
Nana tertawa mendengar nasihat Hana. “Lain kali sebelum bicara apa lagi menegur orang lain, cari tahu dulu kebenaran dari hal yang kamu lihat. Yang tadi aku peluk itu Om aku, orang yang ikut membesarkan aku. Aku ini istri Keenan Sanjaya, CEO dari Two Season, kalau menegur aku lihat dulu posisi kamu itu siapa.”
Nana memilih meninggalkan Hana, asisten Keenan yang masih berdiri setelah mendengar penjelasan Nana.
“Bikin mood aku tambah rusak aja” gerutu Nana sambil meninggalkan toilet. Nana kembali bergabung di ballroom, pandangannya mencari sosok Keenan atau Malik.
Siluet Malik terlihat, bergegas menghampiri pria itu tapi karena ramainya tamu undangan Nana kehilangan jejak Malik dan memilih mencari keberadaan Keenan.
Nana menyunggingkan senyum karena berhasil menemukan Keenan. Kembali memeluk lengan suaminya, Keenan yang sedang bicara pun menoleh karena terkejut tapi langsung tersenyum saat menoleh dan melihat Nana. Kembali berada di situasi dia hanya diam mendengarkan pembicaraan Keenan atau hanya tersenyum dan menjawab seperlunya apa yang ditanyakan oleh rekan Keenan.
Wajah Nana berubah masam, melihat keberadaan Hana di sisi kanan Keenan. Melihat istrinya yang tampak bosan Keenan pun mengajak Nana duduk. "Kamu bisa tunggu disini, sambil menikmati hidangan. Aku masih harus menemui banyak orang," tutur Keenan.
Nana hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Menatap sekeliling, memperhatikan lalu lalang para tamu undangan yang tertawa, serius bahkan ada yang tengok kiri kanan `karena tidak ada teman.
"Habiskan ya!" titah Keenan yang kembali membawakan segelas juice dan sepotong cake. Belum sempat Nana menjawab tapi Keenan sudah berlalu. Nana menatap punggung Keenan yang sudah menjauh. Sepuluh menit berlalu, Nana kembali bosan lalu beranjak mencari Keenan .
Mengernyitkan dahinya melihat Keenan dengan Hana di sampingnya. Yang membuatnya aneh adalah Hana, memeluk lengan Keenan seperti yang Nana lakukan tadi dan Keenan tampak tidak keberatan. Menghela pelan kemudian Nana meninggalkan ballroom dan memilih berada di koridor. Duduk di salah satu kursi sambil memainkan ponselnya.
Entah sudah berapa lama, sepertinya Keenan tidak menemukan keberadaan istrinya lalu menghubungi Nana.
Nana menjawab panggilan Keenan, belum sempat mengucapkan apapun Keenan sudah lebih dulu bicara dengan nada yang cukup tinggi.
“A-aku ada di luar ruangan.”
Tidak lama panggilan pun berakhir. Nana pun beranjak dan berjalan menuju pintu ballroom. Memilih bersembunyi di balik pilar melihat Keenan lagi-lagi bersama Hana.
“Bapak yakin, Ibu Janela tidak pulang duluan.”
“Yakin, dia bilang di luar.”
“Atau di toilet, Pak.”
“Apa aku salah dengar,” sahut Keenan lalu berbalik dan kembali masuk ke ruangan diikuti oleh Hana.
__ADS_1
Nana berdecak lalu mengirimkan pesan pada Keenan.
[Aku di luar, tidak jauh dari pintu masuk]
Lima menit kemudian, Keenan akhirnya keluar dan benar-benar menemukan Nana. wajahnya terlihat tidak biasa, Nana tahu Keenan pasti marah.
“Ayo, kita pulang,” ajak Keenan.
Nana hanya mengikuti Keenan tanpa memeluk lengan suaminya seperti sebelumnya. Saat berada di mobil, Nana hanya diam sambil memandang keluar jendela.
Saat berhenti karena lampu merah, Keenan menoleh ke arah Nana. “Lain kali bersikaplah lebih dewasa, ini acara penting bagi aku. Kamu itu istri seorang CEO, bagaimana jika ada yang mengenali kamu duduk di koridor hotel seperti wanita panggilan.”
Nana menoleh mendengar kalimat yang diucapkan oleh Keenan. “Lain kali jangan ajak aku, cukup minta dampingi asisten atau sekretaris Abang saja. Dari penampilannya, asisten Abang yang lebih mirip wanita panggilan.”
“Nana ….”
“Sudahlah, Bang. Seharusnya Abang tanya kenapa aku memilih meninggalkan acara, jangan langsung menuduh aku begini.”
Keenan tidak menjawab apa yang diucapkan Nana, karena lampu sudah berganti warna lalu kembali melajukan mobilnya.
...***...
Meletakan ponsel dan menghidupkan lampu tidur, “Matikan lampunya dan tidurlah. Semoga saat bangun nanti pikiran kamu lebih terbuka dan bisa bersikap lebih dewasa.”
“Seharusnya Abang yang bisa berpikiran terbuka,” sahut Nana.
“Aku heran, kamu dinasehati menjawab terus.”
Nana beranjak duduk masih membelakangi Keenan. “Aku nggak suka asisten Abang itu sok tahu bahkan berani menegur aku, dia hanya asisten ada hak apa sampai harus menasehati aku.”
“Maksud kamu?” Keenan sudah beranjak duduk.
“Dia bilang aku nggak bisa menjaga nama baik suami karena memeluk pria lain di tempat umum.”
__ADS_1
“Tidak ada yang salah dari kalimat itu,” ujar Keenan. “Memangnya siapa yang kamu peluk?”
“Lupakanlah, Abang pun sama tidak mencari tahu kebenaran yang ada.” Nana turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu. Keenan mengejar Nana dan menahan pintu yang akan dibuka.
“Mau kemana kamu? Jangan macam-macam, apalagi sampai Mama dan Papa tahu kita bertengkar begini. Kembali ke ranjang dan berhenti bersikap menyebalkan,” titah Keenan.
Nana kembali ke ranjang dan berbaring dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
...***...
Sudah beberapa hari berlalu, Nana masih menyimpan kekecewaan pada sikap Keenan. Meski begitu dia tetap menjalankan perannya sebagai seorang istri. Kyra sudah kembali ke Surabaya bersama Reka dan Nara.
"Aku boleh mengujungi Mommy?" Nana meminta ijin saat mengantar Keenan aan membuka pintu mobil.
"Hm, banyaklah diskusi dengan Mommy jangan banyak bermanja. Yang ada kamu tidak pernah dewasa."
Nana bergeming mendengar nasihat Keenan.
Sedangkan di tempat berbeda, tepatnya di Surabaya. Kyra sedang berjalan di taman tidak jauh dari kediaman Reka.
Duduk di salah satu kursi sambil mengatur nafasnya. Dengan kondisi perut yang sudah semakin besar, nafasnya mudah terengah dan kaki yang pegal ketika berjalan.
"Kyra."
Kyra terdiam, cukup mengenal suara orang yang menyebut namanya. Dia pun menoleh, ada Jeff yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Kyra," panggilnya lagi. "Please, jangan menghindar, kita perlu bicara," tutur Jeff saat melihat Kyra mencoba berdiri.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Jangan temui aku atau aku akan pergi lebih jauh."
Jeff menahan emosinya. "Kita harus bicara Kyra, aku akan hapus file yang aku miliki tapi beri aku kesempatan untuk kita bicara."
\=\=\=\= bersambung
__ADS_1
Sambil tunggu update silahkan mampir ke karya rekan author