kyra langsung beranjak berdiri, karena suaranya bukan suara manja tapi suara merintih.
__ADS_1
“Kamu kenapa turun.”
Jeff pun menyusul Kyra lalu menuntunnya bergabung di ruang makan.
“Mau minum atau makan sesuatu?” tanya Jeff.
Kyra hanya menggelengkan kepalanya.
“Kamu kenapa?” tanya Kayla.
“Perut aku nggak enak Mah.”
“Kontraksi?”
“Entahlah, tapi rasanya pinggang aku mulai panas.”
“Hm, sudah mau lahir itu. Paksakan untuk makan biar ada tenaga untuk melahirkan, Jeff bantu suapi Kyra.”
Keenan yang mendengarkan keluhan Kyra langsung beranjak berdiri dan meninggalkan meja makan. Dia ingin memastikan kondisi Nana, khawatir Nana akan merasakan hal yang sama.
“Mau kemana kamu?” tanya Elang.
“Lihat Nana, takut mau melahirkan seperti Kyra,” jawabnya.
“Melahirkan? Kehamilan Nana baru masuk empat bulan, dasar aneh,” sahut Kayla.
“Sayang,” panggil Keenan saat membuka pintu kamarnya dan ternyata Nana tidak ada di ranjang. Pandangan Keenan lalu terpusat pada toilet yang pintunya tertutup.
Keenan sudah berdiri di depan pintu toilet dan mengetuknya.
“Nana, sayang. Sudah selesai?”
Nana keluar dari sambil meringis, Keenan memapahnya menuju ranjang dan mendudukkannya di sana.
“Kamu mulas?” Nana menganggukkan kepalanya.
“Kita ke Rumah sakit ya.”
“Hahh, mules doang ke rumah sakit?”
“Karena nggak mungkin kamu melahirkan di rumah,” jawab Keenan dengan wajah panik.
“Siapa yang mau melahirkan?”
“Kamu, katanya tadi mulas.”
Nana menghela pelan, “Perut aku mulas karena habis buang air bukan ingin melahirkan. Baru empat bulan masa sudah mau lahir.”
“Aku pikir kamu akan melahirkan juga, karena Kyra akan melahirkan.”
__ADS_1
“Hahhh.”