
“A-aku hamil.”
Jeff bergeming mendengar pengakuan Kyra.
“Aku hamil, akibat perbuatan kita malam itu,” ungkap Kyra. Jeff mengusap wajahnya lalu tertawa.
“Lalu kalau kamu hamil, kenapa?”
Kyra mengernyitkan dahinya. “Kenapa kamu bilang? Ada calon bayi yang sedang tumbuh di tubuhku dan itu anak kita.”
“Oke, kamu hamil. Lalu ada hubungannya denganku. Kamu boleh saja mengklaim aku adalah Ayah dari bayi yang sedang kamu kandung. Tapi, mana aku tahu kenyataan sebenarnya.”
“Apa maksudmu?”
“Dengar Kyra,” ucap Jeff sambil berjalan menghampiri Kyra, posisi mereka saat ini lumayan dekat. “Malam itu kamu mabuk dan menggodaku, bahkan masuk ke dalam kamarku. Kamu menyerahkan dirimu secara sukarela lalu terjadilah. Tapi, setelah kejadian itu sampai dengan sekarang aku tidak tahu apa saja yang kamu lakukan, bisa saja malam berikutnya kamu berpindah ke pelukan laki-laki lain atau ….”
“Cukup!” teriak Kyra. “Aku sudah menurunkan egoku untuk menemui dan bicara denganmu. Jangan menghina aku seperti itu. Malam itu aku mabuk tapi ucapan dan perbuatan yang aku lakukan itu murni perasaan dan isi hatiku pada saat itu. Aku tidak sehina yang kamu ucapkan sampai harus memberikan tubuhku pada laki-laki lain.”
“Tidak ada bukti tentang hal itu, sayang. Bahkan kamu juga tidak ada bukti kalau bayi yang kamu kandung adalah anakku,” ucap Jeff lirih dan kembali memandang dengan wajah datarnya.
Kyra menggigit bibirnya menahan tangis, kedua tangannya mengepal sambil meremas dress yang dikenakan. Dadanya terasa sesak, air matanya kembali siap tumpah. Saat ini bukan hanya sakit hati karena perkataan Jeff tapi kesedihan membayangkan nasib anaknya yang tidak diakui oleh sang Ayah. Kyra melangkah mundur lalu berbalik menuju mobilnya, dengan tangis yang tidak dapat dibendung.
Jeff menatap punggung Kyra yang berjalan agak terhuyung. Cukup lama Kyra berada di dalam mobil sampai akhirnya mobil tersebut melaju meninggalkan basement.
“Diluar rencana, tapi akan semakin menarik. Ibu pasti senang mendengar berita ini, putri Elang Sanjaya dan Kayla Farraz hamil di luar nikah.”
Sementara itu, Kyra yang masih dalam perjalanan pulang.
“Bodoh,” teriak Kyra sambil mengemudi dengan pipi yang sudah basah dengan air mata. “Kamu bodoh Kyra. Cinta pada orang yang salah dan dicampakkan seperti perempuan hina.” Kyra pun menepikan mobilnya lalu menangis meraung sambil memukuli stir.
__ADS_1
...***...
“Kyra belum pulang, aku hubungi nggak dijawab,” ujar Kayla. Dia dan Elang baru saja tiba setelah mengantarkan Meera ke rumah Eltan karena Rumah sakit sudah memperbolehkan pulang.
“Mungkin masih di galeri,” jawab Elang. “Aku butuh kopi sayang, tolong urus aku juga. Jangan hanya anak-anak yang selalu kamu pikirkan, mereka sudah dewasa.”
“Dasar bayi besar,” ujar Kayla sambil berlalu menuju dapur.
“Aku dengar, sayang,” teriak Elang.
Kyra sengaja pulang agak larut menunggu kedua orangtuanya tidur. Kedua matanya bengkak karena terlalu lama menangis, bahkan matanya masih sembab.
Memasuki rumah dengan mengendap-endap, “Non Kyra baru pulang?” tanya salah satu asisten rumah tangga yang melihat Kyra akan menaiki anak tangga.
“Iya Bi. Mama sama Papa sudah tidur?”
“Sepertinya begitu Non.” Kyra hanya mengangguk, kembali melanjutkan langkahnya.
Esok pagi, tepatnya di apartemen Jeff.
“Maksudmu Kyra hamil anakmu Jeff?”
“Iya, Bu.”
“Kamu yakin perempuan itu benar-benar mengandung darah dagingmu?” tanya Sena lagi, raut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya tidak menyukai informasi ini.
“Kyra bukan wanita yang nakal, aku orang yang pertama menyentuhnya. Walaupun aku mengatakan meragukan jika dia hamil anakku, itu hanya untuk menyakiti perasaan Kyra.”
Sena berdecak, “Ini diluar rencana kita. Seharusnya dengan kamu mengirimkan foto dan video rekaman perbuatan kalian, kita bisa dapatkan apapun yang kita inginkan,” sentak Sena. “Mana file-file itu, berikan pada Ibu,” pinta Sena.
__ADS_1
Jeff menghela nafasnya. Ibunya sedang emosi tidak mungkin dia memberikan apa yang diminta begitu saja. Salah langkah bisa sangat beresiko. “Bu, kita akan lakukan sesuai rencana.”
“Tidak, kita harus pakai rencana lain. Biar Ibu yang urus, berikan file-file itu.”
Jeff bergeming.
“Jeff,” teriak Sena.
“File-file itu sudah kusimpan ditempat yang aman dan akan kita gunakan di waktu yang tepat. Masalah Kyra hamil tidak akan merubah rencana kita sebelumnya.”
“Jangan bilang kamu menyukai Kyra.”
“Come on, kamu selalu mendoktrin kalau hidup kita menderita karena ulah Elang Sanjaya dan Kayla. Itu selalu kamu sampaikan sejak aku masih remaja. Bagaimana bisa aku dengan mudah mencintai perempuan keturunan orang yang kita benci.”
Sena terdiam, teringat bagaimana dia menjalani hidup setelah dia dimutasi ke Two Season Bali karena tidak berhasil mendekati dan mendapatkan Elang yang sudah menikah dengan Kayla. Setelah ditinggal orangtuanya, Sena mengenal Ed Ryan, pria keturunan Inggris. Sena berhenti bekerja dari Two Season dan menikah dengan pria itu lalu hadirlah Jeff.
Ternyata kebahagiaan mereka hanya sementara. Usaha suami Sena gulung tikar dan meninggalkan banyak hutang. Tidak kuat menjalani hidup penuh tekanan, Ed mengalami serangan jantung lalu meninggal. Sena dan Jeff kecil harus berjuang bertahan hidup dan menutupi hutang yang ditinggalkan oleh Ed. Melihat kenyataan bahwa Elang dan Kayla semakin bahagia dan Two Season yang semakin sukses membuat Sena gelap hati dan meyakini jika yang dia alami adalah karena Elang dan Kayla.
“Sudahlah Bu, fokus saja pada pengobatan Ibu. Urusan yang lain biar aku yang urus, misi kita hanya menyakiti perasaan Elang dan Kayla. Apa yang terjadi pada Kyra sudah tepat sasaran. Kita tidak bisa membuat mereka jatuh miskin, tapi bisa membuat mereka menangis untuk membayar semua air mata Ibu akibat ulah mereka.”
Sena hanya menganggukkan kepalanya, “Maaf Jeff, Ibu mendidikmu dengan keras bahkan mungkin kejam. Tapi ini semua demi masa depanmu,” ujar Sena sambil membelai wajah Jeff.
Jeff tumbuh sebagai manusia keras hati, bahkan terlihat acuh dan arrogant. Tatapan wajah datarnya karena saat remaja tidak mendapatkan suasana keluarga yang harmonis dan hangat, melainkan pekikan sang Ibu yang marah atau menghujat takdir karena hidupnya menderita.
“Bagaimana dengan Keenan?” tanya Sena.
"Akan sulit untuk mengusiknya, sebaiknya kita fokuskan pada Kyra."
Sena menghela nafas lega. Benar-benar menantikan momen dimana Kayla akan terluka karena putrinya berurusan dengan Jeff.
__ADS_1
Sena bisa saja meminta Jeff untuk mengancam dan memeras Elang dengan foto-foto Kyra yang dimiliki oleh Jeff, tapi putranya tidak ingin melakukan hal itu. Sesuai dengan tujuannya hanya menyakiti perasaan Elang Sanjaya dan Kayla.