Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta
Menghadiri Pesta


__ADS_3

Kayla dan Elang saling tatap saat Kyra mengatakan ingin kembali ke Surabaya. 


"Kamu yakin?" tanya Kayla pada Kyra yang mengatakan akan kembali ikut Reka dan Nara ke Surabaya. Kyra menganggukan kepalanya dengan yakin. 


“Tapi Mama setuju dengan ide kamu, di sana tidak ada yang mengenal kamu jadi tidak terlalu kepo dengan kondisimu saat ini.”


"Kyra, tolong kamu pikirkan lagi permintaan Jeff ingin bertemu. Kamu tahu maksud pertemuan itu untuk apa?” Elang menyela interaksi Kayla dan Kyra.


"Iya, Pah." Kyra tidak menyampaikan kalau Jeff melihatnya di Rumah sakit bahkan mencoba menghampirinya hanya gagal karena ulah Sena.


"Sampaikan kalau kamu sudah siap, jika perlu Papa atau Mama akan temani kamu."


Kyra menghela pelan, bingung bagaimana menyampaikan jika dia masih belum siap bertemu Jeff meskipun Kyra pernah menyukai Jeff tapi untuk saat ini dia bingung dengan rasanya sendiri. Disatu sisi kadang dia merindukan kehadiran Jeff sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya tapi disisi lain Kyra benci dan marah dengan sikap Jeff. Ditambah dengan hormon kehamilan membuat Kyra sulit memutuskan sikap.  


“Kapan Reka pulang ke Surabaya?”


“Besok, Pah.”


Elang hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Kyra. Karena awalnya memang Elang yang menyarankan Kyra untuk tinggal dengan Reka sampai melahirkan. Tapi melihat Jeff yang sepertinya mulai menyadari kesalahan, Elang berharap Kyra dan Jeff bisa sama-sama dewasa untuk menyelesaikan masalah mereka.


...***...


Di saat orangtuanya sedang membahas masalah Kyra, Keenan dan Nana saat ini baru saja tiba di lokasi undangan pesta rekan bisnis Keenan. Nana sebenarnya kurang menyukai menghadiri kegiatan perayaan, salah satunya pesta. Merasa tidak cocok dengan suasana kegiatan tersebut dimana kebanyakan yang hadir saling menyombongkan atau membanggakan apa yang mereka miliki.


Nana memeluk lengan Keenan, mengikuti kemanapun pria itu melangkah. Ketika memasuki ballroom tempat acara, Keenan menyapa tamu lainnya terutama sesama rekan bisnis. Nana hanya menganggukkan kepala dan tersenyum saat Keenan mengenalkan dirinya pada rekan-rekannya.


“Pak Keenan ini pandai mencari istri, masih muda, cantik dan putri dari orang ternama,” ujar rekan Keenan.


“Ah, Bapak bisa saja. Ini sudah takdir dan keberuntungan saya,” sahut Keenan.

__ADS_1


Keenan pamit untuk menyapa tuan rumah, terlihat dia melihat sekeliling seakan mencari seseorang. “Abang cari siapa?”


“Hana, dia kirim pesan kalau sudah sampai. Tapi dimana dia? Ini penting untuk urusan bisnis, jadi mereka juga kenal kalau Hana adalah asistenku,” tutur Keenan


“Ah, itu dia.”


Nana menoleh ke arah yang ditunjuk Keenan. Hana yang berjalan ke arah mereka, penampilannya terlihat sangat sempurna. Dengan postur tubuh yang cukup tinggi hampir sejajar dengan Keenan. Gaun yang dikenakan Hana memperlihatkan kedua pundak dan leher jenjangnya, bahkan belahan di paha yang cukup tinggi membuatnya terlihat sangat seksi.


“Selamat Malam Pak Keenan dan Ibu Janela,” sapa Hana.


Nana hanya mengangguk dan tersenyum. Saat ini Nana mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna putih, dengan polesan make up sederhana dan tatanan rambut yang cukup membuatnya terlihat tidak kalah dengan penampilan Hana. Bedanya kalau Hana terlihat seksi menggoda, Nana terlihat cantik menggemaskan.


“Ayo, kita sapa tuan rumah dulu. Setelah ini banyak yang harus kita temui,” ajak Keenan. Nana yang berada di sebelah kiri Keenan dengan tetap memeluk lengan Keenan sedangkan Hana berada di sebelah kanan Keenan.


Berbasa basi dengan orang yang menyelenggarakan acara, bahkan sesekali mereka tertawa. “Pak Keenan sudah punya anak berapa, istrinya masih sangat muda loh.”


Deg!


Ucapan Keenan barusan sangat mengena di hati Nana. Keenan menginginkan banyak anak sedangkan Nana dinyatakan sulit untuk hamil. Raut wajah Nana berubah datar karena hatinya tiba-tiba galau.


“Hati-hati Pak Keenan, perempuan jaman sekarang sangat menjaga tubuhnya. Mereka jarang mau melahirkan banyak anak, solusinya Pak Keenan harus punya istri lebih dari satu."


Keenan dan pria itu malah tertawa, begitu pula Hana. Berbeda dengan Nana yang sangat tidak menyukai candaan tersebut. Keenan akhirnya pamit menyapa tamu lainnya. Nana semakin merasa tidak nyaman karena Hana selalu ikut mendominasi saat Keenan bicara.


Keenan sedikit menunduk, karena Nana menarik ujung jas yang dikenakan Keenan. “Aku mau ke toilet,” bisik Nana.


Keenan menganggukan kepalanya, serta menunjuk arah toilet. Kemudian melanjutkan obrolannya. Nana melewati buffet, memilih melipir untuk mengambil juice. Menghabiskan segelas orange juice lalu berbalik melanjutkan tujuannya.


“Janela,” panggil seseorang.

__ADS_1


Nana menoleh, “Om Malik,” ucapnya lalu memeluk Malik. Malik terkekeh karena pelukan Nana sangat erat.


“Kamu ke sini dengan siapa?”


“Abang Keenan.”


“Dimana dia?” tanya Malik melihat sekeliling.


“Hm, tadi di sebelah sana masih ngobrol dengan rekan bisnisnya. Aku malas, nggak paham dengan yang mereka bicarakan.”


Malik terkekeh lalu mengusap kepala Nana. “Ya sudah, Om temui Keenan dulu.”


Nana keluar dari salah satu bilik toilet dan menatap cermin dihadapannya memastikan penampilannya tidak ada cela, berbarengan dengan Hana yang bergabung di ruangan itu. Wanita itu terlihat memperbaiki riasannya dan melirik ke arah Nana.


“Maaf Bu Nana, anda sepertinya harus belajar menjaga sikap.”


Nana mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Hana. “Maksudnya?”


Hana dan Nana kini dalam posisi berhadapan, bahkan Hana dengan kedua tangan dilipat di dada dan menatap tajam ke arah Nana. “Anda adalah istri Keenan Sanjaya, CEO dari Two Season. Seharusnya anda bisa menjadi diri dan nama baik suami Anda.”


“Tunggu, ini maksudnya gimana sih aku nggak ngerti. Maksud kamu aku nggak bisa jaga nama baik Keenan? Bagian mana dari aku yang salah?”


Hana berdecak, “Ini tempat umum, tapi Anda dengan seenaknya memeluk pria lain. Bagaimana kalau ada yang mengabadikan dan meramaikannya di media sosial. Bagaimanapun Pak Keenan termasuk salah satu tokoh penting di dunia bisnis.”


.... Bersambung yesss.


"Hai gaesss mampir yuk ke karya reka author, ceritanya gak kalah menarik loh


__ADS_1


__ADS_2