Lamora

Lamora
Dosen Baru, Kelakuan Belagu


__ADS_3

Bu Endri dosen mata kuliah obstetri resmi pensiun dari Universitas Lamora. Lisa penasaran seperti apa dosen pengganti Bu Endri karena mata kuliah ini memiliki Satuan Kredit Semester (SKS) cukup tinggi. Bagi Lisa dosen sangat berpengaruh terhadap nilai apalagi ketika cara mengajarnya sulit dipahami. Anak ambisius, nggak akan mau Indeks Prestasi Semester (IPS) turun hanya karena satu mata kuliah. Selama tiga tahun Lisa berusaha keras mempertahankan IP di atas 3,5 demi lulus dengan predikat cumlaude.


"Alikacan, telinga tajam lu udah tau belum siapa pengganti Bu Endri?"


Lisa bersahabat dengan Alika dan Maya yang merupakan teman sekelasnya. Mereka sering mengimbuhi atau memanggil nama sahabat dengan kata "can" yang berarti cantik.


"Gue denger-denger sih cowok, can."


"Dah nikah belum? Bisa gue gebet nih kalau belum."


"Yaelah, ratu single seumur hidup, pacaran aja nggak pernah mana sempet gebet dosen," sambung Maya.


"Woi kemana aja lu. Gue punya pacar 23 member NCT."


"Halu muluuu," ujar Alika dan Maya berbarengan.


"23 orang setia nemenin gue bahkan saat sedih itu halu?"


"Iya. Iya. Serah lu dah."


Dosen baru memasuki kelas. Mahasiswa yang sedang bernyanyi, mengobrol, dan main bareng mobile game langsung duduk di bangkunya masing-masing.


"Hai teman-teman, selamat siang. Saya panggilnya teman-teman aja ya biar lebih dekat."


"Iya pak. Panggil sayang juga nggak apa-apa," ujar Maya yang biasa bersikap frontal.


"Emang saya kelihatan masih muda yang bisa kencan dengan kalian?" sambil tersenyum lebar.


"Masih muda, pak," ucap beberapa mahasiswa bersamaan.


"Waduh, terlihat seperti cowok Korea nggak nih?"


"Duplikat Ji Chang Wook, pak," teriak Susi dari bangku paling belakang.


"Siapa nih Ji Chang Wook? Bapak jadi penasaran."


"Aktor gantengnya Korea, pak," jawab Sari.


"Wah, pasti banyak yang mengidolakan ya kalo ganteng?"


"Iyaaa, pak," teriak semua fans aktor ternama tersebut yang cukup banyak di kelas Lisa.


Aktor Korea paling Lisa suka memang Ji Chang Wook tapi ia memilih tidak menggubris teman-temannya yang menyebutkan dosen barunya tersebut mirip Ji Chang Wook. Baginya, perbandingan ketampanan dosen baru dan Ji Chang Wook hanya 1:10. Lisa masih baik, bukan? Perbandingan tersebut menghasilkan persentase kemiripan 10% daripada tidak mirip sama sekali.


"Baik, saya harap ke depan banyak mahasiswa yang mengidolakan saya jangan hanya karena mirip Ji Chang Wook saja. setidaknya juga sebagai dosen yang baik dan bisa membantu kalian belajar Obstetri dengan hasil memuaskan. Jadi, mohon kerja sama kalian ya?"


"Siap, pak. Semangat kalau yang ngajar ganteng gini ya gaes," ujar Maya.


"Udah, jangan memuji terus nanti saya baper gimana?


"Nggak apa-apa baper yang penting jangan laper. Kebetulan saya udah laper nih pak, nggak mau segera dimulai aja kelasnya?" ucap Lisa dengan ketus.


Semua mata langsung tertuju pada Lisa. Orang yang selama ini selain pandai juga terkenal memiliki kepribadian baik oleh semua dosen, mendadak menjadi monster kelas. Ya, Lisa kesal karena kesan pertama ke dosen baru ini buruk, alias banyak menanggapi topik yang nggak penting sehingga membuang waktu. Satu lagi, kriteria cowok paling Lisa benci, terlalu ramah ke semua perempuan. Ya, semua perempuan karena semua mahasiswa kebidanan memang perempuan.


"Oke. Sebelum kita mulai pelajaran, alangkah baiknya saya perkenalan terlebih dulu. Teman-teman, perkenalkan nama saya Ray Wiliam. Kalian bisa memanggil saya Pak Ray. Kebetulan saya mendapat amanah untuk menggantikan Bu Endri mengajar mata kuliah Obstetri di kampus ini. Ada pertanyaan lain?"

__ADS_1


"Boleh tau tentang umur bapak nggak?" tanya Dinda.


"Boleh. Umur saya 30 tahun. Wah bakal kalian hapus nih cap mirip aktor Korea kalau kalian tau umur saya gini," ujar Pak Ray sambil tertawa.


"Ji Chang Wook lebih tua, pak. Usianya 34 tahun," ucap Sari.


"Ternyata cowok korea awet muda. Semoga saya juga awet muda seperti Ji Chang Wook. Ada yang mau tanya lagi?"


"Sudah menikah atau belum, pak?" Tanya Maya.


"Kebetulan saat ini status percintaan saya sedang jomblo."


"Siapa yang mau saingan sama gue, guys?" Tanya Maya ke teman-temannya.


"Stop, Can. Nggak mulai-mulai ini pelajaran." Lisa menepuk tangan Maya.


"Iya dah can iya. Lu datang bulan ya? Sensitif amat."


"Sebenarnya hari pertama mengajar saya ingin ngobrol santai dan diskusi kontrak perkuliahan. Sepertinya teman kalian ada yang pengin pelajaran. Ya sudah, saya turuti saja ya?"


"Pak, abaikan Lisa. Dia baru datang bulan," ujar Alika bersemangat sambil mengedipkan matanya ke Lisa.


"Iya pak, abaikan Lisa," teriak teman-teman Lisa serentak.


Lisa terdiam. Teman-temannya sangat suka dengan dosen yang nggak serius saat mengajar. Pak Ray yang sekadar mengobrol di luar topik pelajaran masih tergolong biasa. Ada dosen yang memilih tidak mengajar tanpa memberikan tugas namun tetap absen kedatangan kuliah. Sayangnya, kesan pertama Lisa ke Pak Ray sudah buruk.


"Nama yang cantik, Lisa. Gimana Lisa setuju seperti yang teman-teman inginkan?"


"Masih perlu tanya ke saya, pak? Saya yang memutuskan semua tentang mata kuliah ini?"


"Wah, sepertinya benar kata teman-teman, Lisa sedang mestruasi. Oke Lisa, saya harap pertemuan selanjutnya kamu bisa beradaptasi dengan keberadaan saya."


"Iya, bapak tau. Nama yang cantik pasti karakter Lisa juga cantik."


"Walau nggak pernah pacaran, omongan playboy keliatan emang," batin Lisa.


Pertemuan pertama kali ini berlanjut dengan perkenalan mahasiswa satu per satu. Bergilir dari pojok depan sebelah kanan hingga pojok belakang sebelah kiri. Lisa memperkenalkan diri hanya menyebutkan nama saja. Padahal, Pak Ray meminta mahasiswa memnyebutkan nama, asal daerah, dan alasan memilih kuliah kebidanan. Pak Ray memilih tidak menananggapi Lisa setelah tahu sifat muridnya tersebut sangat sensitif hari ini. Kontrak perkuliahan juga sudah tersampaikan. Kelas yang berlangsung selama 2 jam 30 menit tersebut akhirnya usai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini, Alika dan Maya menanyakan sikap Lisa yang berbeda melalui grup whatsapp "Can Squad". Lisa si baik di mata semua dosen tiba-tiba berubah drastis. Selama tiga tahun kuliah untuk pertama kali jurusannya terdapat seorang dosen laki-laki. Apalagi Pak Ray belum menikah dan tampan di mata semua teman kelas.


Alika


Lu beneran lagi datang bulan, can?


Maya


Iya, tumben lu sebel sama dosen.


^^^Lisa^^^


^^^Gue nggak menstruasi kok. Tuh dosen emang ngeselin, kebanyakan ngomong nggak jelas.^^^


Maya

__ADS_1


Kalo nggak jelas kenapa teman-teman kita pada seneng kecuali lu doang, can? Brarti lu yang nggak jelas.


^^^Lisa^^^


^^^Ngajak berantem nih si centil.^^^


Alika


Cukup woi, berantem beneran ntar.


Maya


Mana pernah kita berantem beneran? Nggak akan.


^^^Lisa^^^


^^^Alikacan kayak baru kenal sama kita aja dah.^^^


Alika


Gue takut, guys. Kebanyakan berantem bercanda gimana kalo jadi berantem beneran.


Maya


Buktinya tiga tahun temenan kita nggak pernah berantem.


Alika


Ya, gue pegang omongan lu. Awas aja kalo kalian berantem beneran. Gue ogah jadi penengah.


^^^Lisa^^^


^^^Penting lu ada buat gue aja, Alikacan. Jangan jadi tim Macan.^^^


Maya


Wah, ga terima gue dibilang macan. BERANTEM BENERAN NGGAK MAU TAU. CAPSLOCK UDAH JEBOL NIH.


Alika


Nggak ikutan.


^^^Lisa^^^


^^^SUMPAH DETEKSI BAHASA. SINI LU BERANTEM SAMA HP GUE AJA.^^^


Alika


Buset udah sering banget typo, masih lu aktifin aja tuh fitur. Kalo sampe besok nggak lu non-aktifin, gue bilang ke Pak Ray lu mau jadi pacarnya.


Maya


Mana ada mahasiswa yang kelihatan dengan jelas benci dia, tiba-tiba nyatain cinta.


^^^Lisa^^^

__ADS_1


^^^Nah, suka nih kaya gini. Tumben Mayacan ngebelain gue.^^^


Percakapan tersebut berakhir dengan read. Sudah biasa bagi mereka, hanya membaca whatsapp ketika tidak ada lagi topik yang perlu dibicarakan. Terlebih kegiatan masing-masing "Can Squad" di luar jadwal perkuliahan berbeda-beda. Lisa seorang youtuber dengan 500 ribu subscriber dan memiliki bisnis cafe yang cukup ramai. Maya memiliki suara emas memutuskan mengisi waktu luangnya bernyanyi dari cafe ke cafe. Sedangkan Alika, memilih aktif berorganisasi namun sering diminta Lisa membantu mengurus cafenya.


__ADS_2