
Pertama kalinya Nana mendapatkan pelepasan yang membuat tubuhnya lemas, padahal itu hanya ulah jemari Keenan. Tidak terbayang rasanya jika Nana terkejang-kejang karena tongkat sakti milik Keenan.
“Janela.”
Nana tidak dapat menjawab karena tubuhnya masih lemas. Keenan mengangkat tubuhnya agar bisa menyaksikan seluruh tubuh Nana, memandang bagian bawah tubuh istrinya yang baru saja mengeluarkan cairan kenikmatan.
Keenan melebarkan kedua paha Nana lalu menatap nyalang pada bagian yang akan dia kunjungi. Merapatkan kembali tubuhnya dengan bagian yang sudah menegang dia gesekkan pada bagian inti tubuh Nana.
“Aahhhh, Bang Keenan.”
__ADS_1
“Hm.” Keenan menghentikan gerakan lembut di lembah yang sudah licin dengan pelumas cinta. “Kamu milikku, sayang,” bisik Keenan lalu memusatkan pada inti Nana dan mendorong tubuhnya agar melesat masuk. Terdengar pekikan Janela Arsana karena bagian tubuhnya telah berhasil dikunjungi oleh Keenan. Kedua tangannya meremas sprei dan memejamkan mata menahan perih dan panas pada bagian bawah tubuhnya.
Keenan belum memasukan semua, baru separuh bagian. Milik Nana yang masih orisinil benar-benar butuh penyesuaian. Rasanya Keenan ingin berteriak merasakan kenikmatan miliknya yang sedang menguasai wilayah kenikmatannya. “Sayang, aku bergerak ya. Rasanya nggak kuat,” keluh Keenan dengan sedikit mengerang karena terasa seperti dipijat dan hangat di dalam sana.
Nana hanya bisa pasrah dengan menganggukkan kepalanya. Tidak terbayang jika penyatuan tubuh rasanya akan sesakit itu. Lalu nikmat yang diagung-agungkan oleh temannya yang terbiasa melakukan hal ini benar-benar dianggap oleh Nana hanyalah hoax.
Kembali menggerakan pinggul untuk memperdalam pengukuran kedalaman tubuh Nana (ngakak gaes, ngetiknya) Nana sampai menekan kepalanya pada bantal menahan perih luar biasa. Saat keenan bergerak pelan dan mengeluarkan kembali bagian tubuhnya, terlihat darah di sekitar batang keper_kasaannya.
Nana hanya diam, ujung matanya terlihat berair bahkan menetes. Kemudian Keenan kembali menghentak dan mendorong terus bergerak. Yang awalnya pelan dan lembut lalu semakin cepat. Nana yang sudah mulai terbiasa kembali merasakan tidak nyaman saat Keenan bergerak semakin cepat.
__ADS_1
“Ahhhh, Keenan,” dessah Nana ketika tubuhnya sudah mulai bisa menyesuaikan dan merasakan sensasi kenikmatan melebihi sentuhan tangan Keenan. Oh, inikah yang namanya bercint*. Ternyata bukan hoax, ini memang benar nikmat, batin Nana.
Akhirnya surga dan kenikmatan dunia telah berhasil Keenan dan Nana dapatkan. Keduanya bergantian mendessah dan mengerang saat mendapatkan puncak kenikmatannya. Deru nafas Keenan terasa hangat di ceruk leher Nana, karena tubuh yang kembali merapat saat mereka berhasil melepaskan ****** ***** dengan lewat pelepasan.
“Abang, berat,” ujar Nana. Keenan pun menarik miliknya dan merebah di samping Nana. Dengan mata terpejam dan nafas yang mulai teratur, Keenan langsung tertidur. Nana menarik selimut menutupi tubuh Keenan lalu mengambil kimono tidur dan memakainya. Bermaksud ke toilet untuk membersihkan bagian intinya yang terasa perih dan lengket.
“Auwww,” pekik Nana saat dia mulai melangkah. Penderitaannya belum berakhir, Nana kembali mengeluh saat buang air kecil. “Ya ampun, perih banget sih. Kalau harus tiap malam, gimana bentuknya milik aku ya?”
\=\=\= udah goal.ya.
__ADS_1
Yang kemarin tanya Jeff anak siapa, nanti trjawab di bab2 berikutnya ya