
"Yang, ekspresiku senyum bahagia kayak bikin video tutorial masak kan?" tanya Lisa saat kamera sudah siap.
"Iya. Kamu kan lagi klarifikasi hubungan kita yang bahagia kenapa harus sedih."
"Oke. Aku mulai rekam ya," ucap Lisa memencet tombol rekam pada kameranya.
Lisa kembali duduk di samping Mas Ray dan mencolek tangannya. Mengode untuk segera berbicara.
"Hai teman-teman, saya dan Lisa akan menjelaskan mengenai kebenaran foto yang viral di kalangan Universitas Lamora. Mungkin beberapa subscriber Lisa di luar sana sudah mengetahuinya juga. Sebelumnya kami minta maaf karena sudah menimbulkan kehebohan ini," Mas Ray menatap Lisa sambil tersenyum sambil menggenggam tangan Lisa, "Ya, foto tersebut adalah kami. Lisa adalah calon istri saya. Kami sudah melangsungkan lamaran di depan kedua keluarga. Kami sama-sama mencintai dan bahagia. Jadi, saya harap untuk semua yang berpandangan negatif tentang hubungan kami bisa menghargai kebahagiaan orang lain. Mungkin ada yang bertanya, ngapain kami di bandara berdua? Kami menikmati waktu liburan panjang tersebut. Sebagai pasangan yang tidak bisa bertemu setiap hari, momen libur panjang sangatlah berharga sehingga saya ajak Lisa berlibur bersama, atas izin kedua orang tua kami juga. Saya sadar, liburan bersama sangat kami perlukan untuk membangun chemistry sebagai pasangan sebelum melangsungkan pernikahan. Lisa mau bicara?"
"Kami pribadi minta maaf karena baru mengekspos hubungan kita setelah foto tersebut menyebar. Tidak bermaksud menutupi. Saya pribadi pertama kali menjalin hubungan dengan pria masih perlu adaptasi dengan respons orang sekitar terutama lingkungan Univesitas Lamora. Terakhir, saya mau mengucapkan terima kasih kepada subscriber-ku dan teman-teman yang menghargai hubungan kami serta ikut berbahagia mendengar kabar ini. Saya yakin, beberapa subscriber pasti pernah melihat saya pergi dengan pria di samping saya ini karena memang kami pernah beberapa kali pergi ke tempat umum. Terima kasih banyak kalian tidak memotret tanpa seizin kami. Bukan berarti saya marah kepada pihak yang memotret tanpa izin kami dan menyebarluaskannya,tapi saya pribadi mengapresiasi orang-orang yang tidak melakukan hal tersebut. Ada yang masih perlu disampaikan pak?"
Mas Ray mengangguk, "Saya harap kalian yang berkomentar negatif, segera sadar dan gunakan tangan atau mulut kalian untuk hal-hal baik. Saya dan Lisa menjalin hubungan atas dasar cinta dan saling bahagia jadi kalian juga harus membahagiakan diri sendiri tanpa mencampuri hidup orang lain. Sekali lagi, kami sangat berterima kasih kepada orang-orang yang mendukung hubungan saya dan Lisa. Semoga video singkat ini menghentikan segala kehebohan yang terjadi."
"Udah?" tanya Lisa ke Mas Ray yang diam.
"Udah. Penutupnya gimana yang?"
"Nggak usah gapapa. Aku save ya videonya."
"Iya. Nanti kalo udah kamu edit kirim ke aku dulu ya yang. Baru kita upload bareng."
"Siap. Mas, tadi bunda nyuruh aku ngajak mas makan malam bersama."
"Kalo calon mertua udah nyuruh, mas nggak bisa nolak."
"Bentar ya Lisa panggil ayah dan bunda sekalian ngembaliin ini," ujar Lisa yang sedang membereskan alat-alatnya.
"Iya, yang."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayah, bunda, Lisa, dan Mas Ray sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama.
"Silahkan ambil Ray. Masakan tadi siang gapapa ya?" ucap bunda.
"Gapapa tan."
"Ayo ambil Ray yang banyak. Lisa kalo mau ambilin calonnya juga nggak usah malu-malu," ujar ayah tersenyum sembari mengambil lauk.
"Ayahhhh," ucap Lisa geram.
"Kalo kamu mau ambilin gapapa yang," ujar Mas Ray menyodorkan piringnya ke Lisa.
"Ambil sendiri aja mas biar sesuai selera. Kalo kebanyakan nanti kamu mual gimana," ucap Lisa tersenyum.
Ayah dan bunda tertawa.
"Nolak ngambilin secara halus ya nak," ucap bunda.
"Padahal waktu di Bali sering banget masakin dan ngambilin Ray makan te," Mas Ray tersenyum sambil mengambil makanan yang disajikan.
__ADS_1
Selama di Bali, saat mereka tidak ingin makan di luar, Lisa selalu masak untuk Mas Ray. Padahal, Mas Ray sudah meminta Lisa memesan makanan via online saja daripada capai memasak tapi dia selalu menolaknya.
"Sini aku ambilin," ucap Lisa tertawa karena piring Mas Ray sudah terisi.
Mas Ray mencubit pipi Lisa yang duduk di sampingnya, "ngeselin."
"Ngomong-ngomong, videonya mau kalian upload kapan?" tanya ayah.
"Habis Mas Ray pulang, Lisa edit yah. Terus cus upload," ujar Lisa.
"Lisa nggak usah takut, nak. Jangan ngurung diri di kamar lagi. Bunda sama ayah nggak mau ada kejadian kayak dulu lagi," ucap Bunda.
"Tante, Ray mau tanya. Saat Lisa usia 9 tahun, ada kejadian apa kalo boleh tahu?" tanya Mas Ray penasaran.
"Nggak usah diceritain bun," ucap Lisa.
"Ceritain aja bun. Ray calon suami Lisa jadi harus tau kalo kamu lagi ngadepin masalah bikin orang khawatirnya kayak gimana," ucap ayah.
"Nggak usah deh yah, bun," ucap Lisa memelas.
"Jadi gini Ray. Lisa punya kebiasaan kalo ada masalah selalu ngurung diri di kamar mandi. Awal mula semua itu, waktu dia berumur 9 tahun. Hari itu, suara air dari dalam kamar mandi Lisa terus terdengar. Kami kira dia mandi atau buang air besar sengaja menyalakan shower. Tapi satu jam tak kunjung berhenti. Kami teriak tidak ada respons. Akhirnya, ayahnya Lisa dobrak pintu. Udah kayak mayat hidup Ray kondisinya. Langsung kita bawa ke rumah sakit. Bersyukur masih sehat sebesar ini. Dulu tante udah histeris. Pikiran mengarah ke kematian melihat kondisinya. Pas sembuh dia ngaku ke kami, dia udah 5 jam di kamar mandi tapi nggak mau cerita apa penyebabnya. Setelah kejadian itu, kunci kamar dan kamar mandinya tante ambil. Baru tante kasihkan lagi pas dia SMA. Ngerasa udah waktunya Lisa punya privasi. Tapi kami nggak pernah berhenti nasehati. Nggak boleh lagi ngelakuin hal yang menyakiti diri sendiri. Eh hari ini keulang lagi," bunda mengusap air matanya.
Mas Ray yang ingat kejadian Jogja tidak berani mengungkapkan kepada orang tua sambung Lisa. Takut menambah pikiran karena Lisa pernah mengurung diri sampai sakit.
"Bunda, kan Lisa udah bilang nggak usah diceritain."
"Makanya nak, jangan bikin orang khawatir lagi. Kalo kamu nikah sama Mas Ray jangan nyelesaiin masalah dengan cara kayak gitu ya?" ucap ayah sambil mengusap punggung bunda.
Bunda kembali bicara, "Lisa pernah kami bawa ke beberapa psikiater dengan harapan bisa mengungkapkan perasaannya tiap kali ada masalah atau kenapa dia melakukan hal itu saat usia 9 tahun. Tapi nggak berhasil. Nyatanya sampai sekarang tiap kali ada maslaah tetep aja larinya ke kamar mandi."
Ayah mencoba menenangkan bunda yang menangis dengan memeluknya.
"Bunda, ayah, nggak usah khawatir. Mungkin Lisa belum bisa cerita tiap kali ada masalah, tapi Ray yakin suatu hari Lisa akan berubah," ucap Mas Ray tersenyum walaupun di lubuk hatinya merasa khawatir dengan Lisa.
"Kalo kalian sudah menikah, om titip Lisa ya Ray," ucap ayah.
"Iya om," ucap Mas Ray.
Mereka pun kembali makan dengan tenang. Setelah makan, Mas Ray pamit pulang. Lisa langsung mengedit video. Tidak terlalu banyak bagian yang dipotong saat video tersambung. Merasa sudah cocok, Lisa mengirim video tersebut kepada Mas Ray.
^^^Lisa^^^
^^^Video terkirim^^^
^^^Coba cek dulu, yang.^^^
Mas Ray
Menurutku udah cukup. Yuk yang, upload.
^^^Lisa^^^
__ADS_1
^^^Oke.^^^
Video berdurasi 2 menit tersebut sudah menyebar di sosial media Lisa. Mulai dari instagram, youtube, dan status whatsapp. Sedangkan Mas Ray hanya di instagram saja.
Mas Ray
Udah beres ya yang. Jangan takut berangkat ke kampus apalagi besok kelas mas. Nggak usah kamu tanggepi omongan buruk orang tentang hubungan ini. Kita kuat bersama.
^^^Lisa^^^
^^^Iya. Maaf ya mas, lusa kamu pembukaan klinik tapi ada kasus kayak gini sampe harus nyamperin aku di rumah.^^^
Mas Ray
Gak masalah sayang. Aku juga udah kangen kamu kok. Udah go public, seharusnya enak ya kalo kita pulang bareng tapi sayang besok mas ada yang perlu dilakukan di klinik.
^^^Lisa^^^
^^^Masih ada banyak waktu buat kita pulang bareng.^^^
Mas Ray
Iya, bener. Yang, kalo ada apa-apa cerita ke mas ya. Jangan main ngurung diri. Waktu bunda cerita, mas keinget kejadian di Jogja. Mas selalu berharap Lisa bisa menghadapi ketakutan dalam diri bareng mas. Kita lawan bersama.
^^^Lisa^^^
^^^Sabar hadapi Lisa ya mas. Lisa butuh mas. Mas selalu bisa membuat Lisa cerita dan tenang.^^^
Mas Ray
Iya sayang. Mas akan selalu ada kapan pun Lisa butuh. Yang, Arumi udah selesai main dan pengin bobok. Aku juga ngantuk. Nggak usah telfonan ya?
^^^Lisa^^^
^^^Iya. Selamat tidur sayangku. Titip kecupan buat anakku Arumi.^^^
Mas Ray
Kecupan buat ayahnya?
^^^Lisa^^^
^^^Tadi udah. Dah tidur sana. Aku juga mau tidur.^^^
Mas Ray
Selamat malam cintanya mas. Tidur nyenyak ya.
^^^Lisa^^^
^^^Iya, yang.^^^
__ADS_1