
"Bundaaaa," teriak Arumi yang berlahir ke arah Lisa.
"Arumiii," Lisa membalas pelukan Arumi.
"Arumi, cium tangan dulu sama kakek dan nenek," ucap Ray sambil mencium tangan Tante Lala dan Om Sam.
"Iya, ayah."
"Udah siap?" Tanya Mas Ray ke Lisa.
"Iya mas. Ayah, bunda, Lisa pergi dulu ya," ucap Lisa berpamitan kepada ayah dan bundanya.
"Iya, Lisa," ujar ayah dan bunda bersamaan.
Hati-hati di jalan. Ray, tante dan om titip Lisa ya," ucap ayah kembali.
"Iya, om. Lisa aman sama Ray."
"Kalian nginep dua hari kan?" tanya bunda.
"Iya ma. Nginep dua hari jadinya," jawab Lisa.
"Ayo, ayah," ajak Arumi.
"Izin bawa Lisa pergi ya, om, te," ucap Mas Ray.
"Iya. Hati-hati ya kalian," ujar ayah dan bunda sambil melamaikan tangan.
Lisa, Mas Ray, dan Arumi meninggalkan kediaman Lisa. Hari ini Lisa menepati janjinya untuk tidur bersama Arumi. Dia memutuskan menginap di Hotel Aluna yang terletak di Kota Jogjakarta. Kebetulan, cabang baru Star Cafe resmi bertambah di kota pelajar itu. Mas Ray terpaksa Lisa ajak karena dia belum punya pengalaman mengurus Arumi.
Menikmati perjalanan dua jam layaknya keluarga kecil bahagia. Awalnya Lisa memilih duduk di kursi belakang namun Arumi ingin Lisa duduk di depan dan memangkunya. Sebuah paket lengkap! Ayah, ibu, dan anak yang pergi berlibur bersama terdengar bahagia bukan? Lisa, tinggal mantapkan hatimu bahwa kamu benar-benar mencitai keluarga kecil ini.
"Arumi, ini perjalanannya cukup jauh. Kalau botol susunya habis tahan sampai hotel ya, nak? Ayah kan lagi nyetir," ucap Mas Ray.
"Bunda nanti mau coba buat susu untuk Arumi kok. Kalo haus bilang aja ya sama bunda," ucap Lisa tersenyum ke arah Arumi.
"Oke bunda," ucap Arumi yang asyik membongkar mainannya.
"Makasih banyak, Lis," ucap Mas Ray sambil mengusap rambut Lisa.
"Iya. Mas, mampir ke toko yang jual jajanan dulu yuk. Enaknya sambil nyemil kalo perjalanan. Apalagi ada Arumi yang pasti dia butuh jajan juga," ucap Lisa.
"Oke, sayang," ucap Mas Ray yang mampu membuat Lisa kembali merasakan getaran cinta.
__ADS_1
"Lisa, wajahmu merona ih," ujar Mas Rey yang melihat wajah Lisa tersipu akibat ucapannya itu.
"Jangan gitu lagi ya. Perlahan aja kan katamu."
"Iya. Iya. Maaf sayang," ucap Mas Ray yang sengaja menggoda Lisa lagi.
"Itu ada toko. Berhenti ya," Lisa mengalihkan pembicaraan.
"Iya sayang," Mas Ray semakin semangat menggoda perempuan itu.
Lisa tak menanggapi Mas Ray yang sedang menggodanya. Arumi, tengah asyik bermain tak acuh dengan sikap ayah dan bundanya yang sedang memadu cinta. Toko seakan menjadi saksi bahwa Mas Ray memanggil Lisa 'sayang' untuk pertama kalinya. Mereka membeli banyak snack dan mimuman sekalian untuk persediaan di hotel. Setelah itu, melanjutkan perjalanan kembali menuju kota yang konon katanya romantis. Menyimpan sejuta cerita bagi orang-orang yang sedang diserang virus cinta.
"Mas, Lisa boleh ganti jadi musik Korea nggak?" ucap Lisa yang bosan mendengar musik mellow. Untung lagu "Melukis Senja" belum terputar jadi masih aman standar mellow-nya bagi perempuan itu.
"Ganti aja."
"Mama suka Korea ya?" tanya Arumi.
"Iya. Arumi tau dari siapa kata Korea?" tanya Lisa.
"Temen-temen Arumi di sekolah ada yang cerita mamanya hobi nonton drama Korea sampe nggak ngurusin dia."
"Kamu jangan gitu ya, Lis," ucap Mas Ray sambil tertawa.
"Wah wah perkataanku kamu ingat juga. Kamu cocok deh jadi Bunda Arumi. Aku nggak salah deketin orang," ucap Mas Ray langsung tersenyum ke arah Lisa.
"Iya bunda. Kalo Arumi sih gapapa bunda denger lagu korea. Arumi juga sering lihat cowok Korea di TV. Ganteng-ganteng semua."
"Arumiii," wajah Mas Ray mulai panas melihat kelakuan anaknya.
"Nggak boleh gitu," ucap Lisa ke Mas Ray, lalu melanjutkan kembali, "Arumi, lihat TV ada aturan usianya nak. Arumi kan masih anak-anak jadi hanya boleh liat kartun, lagu anak-anak, atau belajar berhitung dan membaca lewat TV. Yang ngebolehin Arumi nonton kaya gitu itu siapa nak?"
"Arumi baru nonton akhir-akhir ini bunda tiap pulang sekolah. Bi Tinah yang ngebolehin Arumi soalnya Bi Tinah juga suka."
"Inget pesen bunda ya sayang, Arumi hanya boleh nonton kartun, lagu anak-anak, atau belajar lewat TV," ucap Mas Ray.
"Iya ayah, bunda. Arumi janji nggak akan nonton Korea lagi," ucap Arumi.
"Mas, Bi Tinah itu yang jagain Arumi kan?" tanya Lisa.
"Iya yang jaga Arumi. Aku bakal tegur baik-baik. Makasih ya sayang udah ngasih pengertian ke Arumi," ucap Mas Rey mengusap kepala Lisa.
"Kamu udah tau rasanya aku cuekin kan? Mau lagi?" ucap Lisa mengancam.
__ADS_1
"Iya iya. Nggak lagi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan dua jam membawa mereka sampai Hotel Aluna yang terletak di jantung Kota Jogjakarta. Arsitektur menawan menambah kemegahan. Kolam renang outdoor dan indoor terletak di lantai paling atas. Fasilitas bermain untuk anak-anak, memikat orang tua untuk mengajak anaknya menginap di hotel ini.
Lisa mendapatkan kunci kamar yang terletak di lantai 16. Awalnya, Lisa ingin memesan satu kamar lagi untuk Mas Ray. Ternyata sudah penuh. Akhirnya mereka sepakat berada dalam satu kamar dan menambah single bed.
Pemandangan Kota Jogjakarta malam hari terlihat jelas dari atas. Angin malam tak menghalangi kendaraan hilir mudik. Ramai sekali. Rembulan menemani bintang membentuk gugusan-gugusan yang cantik. Tak memiliki susunan acara yang pasti terpenting keinginan Arumi untuk tidur sekasur bersama bundanya akan terwujud malam ini.
"Nanti mas yang situ ya," ucap Lisa menunjuk kasur single bed.
"Iya. Khawatir amat," ucap Mas Ray.
"Ayah, bunda, kenapa kita nggak satu kasur aja? Kasurnya muat buat kita bertiga," ucap Arumi yang tiduran di kasur double bed.
"Iya. Ayah penginnya gitu. Tapi bunda nggak mau," ucap Mas Ray tersenyum melirik ke arah Lisa.
"Kali ini bunda cuma pengin sekasur sama Arumi aja," ucap Lisa sambil memeluk Arumi.
"Mau ikut pelukannn," Mas Ray langsung memeluk Lisa dan Arumi.
"Mas pengap," ucap Lisa yang irama jantungnya tak terkondisikan.
"Bentar aja. Boleh ya?"
"Ini kasur bunda dan Arumi. Ayah, cepetan ke sana. Ayo kita bobok," ucap Arumi mencoba mengusir ayahnya.
"Iya. Iya. Ayah kembali ke kasur," ucap Mas Ray turun dari kasur double bed lalu menyelimuti Lisa dan Arumi, "selamat tidur dua kesayangan ayah yang cantik. Mimpi indah ya."
Berdegap kembali kan, Lisa? Kapan kamu mau mengungkapkan bahwa kamu cinta? Banyak manusia jomblo yang ingin merasakan dicintai layaknya kamu. Segera ungkapkan Lisa.
"Ayah, selamat tidur juga. Makasih sudah rela menyetir buat Arumi dan bunda hari ini," ucap Arumi.
"Iya Arumi sayang. Bunda, nggak mau ngomong selamat tidur ke ayah?" tanya Mas Ray tersenyum.
"Yuk tidur, nak," ucap Lisa mengalihkan pembicaraan Mas Ray.
"Selamat tidur calon istri dan ibu dari anak-anakku. Makasih udah buat Arumi bahagia," ucap Mas Ray di telinga Lisa sambil membelai rambut Lisa. Setelah itu, pergi menuju kasurnya.
Lisa tidak membalas ucapan Mas Ray. Dia tersadar bahwa selama ini memang Mas Ray tidak pernah perlahan. Kata itu hanya berlaku untuknya. Kamus besar Mas Ray lebih cocok berusaha sekeras mungkin untuk menaklukan Lisa. Dia membelakangi Mas Ray yang tidur di kasur seberang. Sibuk mengendalikan diri dengan tarik napas lalu buang.
Lisa, kapan kamu akan mengakuinya? Menunggu Mas Ray pergi memilih orang lain yang benar-benar mencintainya? Sebelum semua terlambat, ungkapkan saja! Jangan menunggu gadis-gadis di luar sana memikat duda anak satu yang menawan itu.
__ADS_1