Lamora

Lamora
Menikmati Keindahan Bintan


__ADS_3

Konsep liburan yang super santai. Ingin menikmati waktu sebagai penganti baru sebelum melakukan aktivitas yang berbeda sesampainya di Solo nanti. Tadi pagi setelah shalat subuh, Mas Ray meminta jatah lagi. Tiga ronde. Pergi ke pantai melihat sunrise yang masuk ke rancangan perjalanan mereka musnah. Mereka sepakat tidak perlu memakai rancangan itu lagi. Hanya tersisa beberapa tempat wisata yang wajib mereka kunjungi sebelum pulang tiga hari lagi.


Siang ini, destinasi pertama yang mereka kunjungi Gurun Pasir Busung. Tempat wisata terkenal dengan daya telaga air berwarna biru dihiasi gurun dari bauksit yang mengeras. Letaknya setengah jam dari Lagoi. Satu-satunya tempat wisata terjauh yang wajib mereka kunjungi. Sisanya, terletak di Lagoi.


Tempatnya memang bagus. Namun Lisa kurang cocok dengan suhu luar yang menyengat. Salah waktu pergi. Seharusnya dia memilih berkunjung nanti sore atau besok pagi saja. Demi menyenangkan hati sang suami Lisa tetap berpose sesuai keingian suaminya itu. Punya suami hobi fotografi mau bagaimana lagi.


"Yang, foto berdua yuk," ucap Mas Ray sembari mengeluarkan tripod dari tas punggungnya.


"15 menit lagi kita pulang ya. Nyesel lupa bawa topi dan kacamata," ucap Lisa.


"Iya, sayang. Kita foto-foto dulu berdua ya. Tempat sebagus ini sayang kalo nggak ada foto kita berdua," ujar Mas Ray yang sibuk memasang kamernya di tripod.


"Oke."


Mereka pun kembali berfoto. Leluasa mencari spot terbaik untuk mengabadikan momen. Berkunjung di Hari Senin membuat tempat ini sepi. Mereka asyik berpindah ke sana ke sini sesuai keinginan suami. Tepat 15 menit, Mas Ray mengajak Lisa pulang. Beruntung punya suami yang menghargai.


"Kita pulang atau mau kemana?" tanya Mas Ray saat mereka sudah berada di mobil.


"Pulang aja mas. Hari ini cukup aja deh mas. Capek juga kurang tidur."


"Oke. Besok kita jadi pindah hotel area Tresure Bay Bintan?"


"Jadi dong. Itu paling Lisa tunggu-tunggu," ucap Lisa tersenyum.


"Kamu bahagia mas ikutan bahagia begitupun sebaliknya kalo kamu sedih mas ikutan sedih," ucap Mas Ray sembari tangan kirinya meraih tangan kanan Lisa. Ia cium tangan Lisa yang berada di dalam genggamannya.


"Sayangku, cintaku, suamiku, segalanya bagiku, mas selalu menginginkan Lisa bersinar seperti bintang sekalipun dalam kegelapan. Lisa pengin mas menjadi gelapnya malam. Saat Lisa takut bahkan menyendiri tanpa sebuah gugusan indah, mas menjadi malam yang selalu ada mengelilingi Lisa. Begitupun gelapnya malam tanpa Lisa seorang bintang tidak akan ada keindahan," ucap Lisa mencium pipi suaminya.


"Iya sayang. Kita hidup saling mengisi seperti kehidupan bintang dan langit malam. Hidup tanpa melibatkan masa lalu indah bukan sayang? Lisa sudah memaafkan papa kan?"


"Pikiran Lisa cuma ingin bahagia menikmati kehidupan dan mencoba tidak mengaitkan masalah lalu dengan kehidupan sekarang lagi mas. Soal memaafkan entahlah, Lisa tidak tahu. Bersyukur aja Lisa sudah bisa tenang dan bisa mengendalikan diri."

__ADS_1


"Kamu hebat sayang. Mas salut dengan perjuanganmu selama ini hingga akhirnya mau melawan segala yang mengganggu pikiranmu," ucap Mas Ray melepas genggaman tangan dan mengusap kepala Lisa.


"Semua berkat mas juga. Mas hebat selalu sabar, menguatkan, dan menyakinkan Lisa dalam kondisi takut dan sedih."


"Tiduran di bahu mas kayak biasanya dong."


Lisa menuruti ucapan suaminya. Dia menyenderkan kepala di bahu Mas Ray.


"Semua mas lakukan karena cinta kamu dari hati nuraniku. Hati yang berjanji akan terus mencintai kamu sampai akhir hidup nanti, sayangku, cintaku, istriku, segalanya bagiku," ucap Mas Ray mengecup kepala Lisa berkali-kali.


Lisa tersipu malu. Pria pertama yang membuatnya jatuh cinta sekaligus pria yang ia pilih sebagai pelabuhan terakhir kisah cintanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Salah satu alasan Lisa memilih Bintan sebagai tempat bulan madu adalah glamping di The Anmon Resort yang masih satu area dengan destinasi paling populer di Bintan, Tresure Bay Bintan. Kolam renang terbesar se-Asia Tenggara. Suasananya seakan berada di wilayah gurun Timur Tengah. Tenda segitiga dengan interior khas Timur Tengah ditambah area sekitar pasir putih dan beberapa pohon palm menghiasi.


"Are you happy, dear?" tanya Mas Ray tersenyum saat mereka masuk kamar.


"Iya. Makasih ya udah nurutin apa yang Lisa mau, yang."


Serunya menginap di The Anmon bisa tidur sembari melihat bintang-bintang. Tempat memadu kasih favorit bagi pasangan baru yang menyukai bintang itu. Rencananya, besok pagi atau sore mereka akan menikmati beberapa permainan di Treasure Bay. Lisa yakin pasti mereka akan menikmati wahana sore hari. Tidak mungkin mau Mas Ray menggunakan waktu pagi hari untuk berjalan-jalan di luar kamar. Kehidupan awal pernikahan yang sempat membuat Lisa kewalahan menuruti mau suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Benar saja, sore hari mereka baru pergi menjelajah destinasi di Treasure Bay Bintan. Mereka berkelilingi menggunakan electric scooter. Lisa yang membonceng melingkarkan tangannya di perut Mas Ray.


"Pertama kali ya kita boncengan gini yang?" ucap Mas Ray tertawa.


"Iya. Seru juga ternyata yang." ucap Lisa tertawa.


Bahagia itu sederhana. Melakukan hal-hal baru dengan pasangan. Tidak melulu soal romantis tapi soal momen baru yang membuat mereka sama-sama bahagia.

__ADS_1


Wahana pertama yang mereka tuju adalah Jetovator. Olahraga air yang mengangkat tubuh ke udara. Terbang untuk melawan rasa ketakutan. Mas Ray sangat antusias mendengar arahan instruktur.


"Lisa gak jadi main deh. Pengin coba wahana yang simpel aja," ucap Lisa saat mereka akan mencoba permainan.


"Setidaknya coba dulu, jangan takut dulu yang. Pasti seru dan aman kok. Lisa dengerin semua instruksi yang ada kan?"


"Iya mbak kalo dengerin pasti aman kok," ucap instruktur.


"Ya udah aku coba."


Mas Ray tersenyum. Cukup mudah membuat istrinya itu menjadi yakin. Setelah mencoba, Lisa menikmati wahana tersebut bahkan mencoba sampai dua kali. Mas Ray yang sekali saja merasa capai akhirnya menuruti kemauan istrinya.


"Udah ya. Cukup dua kali. Kita cari wahana lain lagi," ucap Mas Ray.


Lisa mengangguk, "cari yang ekstrem lagi gapapa yang," ucapnya sambil tertawa.


"Dasar," ucap Mas Ray tersenyum.


Mereka berkelilingi lagi. Berhenti di arena slip and slide. Tidak terlalu ekstrem. Meluncur sepanjang 7,5 meter lalu terangkat ke udara sebelum jatuh ke air. Kali ini mereka berdua mencoba lima kali karena seru sekali. Mas-mas yang bertugas mendorong mungkin lelah menghadapi dua sejoli yang menikmati wahana tersebut.


Arena terakhir yang mereka coba adalah water tricycle. Duduk berdua mengayuh becak air. Berkeliling menikmati keindahan kolam renang yang mirip dengan pantai ini. Suasana langit yang mulai menampakkan warna jinggan mendukung suasana tenang. Mas Ray memutar lagu "Melukis Senja" dari ponselnya lalu menggenggam tangan Lisa.


"Indah kan menjalani hidup ditemani mas?"


"Hmm sangat indah," ucap Lisa tersenyum.


"Mas selalu berusaha bikin Lisa bahagia. Jangan pernah lagi meragukan usaha mas itu karena kamu negatif thinking dan takut gara-gara masa lalumu," ucap Mas Ray mengecup pipi Lisa.


"Iya. Benar katamu yang. Kamu bukan orang dari masa lalu Lisa jadi tidak perlu aku mengaitkan bahkan meragukanmu."


"Benar-benar sudah berubah ya istriku setelah kembali lagi ke pelukanku," ucap Mas Ray tertawa.

__ADS_1


"Love you," ucap Lisa mencium bibir Mas Ray.


Mas Ray membalas ciuman Lisa, "Love you too."


__ADS_2