
"Papa yakin menerima lamaran Jeff? Dia sudah merendahkan Kyra dan menghina kita Pah," ujar Keenan. Baru saja tiba di rumah, Elang dan Kayla menyampaikan kedatangan dan rencana Jeff tadi sore.
"Tapi Jeff adalah ayah dari anak yang Kyra kandung. Menjadi single parent itu tudak mudah dan Papa ingin kelurga kita lengkap bukan harus terpisah karena bersembunyi."
"Dua hari lagi Papa dan Mama ke Surabaya, mereka harus menikah secepatnya," ungkap Kayla. "Permintaan Mama adalah jangan sampai Kyra tersakiti lagi terutama oleh Sena."
Keenan hanya bisa mendukung rencana orangtuanya, bagaimana pun ada pertimbangan kehamilan Kyra di sini.
"Kamu kelihatan naiklah ke kamar dan istirahat," saran Elang.
Setelah memastikan Keenan sudah beranjak meninggalkan ruangan, "Aku rasa Keenan dan Nana ada masalah," seru Kayla.
"Masalah?"
"Hm, tadi pagi wajah Nana sembab dan bengkak. Jelas sekali itu karena tangisan."
"Sudahlah, biarkan mereka selesaikan masalahnya sendiri. Rumah tangga tidak akan mulus terus, sesekali akan ada guncangan dan gelombang. Tinggal bagaimana mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah."
"Aku juga tidak bahas dengan mereka, makanya mengusulkan mereka berlibur atau honeymoon yang tertunda."
"Ya sudah, sekarang waktunya kamu utamakan urusanku. Jatah anak-anak lanjut besok, ayo," ajak Elang sambil.mengulurkan tangannya.
Kayla mengerti maksud Elang, akhirnya menyambut tangan Elang lalu menuju kamar mereka.
Sedangkan di kamar Keenan, Nana belum tidur saat suaminya pulang. Menawarkan air hangat untuk membersihkan diri.
"Nggak usah, aku mandi pake shower aja."
Nana menyiapkan pakaian ganti untuk Keenan. Masih berada di walk in closet merapihkan isi lemari yang agak berantakan, ternyata Keenan sudah selesai dengan mandinya dan saat ini sudah berada di belakang tubuh Nana. Memeluk dari belakang dan menempelkan keningnya pada bahu Nana.
"Minggu depan kita liburan ya, spesial hanya berdua. Kita harus perbaiki komunikasi agar hubungan kita membaik."
"Kemana?"
"Bali, karena ada hari aku harus bertemu klien di sana. Gimana, kamu setuju?"
Nana masih diam.
"Atau kita bisa ke Lombok dan ...."
__ADS_1
"Bali saja, nggak masalah."
"Terima kasih sayang," ujar Keenan.
"Pakaian Abang disana," tunjuk Nana karena merasakan tubuh Keenan yang masih bertelanj*ng dada.
"Saat ini kita tidak butuh pakaian." Keenan membalik tubuh Nana menghadapnya. Tangannya mulai bergerilya di tubuh Nana dan membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh istrinya.
"Abang, ini di ...."
"Nggak masalah, sesekali ganti suasana."
Nana kembali pasrah merelakan tubuhnya dan memenuhi kewajibannya melayani Keenan. Meskipun hatinya tidak sepenuh hati tapi raganya berkhianat karena merespon dengan baik bahkan bibirnya mengeluarkan dessahan wakapun sudah ditahan.
"Ohhh, Janela...." Keenan mengerang dan meneriakan nama istrinya ketika berhasil meraih kenikmatannya.
...***...
Kyra khawatir karena sampai berganti Jeff tidak mengabari apapun.
"Kenapa sih, muka ditekuk begitu?" tanya Nara. Reka sudah berangkat setelah sarapan dan hari ini Nara tidak ada kelas jadi dia akan menemani Kyra.
"Nggak apa-apa. Aku mau ke taman ya," pamit Kyra.
Kyra berjalan kaki menuju taman tidak jauh dari kediaman Reka. Duduk di kursi taman dan menatap sekeliling mencari keberadaan Ken.
"Cari siapa?"
Kyra menoleh, ternyata Ken sudah berada tidak jauh darinya sedang mengatur nafas yang terengah.
"Sudah berapa putaran?"
"Baru lima," jawab Ken sambil duduk disamping Kyra. Ken menggoda Kyra dengan lelucon receh tapi berhasil membuat Kyra tertawa. Ternyata interaksi keduanya menjadi pusat perhatian dari seorang pria.
Geram melihat kedekatan Kyra dengan seorang laki-laki apalagi terlihat sangat muda dan cukup tampan, Jeff pun menghampiri Kyra.
"Kyra," panggil Jeff, membuat keduanya menoleh. Jeff dengan wajah datarnya menatap tidak suka pada Ken. Sepertinya dia cemburu dan tidak menyukai kedekatan Kyra dengan Ken yang sebenarnya adalah adik sepupunya.
Kyra yang kesal karena Jeff tidak memberikan kabar apapun sejak kemarin. "Kenapa?"
__ADS_1
"Tidak baik wanita hamil keliaran tidak jelas, ayo pulang. Ada yang harus kita bicarakan," ajak Jeff sambil meraih tangan Kyra.
"Eh, sabar bro. Jangan kasar gitu dong," sahut Ken sambil berdiri menahan Jeff. Baik Jeff dan Ken memasang wajah tidak bersahabat.
"Kalian jangan buat keributan. Kita bicara di rumah, Ken dia Jeff," ungkap Kyra.
"Owh, jadi ini bule legendaris yang sudah buat malu keluarga Sanjaya. Lo yakin Kak, mau nikah sama dia?"
"Mau atau tidak, bukan urusan kamu," ketus Jeff.
"Jelas jadi urusan aku, mana ada seorang adik rela melihat kakaknya disakiti begini. Kemana aja lo baru mau tanggung jawab," ejek Ken.
"Ish udah," sela Kyra menarik tubuh Ken menjauh. "Ayo kita bicara di rumah Om Reka," ajak Kyra sambil menarik tangan Jeff.
"Tunggu, aku belum selesai."
"Sekarang atau jangan temui aku lagi," ancam Kyra.
Jeff dan Kyra sudah tiba di kediaman Reka. Jeff menyapa Nara dan mohon ijin ingin bicara dengan Kyra. Nara sendiri sudah mendengar dari Reka kalau Elang sudah menyetujui lamaran Jeff.
"Kyra, laki-laki tadi ...."
"Ken, anaknya Om Reka."
"Maaf aku emosi. Aku langsung dari bandara ingin bertemu kamu, malah melihat kedekatan kalian."
"Kenapa? Cemburu?"
"Ya iyalah."
\=\=\= cieee Jeff cemburu.
.
.
bersambung yesss
\=\=\=>
__ADS_1
Hai hai hai, mampir yukk ke karya milik rekan authir, hmm -- seru lohh