
Penelitian skripsi Lisa tinggal besok saja. Mas Ray selalu menemaninya selama dua minggu ini. Dua bidan yang memiliki sertifikat senam hamil sangat membantunya juga. Selain menyebar kuesioner terkait tingkat stres menjelang persalinan, Lisa memang memberikan perlakuan kepada responden dengan melakukan senam hamil. Jika hasil kuesioner akhir dapat mengurangi stres hipotesisnya terbukti benar.
Selama proses penelitian, Mas Ray meminta Lisa segera menulis hasilnya di skripsi saat pulang. Lisa menuruti semua omongan pria itu. Bahkan Lisa yang sering menginap di rumah Mas Ray karena terikat janji dengan Arumi, sering menggunakan momen itu untuk konsultasi skripsinya. Mas Ray yang tahu proses di lapangan beserta hasilnya pun kadang meminta Lisa tidur dan memilih mengerjakan skripsi Lisa.
Untung Alika dan Maya tidak tahu, bisa iri melihat Lisa banyak Mas Ray bantu selama skripsi daripada mereka. Terlebih Maya yang seminarnya selisih dua hari dengan Lisa, sampai sekarang belum memulai penelitian karena belum mendapatkan izin laboratorium yang ada di Jakarta. Sedangkan, Alika si santai yang akan mulai melakukan penelitian setelah ujian semester dua minggu lagi.
Kedekatan yang erat kembali karena skripsi dan janjinya kepada Arumi, membuat Lisa belum bisa melupakan pria itu hingga saat ini. Namun dia terus menolak beribu kali kalimat yang Mas Ray lontarkan, "Lisa balikan yuk?" Baginya Mas Ray hanya ayah dari Arumi dan dosennya. Terkadang terlintas di pikirannya ingin kembali. Lisa buru-buru menghapus pikiran itu karena tidak mau lagi menyakiti orang lain seperti yang pernah papanya lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^Lisa^^^
^^^Mas, responden kalau aku kasih bingkisan gimana? Mereka udah ngeluangin waktu selama dua minggu ini untuk penelitianku.^^^
Mas Ray
Gapapa. Ayo mas anter mumpung hari libur gini. Mas jemput ya 30 menit lagi.
^^^Lisa^^^
^^^Nggak usah mas. Siap-siap 30 menit nggak cukup juga buat Lisa.^^^
Mas Ray
Ya udah sejam lagi. Nanti berangkat ke klinik langsung aja.
^^^Lisa^^^
^^^Iya.^^^
__ADS_1
Lisa langsung siap-siap. Tak perlu dandan cantik karena akan lusuh penuh keringat. Dia selalu ikut senam hamil. Bahkan, pernah dia senam hamil couple dengan Mas Ray atas paksaan pria itu. Dua orang bidan yang membantu Lisa yaitu Bidan Sekar dan Bidan Angel antusias meminta Lisa menuruti perkataan Mas Ray. Sekarang semua orang sudah tahu jika Mas Ray bukan selingkuh dengan Lisa ataupun Arumi buah dari insiden hamil di luar nikah. Waktu itu, Bidan Sekar dan Bidan Angel bertanya kepada Lisa tentang gosip tersebut. Lisa yang merasa muak semua orang menyudutkannya, Mas Ray, dan Arumi, akhirnya angkat bicara kalau Mas Ray pernah menikah tapi setiap pernikahan tidak berjalan mulus dan mereka bercerai. Arumi anak dari pernikahan pertamanya. Lisa meminta dua bidan tersebut memberika pengertian kepada pegawai lain untuk tidak lagi menggosipkan Mas Ray yang tidak benar karena takut saat Arumi besar nanti masih mendengar gosip tersebut.
Mas Ray menelfonnya. "Pasti dia sudah sampai di bawah," gerutu Lisa karena belum ada satu jam dan dia baru selesai mandi.
"Halo," ucap Lisa.
"Mas udah di bawah nih. Ngetuk pintu nggak ada yang buka. Kamu kalo belum selesai lanjutin aja siap-siapnya. Mas tunggu di mobil," ujar Mas Ray tertawa.
"Bunda pergi. Tunggu di teras aja. 15 menit lagi aku turun," ucap Lisa mematikan telfonnya langsung berganti pakaian.
Mas Ray duduk di depan rumah dan tersenyum ke arah Lisa yang membuka pintu.
"Yuk, mau kemana?"
"Solo square mas," ucap Lisa menyebutkan salah satu mall yang dekat dari rumahnya.
Mereka langsung berangkat menuju Solo Square. Rencananya Lisa akan membeli baju bayi, bedung bayi, topi, serta sarung tangan dan kaki bayi.
"Lucu-lucu ya," ucap Mas Ray tersenyum melihat perempuan yang dicintainya itu tersenyum.
Lisa mengangguk.
"Lisa kan udah pernah megang bayi pas PKL. Nah Lisa sendiri lebih suka sama bayi perempuan atau laki-laki?"
"Sama sukanya cuma lebih tertarik sama perempuan karena bisa dihias berbagai model."
Mas Ray tertawa, "emang boneka pakek dihias segala."
"Bener kan. Dulu waktu Arumi kecil deh pasti mantan istrinya mas suka kan pakein aksesoris lucu-lucu ke Arumi. Waktu Arumi udah agak gedhe pasti mas, Tante Ratih, atau Om Bobby juga beliin bando, kucir, dan lain-lain kan?"
__ADS_1
"Iya. Lisa nggak mau punya bayi perempuan dari mas?" Mas Ray tersenyum.
Lisa mencubit Mas Ray, "bantu aku pilihin deh nggak usah mikir ke sana."
"Iya iya," ucap Mas Ray membantu Lisa memilih baju.
Lisa membeli masing-masing barang berjumlah 35 buah. Dia mampir ke toko tas membeli hadiah untuk Bidan Sekar dan Bidan Angel. Mas Ray banyak membantunya hari ini. Barang-barang yang dia beli Mas Ray bawakan sampai ke mobil.
Semua responden selalu hadir tepat waktu mengikuti senam hamil. Kurang lebih satu jam acara tersebut berlangsung. Akhir acara, Lisa membagikan kuesioner post-test dan melakukan wawancara kepada beberapa responden. Mas Ray membagikan bingkisan. Responden yang kebanyakan adalah pasien Mas Ray mengucapkan terima kasih dan mendoakan hubungan percintaannya dengan pria itu lancar. Memang tidak banyak yang tahu mengenai kandasnya lamarannya dengan Mas Ray.
"Bu Sekar, Bu Angel, ini ucapan terima kasih karena sudah banyak membantu Lisa selama dua minggu ini," ucap Lisa sembari memberikan tas saat responden sudah pulang.
"Lisa, nggak perlu repot-repot kasih tas mahal gini," ucap Bu Angel.
"Terima saja bu. Lisa ingin memberikan sebagai bentuk terima kasih bukan soal harga tapi kebaikan Bu Angel dan Bu Sekar," ucap Mas Ray.
"Ya udah, kami terima ya Lisa. Makasih banyak ya," ucap Bu Sekar.
"Lisa terima kasih juga karena ibu udah meluangkan waktu untuk membantu Lisa," ucap Lisa.
"Pak Ray atasan yang baik jadi kita juga harus baik ke calonnya dong," ucap Bu Sekar tertawa.
"Iya. Semoga ilmu senam hamilnya bisa kalian praktekan ya. Bapak bisa kok undang kami kalau Lisa hamil nanti. Kita kasih tutorial lagi," ucap Bu Angel tertawa.
Lisa tersenyum, "terserah apa kata ibu deh."
"Doakan kami segera menikah ya," ucap Mas Ray tersenyum.
"Pasti. Semua orang juga mendoakan segera mendapat kabar baik bapak menikah lagi. Biar Arumi punya ibu sambung sebaik Lisa," ucap Bu Sekar.
__ADS_1
Ya, semua orang merasa kasihan dengan Mas Ray yang menjadi orang tua tunggal Arumi. Apalagi semenjak penelitian para pegawai mengenal dekst Lisa, mereka menjadi pendukung terdepan hubungannya dengan Mas Ray. Merasa Lisa memang pantas menjadi ibu sambung anak kecil itu. Lisa bosan mendengarnya. Kenapa ada orang yang mengatakan hubungan A cocok, hubungan B tidak cocok, hubungan C sangat cocok, dan sebagainya? Bukankah hubungan cocok atau tidak cukup berdasarkan dua orang yang menjalani kan?