
“Hancurkan yang ini, awas itu musuhnya, nahh terus ... ahhh kalah. Coba lagi Pak Keenan, nanti setelah ini kita mabar,” ucap Nana saat mengajari Keenan bermain games online yang lagi viral.
Keenan berdecak, “Sepertinya ini bukan passion aku.”
“Halahh, orang Cuma untuk hiburan nggak usah pake passion segala.” Nana dan Keenan sudah berada di dalam kamar mereka, tepatnya di atas ranjang. Bingung akan melakukan apa karena keduanya belum mengantuk, Nana mengusulkan ide konyol untuk bermain games sampai pagi.
Setelah mengganti piyama, keduanya sudah larut dalam permainan. Keenan yang awalnya tidak menyukai ide Nana malah larut dalam permainan setelah bisa menguasai dan mengerti teknik games yang mereka mainkan.
“Mulai lagi ini, Pak Keenan hati-hati jangan sampai kita kalah lagi.”
“Hm.”
“First blood.”
“Awas, belakang,” ucap Nana.
“You have slain an enemy.”
“An enemy has been slain.”
“Double kill.”
“Good, ayo-ayo. Awas Pak Keenan.”
“Enemy killing spree!”
Beberapa menit kemudian. “Defeat.”
“Yahh, kalah lagi.” Keenan hanya menggaruk kepalanya lalu menyimpan ponselnya, “Sudahlah, aku ngantuk.”
“Satu kali lagi ya.” Keenan sudah berbaring. “Ayo Pak Keenan,” ajak Nana.
Keenan menggelengkan kepalanya lalu memejamkan mata. “Aku bisa membaca pergerakan saham, tapi tidak bisa pergerakan musuh di games itu.”
“Buat hiburan doang, ngapain juga harus punya kelebihan yang aneh-aneh.”
Keenan menepuk bantal di sebelahnya, lalu mematikan lampu utama dan mengganti dengan lampu tidur. “Tidur atau aku tiduri.”
__ADS_1
“Ihh, Pak Keenan mah.”
“Pak Keenan, Pak Keenan.”
Nana terbahak, kemudian menyimpan ponselnya dan ikut berbaring. Keduanya memandang langit-langit kamar. “Pak Keenan, kalau nanti aku bosan lalu datang ke hotel atau pergi ke mall, boleh?”
“Hm.” Keenan sudah memejamkan matanya.
“Jalan sama teman-teman aku?”
“Hm.”
“Shoping gitu, kalau perlu sesekali belanja barang yang mahal.” Nana terkikik geli membayangkan dia menghabiskan uang Kenan untuk belanja barang-barang branded. “Tenang saja Pak, aku nggak akan begitu. Bisa dijewer Mommy kalau aku belanja barang yang nggak dibutuhkan.”
“Pak Keenan,” panggil Nana dan tidak ada suara. Nana menoleh, “Yah, udah tidur.”
...***...
Pagi sekali Kyra sudah siap untuk ke galeri. Memutuskan untuk menyibukkan diri agar bisa lebih mudah melupakan kejadian yang benar-benar membuat hidupnya hancur.
“Loh, Kyra mau kemana nak, sarapannya belum matang.”
Setelah parkir rapi, Kyra memasuki galeri miliknya. Petugas kebersihan menatap aneh pada pimpinannya karena tidak biasa datang lebih awal. Kyra meletakan tas di atas meja ruangannya lalu menuju bengkel. Bengkel ini ada beberapa, tergantung jenis kegiatan yang dilakukan. Kyra memasuki bengkel lukis, mengenakan apron lukis agar tidak ada cat yang mengotori pakaiannya. Setelah mencepol rambutnya, Kyra mulai menyapukan kuasnya dan fokus pada kanvas di hadapannya.
Entah berapa lama dia sudah berada di bengkel, sepertinya para karyawan Kyra sudah mengerjakan tugasnya masing-masing. Kyra berhasil menyelesaikan lukisannya. Dia pun memandang lekat hasil karyanya. Menuangkan emosi dan beban yang cukup mengusik pikirannya ke dalam sebuah lukisan seperti menjadi obat tersendiri untuk Kyra.
“Kak Kyra,” panggil seseorang yang sudah berdiri di tengah pintu.
“Hm.” Kyra meletakkan lukisannya lalu menoleh. “Kenapa?”
“Ada tamu, sepertinya yang kemarin menawarkan kerja sama.”
“Aku cuci tangan dulu.”
Rekan Kyra menunjuk wajah Kyra yang kotor karena cat. Kyra mencuci mukanya untuk menghapus noda cat, entah mengapa dia kembali teringat masalah hidupnya. “Kalau noda hidupku bisa mudah dihapus seperti noda cat, mungkin aku tidak terlalu khawatir.”
Kyra menuju ruang pameran dalam galeri nya, karena tamu yang dimaksud malah melihat-lihat produk dari galeri dan yang ditampilkan di sana.
__ADS_1
Pertemuan antara Kyra dan rekan kerjasamanya cukup lama bahkan sampai waktu makan siang. Kalau saja tamunya tidak ada janji lain pasti mereka akan melanjutkan sambil makan siang.
“Nona Kyra, makan siangnya sudah ada di ruangan,” ujar salah satu OB.
“Terima kasih Mas.”
Kyra membaca lagi proposa penawaran dari klien tadi. “Surabaya,” ucap Kyra. “Apa aku terima saja ya, toh di sana ada Om Reka dan Tante Nara. Aku pikirkan nanti,’ ucapnya lagi.
...***...
Sudah seminggu ini Nana tinggal bersama Keenan tentu saja di kediaman Elang Sanjaya. “Abang,” panggil Nana karena Keenan memeluknya membuat Nana sulit bernafas. Apalagi kaki Keenan berada di atas paha Nana terasa sangat berat dan mengunci pergerakan. Nana memanggil Keenan dengan sebutan Abang karena suaminya protes terus-terusan di panggil Bapak.
“Bang Keenan, geserrrr,” rengek Nana.
“Apa sih Na. Lima menit lagi.”
“Iya tapi angkat kakinya.” Nana menggerakan kakinya agar tubuh Keenan bergeser.
Keenan berdecak, “Aku sudah bangun, Na.”
“Bangun apa kali, orang masih merem gini.”
“Kamu jangan gerak terus, ini yang sudah bangun malah meronta. Memangnya kamu mau tanggung jawab.”
“Nggak ngerti aku.”
Keenan membuka matanya dengan semangat. “Ya udah kamu belajar ya, pelan-pelan aja. Mulai dari perkenalan, lalu sentuhan dan ….”
“Kita ngomongin apa sih Bang?”
“Ngomongin kunjungan aku ke tubuh kamu.” Keenan sudah melepaskan pelukannya lalu beranjak bangun. Sempat menguap lalu memilih menurunkan kedua kakinya ke lantai, melakukan pergerakan ringan pada tubuhnya dan beranjak menuju kamar mandi.
Keenan sudah menyelesaikan mandinya dan saat ini berada di walk in closet. Sudah ada Nana di sana yang menyediakan setelan yang akan dikenakan Keenan. Sudah mengerti karena Keenan yang menjelaskan apa yang harus disiapkan dan bagaimana memilih setelan dan kelengkapannya sesuai gaya Keenan.
Meskipun semakin dekat, Keenan dan Nana belum melakukan ritual suami istrinya. Sepakat akan melakukannya ketika keduanya benar-benar siap. Keenan sendiri sudah siap lahir dan batin, juga mulai memiliki rasa pada Nana bahkan sikapnya sudah mulai posesif tapi Nana masih belum siap.
Melihat suaminya hanya mengenakan handuk dan mengekspos bagian atas tubuhnya. Nana lagi-lagi ditunjukan jika Keenan memang seorang lelaki idaman.
__ADS_1
Keenan yang menyadari Nana sejak tadi menatap ke arahnya, tersenyum smirk. Entah kenapa ada ide untuk mengerjai istri polosnya.
\=\=\=\= hai gaesss, lanjut update normal ya 🥰