Lamora

Lamora
Tidak Semua Pria Seperti Itu


__ADS_3

Mas Ray


Yang, coba cari paket weeding hotel area Solo. Aku pribadi pengin di Hotel Alan kalau nggak Hotel Alula Solo.


^^^Lisa^^^


^^^Nggak kemahalan mas kalau di hotel?^^^


Mas Ray


Gapapa tabungan mas cukup kok yang. Sekali seumur hidup, mas mau yang berkesan buat kita.


^^^Lisa^^^


^^^Uangnya bisa kita gunain buat beli rumah dan kebutuhan setelah nikah mas.^^^


Mas Ray


Mas udah ada tabungan sendiri untuk itu yang. Kamu tenang aja. Coba kamu cari aja paket weeding hotel.


^^^Lisa^^^


^^^Lisa mau. Asalkan biaya paket weeding hotel bagi dua ya?^^^


Mas Ray


Mas semua aja deh yang.


^^^Lisa^^^


^^^Bagi dua. Mas masih ngeluarin duit buat seserahan, cincin, mas kawin.^^^


Mas Ray


Ya udah. Soal paket hotel bagi dua. Selain itu mas yang tanggung ya termasuk gaun, make up, undangan, seragam keluarga beserta make up-nya.


^^^Lisa^^^


^^^Oke, sepakat. Aku coba liat paket weeding hotel.^^^


Mas Ray


Kabari ya. Kalo bisa minggu ini kita udah milih hotel. Biar bisa daftarin pernikahan di KUA.


Lisa mencari paket weeding hotel di google. Hotel Alula kapasitas ruangan besar, tamu undangan bisa 1000 orang, dan ada hadiah paket honeymoon di Bali tapi terlalu mahal. Pilihan Mas Ray lainnya, Hotel Alan, tidak menawarkan banyak hal seperti Hotel Alula, jumlah tamu 500 orang, soal harga sangat cocok dengan Lisa. Mencoba mencari paket di hotel lain, fasilitas dan jumlah tamu undangan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Lisa tertarik dengan paket Hotel Alan.


^^^Lisa^^^

__ADS_1


^^^Hotel Alan ya mas. Tamu undangan 500 orang cukuplah. Udah ada fasilitas make up sama baju pengantin juga.^^^


Mas Ray


Yang, 500 orang tuh cukup? Cabang cafemu banyak, pasti timmu juga banyak. Mas ada pegawai klinik dan dosen kampus tuh banyak, yang. Belum teman dan keluarga besar. Mereka pasti datang dengan apsangan bahkan anak. Hotel Alan ada paket yang bisa 1500 orang?


"Pantes selama ini sering denger permasalahan menuju pernikahan itu banyak. Nyatuin dua pikiran kalo pakek ego ya bubar," batin Lisa. Pernikahan yang sederhana lebih menarik untuknya. Mengundang keluarga saja bahkan kalau perlu hanya di KUA. Tapi, dia memaklumi Mas Ray sebagai pemilik klinik dan dosen merasa tidak enak jika tidak mengundang pegawai kliniknya dan dosen Universitas Lamora.


^^^Lisa^^^


^^^Aku telfon Hotel Alan dulu ya. Siapa tau bisa sampai 1500 pax. Nanti aku kabari. Mas fokus kerja aja. Lisa bisa urus semua kok.^^^


Mas Ray


Oke yang. Makasih ya.


^^^Lisa^^^


^^^Iya mas.^^^


Lisa langsung mencari kontak Hotel Alan dan menghubunginya. Ternyata ada paket untuk 1500 orang dengan harga yang cocok baginya. Lisa membuat janji survei dengan pihak pengelola pernikahan Hari Sabtu nanti, saat Mas Ray libur.


^^^Lisa^^^


^^^Bisa untuk 1500 mas. Tanggal 30 Maret juga belum ada yang booking. Hari Sabtu jam 10 pagi kita survei ke lokasi ya.^^^


Mas Ray


Oke yang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lisa dan Mas Ray menunggu pihak Weeding Organizer (WO) hotel di lobi. Kalau survei hari ini hasilnya tidak tertarik, otomatis mereka harus mencari tempat lain.


"Mbak Lisa ya?" tanya seorang perempuan muda, berbaju rapi, memakai tanda pengenal Hotel Alan tersenyum kepada Lisa.


"Iya. Pihak WO hotel ya mbak?" ujar Lisa tersenyum.


"Iya. Perkenalkan saya Rasti mbak, mas," ucap Rasti sembari menjabat tangan Lisa dan Mas Ray.


"Mari saya tunjukkan ballroom hotel kami."


Mas Ray menggandeng tangan Lisa mengikuti langkah Mbak Rasti.


"Nah, ini ballroom-nya. Seperti yang sudah saya sampaikan di telfon, muat 1500 orang dengan harga 130 juta. Maksimal menggelar acara 4 jam. Jika lebih, kami akan kenakan denda."


"Dekorasi sudah dari hotel kan mbak?" tanya Mas Ray.

__ADS_1


"Sudah mas. Penawaran dari kami dekorasi, mc, makanan, band, make up pengantin dan kedua orang tua, weeding cake, baju pengantin, ruang tunggu keluarga, dokumentasi, foto preweeding, 2 kamar orang tua, sama kamar pengantin."


"Kami kan rencananya akad dan resepsi jamnya berbeda mbak. Akad siang atau sore terus resepsi malam. Harganya jadi berapa ya mbak?" tanya Lisa.


"Kalau seperti itu, ambil akad sore terus resepsi malam aja mbak. Estimasi waktu 6 jam dengan harga 150 juta. Tapi baju pengantin kami hanya menyediakan satu," ucap Mbak Rasti.


"Gimana yang?" tanya Lisa.


"Aku cocok kok," jawab Mas Ray.


"Boleh dipikir-pikir dulu mas, mbak," ucap Mbak Rasti tersenyum.


"Soal konsep pernikahan, busana, make up, dan makanan ada pilihannya kan mbak?"


"Ada kok mbak. Nanti konsep yang mbak Lisa dan mas inginkan seperti apa kita akan kasih beberapa pilihan desain dan baju. Untuk make up ada beberapa pilihan MUA yang hasilnya dijamin oke semua. Tinggal Mbak Lisa mau pilih yang mana. Makanan juga akan ada test food. Semua akan dibahas saat meeting."


"Oke, aku setuju yang," ucap Lisa.


Mas Ray segera memberikan uang muka karena takut didahului pasangan lain. Masalah hotel selesai. Urusan administrasi pernikahan, hari ini langsung mereka ajukan. Syarat-syarat sudah mereka bawa termasuk hasil cek kesehatan dari puskesmas. Setelah tahu lokasi menikah, Mas Ray ingin segera mendaftarkan pernikahan kami.


Sesampainya di KUA Kecamatan Kartasura, mereka langsung mengajukan permohonan pernikahan. Sekitar 1 jam mengurus akhirnya selesai juga. Tidak ribet. Lisa semakin deg-degan. Pernikahan mereka sudah pasti. Tanggal 30 Maret kurang 28 hari lagi.


"Mau mas kawin apa yang?" tanya Mas Ray saat perjalanan pulang.


"Bingung," jawab Lisa tersenyum.


"Kamu lagi pengin apa?"


Terlintas dalam pikiran Lisa satu hal, "Mas, selama ini Lisa jarang banget sholat. Berbeda lah dengan mas rajin perihal ibadah. Boleh tidak mas bantu Lisa menjadi sosok yang lebih baik bukan hanya dari segi hubungan Lisa dengan diri sendiri dan sesama manusia. Tapi, hubungan Lisa dengan Tuhan?" Selama ini, Mas Ray selalu sholat 5 waktu. Bahkan sholat saat liburan pun tak pernah ia lewatkan. Waktu Bali ataupun Jogja, dia selalu bangun untuk sholat subuh sebentar lalu tidur lagi. Mas Ray sering meminta Lisa mendekatkan diri dengan Tuhan agar hidupnya tenang dan bisa melepas ketakutan yang ia rasakan. Tapi Lisa enggan melakukannya. Dia hanya memanfaatkan Tuhan sebagai monolog atas kejadian di masa lalu yang menyulitkan hidupnya dan saat rindu kepada mama.


"Yang, mas terharu dengernya. Mau dong yang. Mau banget. Selama ini mas cuma bisa ingetin kamu, kalo sudah jadi istri, kewajiban mas membimbing kamu," ucap Mas Ray sembari mengusap kepala Lisa.


"Lisa mau mahar alat sholat mas. Perlahan bantu Lisa ya mas," ucap Lisa tersenyum.


"Oke sayang. Mas belikan rukuh, sajadah, sama Al-Quran. Soal seserahan mas kan akhir-akhir ini pulang malem terus, kalau kamu bawa atm mas nanti beli barang sesuai yang kamu pengin dan perlukan gimana?" tanya Mas Ray. Ujian menjelang pernikahan itu benar-benar nyata. Akhir-akhir ini Mas Ray sering pulang malam. Dokter kandungan di klinik Mas Ray ada tiga, sistem kerjanya shift. Nah, salah seorang dokter kandungan di kliniknya tersebut meninggal dunia dan belum menemukan dokter pengganti lagi. Terpaksa Mas Ray turun tangan jika mereka memerlukan bantuannya.


"Iya. Lisa bisa beli sendiri kok mas. Toh sekarang bisa beli semua keperluan lewat online.


"Oke yang. Makasih ya."


Lisa menyandarkan kepalanya di bahu, "kalo udah nikah mas bagi waktu buat keluarga dan pekerjaan ya. Lisa nggak mau ada kejadian kayak Lisa kecil dulu lagi."


Mas Ray mencium kening Lisa, "Lisa percaya ya sama mas. Mas gak masalah Lisa posesif sama pekerjaan tapi jangan sampe terlintas di pikiran Lisa kalau mas bakal selingkuh dan sejenisnya. Mas bukan papa dan tidak semua pria seperti itu. Mas sibuk kerja buat Lisa, Arumi, dan adik-adiknya Arumi nanti. Mas harus menafkahi kalian. Nggak mungkin kan mas minta penghasilan Lisa buat menghidupi keluarga kecil kita. Uang Lisa ya uang Lisa, uang mas juga uang Lisa dan anak-anak kita. Mas janji bakal bagi waktu kok antara pekerjaan dan keluarga."


Lisa mencium pipi calon suaminya yang selalu bisa membuatnya tenang itu, "Love you more."


"Love you even more and more," Mas Ray mencium kepala Lisa yang masih bersandar di bahunya.

__ADS_1


Selama hidup tidak ada pria yang Lisa kenal tidak ada yang berani mendekatinya karena sikap cuek dan menutupi diri terhadap pria. Mas Ray, lelaki pertama yang bisa membuat Lisa jatuh cinta itu sungguh mempunyai mental kuat menghadapinya. Terus memperjuangkan rasa cintanya kepada Lisa. Lelaki yang tak henti-hentinya membuat Lisa yakin bersamanya, Lisa akan baik-baik saja.


__ADS_2