
Alika
video terakhir ada yang ngomong "eh maaf yang" itu siapa woi?
Lisa syok membaca chat Alika karena ingat betul Mas Ray bicara seperti itu. Memang baru beberapa menit lalu, dia meng-upload video baru tapi sudah ada 500 orang yang menonton. Sebagian dari mereka pasti orang-orang yang mengenal Lisa. Dia langsung buru-buru mem-private videonya. Menonton kembali dan ternyata benar. Bagian Mas Ray bicara, belum sepenuhnya terpotong. Ceroboh. Ponselnya terus berdering dia biarkan begitu saja. Sibuk mengedit ulang. Meneliti sampai benar-benar sudah sempurna lalu meng-upload kembali.
Lisa membuka ponselnya. Grup kelas ramai gara-gara Susi mengirim video potongan waktu Mas Ray bicara. Tante Ratih dan Mas Ray juga mengirimnya pesan. Lisa memilih enggan menanggapi Alika dan grup kelas yang heboh. Lisa yang anti pacaran ini tiba-tiba muncul suara cowok memanggilnya "yang". Maya dan beberapa orang mulai menebak bahwa itu suara Mas Ray.
Tante Ratih
Lisa, kata Ray, mama dan papanya tidak boleh mempublikasikan hubungan kalian. Video yang barusan kamu upload ada suara Ray itu memang tidak sengaja atau kalian sudah terang-terangan di depan orang lain, nak?
^^^Lisa^^^
^^^Iya tan. Lisa dan Mas Ray sepakat mau menutupi hubungan kami dulu. Itu kesalahan tan, sudah Lisa perbaiki.^^^
Membalas Tante Ratih sudah. Giliran calon suaminya yang resek seperti teman-temannya.
Mas Ray
Sayang, videonya seru deh. Nggak sekalian kamu kasih keterangan "Maaf ada suara Pak Ray" biar go public sekalian? Nanggung banget.
^^^Lisa^^^
^^^Aku lagi kesel karena ada kesalahan video sampe temen-temenku pada curiga itu kamu. Bukannya ditenangin atau tanya kondisi malah dibuat makin kesel.^^^
Tidak lama berselang, Mas Ray video call Lisa.
"Hai cantik. Maaf ya, nggak bermaksud bikin kesel kok."
"Lagi dimana?" Lisa yang asing dengan posisi Mas Ray mengalihkan pembicaraan.
"Resto daerah Karanganyar, yang. Deket kebun teh. Habis meeting persiapan pembukaan klinik."
"Pada denger dong woi."
"Santai dong woi. Udah pinter calonmu ini. Ngejauh lah yang. Kalo gara-gara video call ada rekanku yang naksir wajah cantikmu kan kacau."
"Oke deh kamu pinter aku bodoh. Suaramu bisa-bisanya nggak terpotong sepenuhnya."
"Jangan gitu dong. Kamu pinter nyatanya bisa ngurus kerjaan yang padet ditambah kuliah dengan nilai bagus. Nggak usah dipikirin apa kata temen-temenmu."
__ADS_1
"Aku harus gimana yang? tutup mulut dan telinga lagi? Pusing serius."
"Udah, kali ini kamu jangan tutup mulut. Ntar mereka semakin mojokin kamu malah. Harus berani ngomong. Kalo kamu ditanya bilang aja ayah sama bunda. Kan mereka juga nggak tau itu kapan dan di mana bikinnya."
"Iya juga ya. Makasih ya sayang."
"Iya. Soal tadi aku godain kamu di chat, maaf ya yang? Lisa harus berani klarifikasi jangan cuma menghindar aja ya mulai sekarang."
"Iya aku maafin. Mas selalu bisa bikin Lisa tenang. Terus ada buat Lisa ya, sayang."
"Akan selalu ada. Love you, my love. Oh ya, kita nggak bisa ketemu sesuai jadwal dulu gapapa kan? Mas bener-bener sibuk. Waktu buat Arumi aja sampe kurang."
"Love you too. Gapapa sayang kalo emang mas sibuk pembukaan klinik. Nanti aku yang usahain buat kita ketemu lewat bimbingan skripsi di kampus."
"Nah gitu dong. Buruan konsul. Biar kangennya kita bisa terobati. Yang, udah dulu ya."
"Iya sayang. Dadaaa," Lisa melambaikan tangan ke kamera. Mas Ray membalas lambaian tangan Lisa lalu menutup telfonnya.
Lisa langsung membalas chat Alika dan grup kelas, video tersebut terdapat suara ayahnya baru minta maaf sama bundanya. Sudah dia potong tapi ternyata masih ada sedikit suara. Hanya Alika yang masih meragukan pernyataan Lisa. Dia hafal sekali suara ayah. Lisa minta Alika tanya ke ayah dan bundanya kalau emang tidak percaya. Lisa tau orang tuanya pasti akan menyelamatkannya.
"Ayahhh, bundaaaa, udah tau soal video yang Lisa buat ada suara Mas Ray kan?" Lisa berteriak, mengetuk pintu kamar orang tua sambungnya itu.
"Masuk, nak," teriak bunda.
"Iya tadi Tante Ratih ngomong di grup. Udah kamu perbaiki aja kok," ucap bunda.
"Alika tuh selalu kepo dan yakin itu bukan suara ayah.Emang dia kenal deket sama kita jadi wajar sih."
"Terus?" tanya ayah.
"Alika barusan chat bunda. Tanya ke bunda kamu punya cowok atau nggak," ujar bunda.
"Tuh kan. Bunda jawab apa?" jawab Lisa kesal.
"Kenapa jadi kami yang kena marah nak?" ucap Ayah.
"Bunda jawab nggak punya kok. Tenang. Nggak usah marah-marah."
Lisa tersenyum, "maaf ya ayah, bunda."
"Kenapa nggak publikasi hubungan kalian aja sih. Kasihan tau bunda liat Ray selalu pakai cincin, eh kamu nggak cuma di kampus aja bunda liat-liat lepas cincinnya," ucap bunda menyindir Lisa karena tangannya tidak ada cincin.
__ADS_1
"Pakai bunda nih. Mas Ray yang nyuruh," Lisa memperlihatkan kalungnya.
Bunda tersenyum, "pinter juga si Ray."
"Nak, bener kata bunda mending hubungan kalian terang-terangan. Jangan cuma di keluarga aja."
"Nggak mau yah, bun. Belum siap kalo diserang fans Mas Ray yang banyak itu dan Lisa selama ini kan terkenal anti cowok eh tiba-tiba dilamar Mas Ray kan malu."
"Ya udah. Terserah Lisa. Hubungan kalian berdua juga. Kami nggak berhak ngatur," ucap bunda.
"Penting kalian berdua bahagia aja deh," ucap ayah.
"Makasih pengertiannya ya ayah bunda. Lisa balik ke kamar dulu," Lisa memeluk ayah dan bunda lalu meninggalkan mereka.
Masalah video selesai. Alika dan teman-temannya sudah percaya, video tersebut adalah ayah dan bundanya. Beruntung ada Mas Ray yang memberinya saran dan orang tua sambungnya yang mendukung dia menutupi hubungannya dengan Mas Ray di depan Alika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lisa sedang bersiap-siap untuk kuliah siang. Ponselnya berdering. Ada telfon masuk dari Alika.
"Halooo, can. Ada apa? Nebeng?" tanya Lisa.
"Can, lo udah liat postingan instagram @mahasiswaunivlamora? Lo kepergok gandengan tangan di bandara sama Mas Ray, can."
"Bentar. Gue buka."
"Iya."
Lisa yang jarang membuka instagramnya, segera mengecek. Ternyata benar, fotonya dan Mas Ray saat berangkat ke Bali tersebar. Panik dan pusing membaca kolom komentar isinya negatif semua.
"Can, gue pusing. Gue boleh titip absen nggak?"
"Jangan ngehindar dari masalah. Walaupun gue sebel karena nggak tau lo sama Pak Ray ada hubungan spesial tapi gue gak bakal ninggalin lo pas kesulitan gini, can."
"Hari ini gue bener-bener pusing, can. Tolong absenin gue ya, can?"
"Iya, tenang aja gue absenin. Kalo lo butuh bantuan gue, kabari ya?"
"Iya. Makasih ya, can."
"Sama-sama."
__ADS_1
Lisa mematikan ponselnya. Sudah ada beberapa chat masuk, entah dari siapa dia tidak ingin tahu. Lisa mengunci pintu kamarnya. Lalu pergi ke kamar mandi. Menyalakan shower sembari menangis. Ketakutannya terbukti benar. Semua orang akan membenci hubungannya dengan Mas Ray.
Mengurung diri di kamar mandi salah satu caranya menenangkan diri. Dia pikir semenjak Mas Ray datang dalam hidupnya, perlahan bisa mengubah kebiasaan buruknya. Baru kemarin, Mas Ray memberinya saran harus berani menyelesaikan masalah. Baru kemarin, dia minta bantuan bundanya untuk berbohong ke Alika kalau Lisa tidak punya pacar. Senang ketika dia bisa mengatasi masalah kemarin. Tapi nyatanya, Lisa masih sama. Tidak ingin menyelesaikan masalah. Cenderung menghindari, tak ingin menghadapi.