Lamora

Lamora
Seminar Proposal


__ADS_3

Setelah hari pemaksaan seminar proposal Mas Ray tidak pernah mengirimnya pesan. Tapi Lisa tahu jika tiap malam Mas Ray memantaunya melalui bunda. Pertanyaan yang bunda ajukan biasanya terkait skripsi atau asupan gizi. Bunda tidak pernah paham mengenai kuliah Lisa. Hal itu yang membuatnya yakin Mas Ray lah dalang dibalik pertanyaan tersebut. Soal makanan, bunda selalu tanya "pengin cemilan apa?" lalu ada jasa pengiriman makanan mengantar cemilan yang dia pengin dengan kartu ucapan romantis. Ada satu tulisan yang membuat Lisa geli saat membacanya.


To: Lisa


From: seseorang yang selalu mencintaimu


Happy birthday, Lisa. Aku tahu hari ini bukan ulang tahunmu tapi aku ingin setiap hari kamu merasa bahagia seperti hari ulang tahunmu tahun ini kamu akan bahagia bersamaku.


Semangat belajar persiapan seminar proposalmu, Lisa. Kamu pasti bisa menyelesaikan semua kewajiban perkuliahanmu.


Cenayang! Faktanya, Lisa tidak akan lagi menjalin pertemanan dekat atau pecintaan dengan pria itu. Walaupun sudah yakin itu pasti Mas Ray karena pria yang berani mendekatinya sampai serius hanya dia. Tapi Lisa menjadi ragu pria tersebut Mas Ray karena terakhir kali ia mendapat kiriman bunga gardenia dengan inisial nama huruf I. Ya, bunga gardenia memang bunga yang diberikan Mas Ray kepadanya namun inisial tersebut membuat nama Mas Ikal terlintas dalam pikirinnya. Bahkan Lisa sampai memaksa bunda memberitahunya. Bunda tutup mulut, enggan menyebut nama pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maya dan Alika janji siang ini akan datang seminar proposal Lisa. Setelah Lisa, lusa Maya akan melaksanakan seminar proposal. Sedangkan Alika kemungkinan minggu depan. "Can Squad" sepakat, masing-masing orang menyiapkan buket untuk acara seminar proposal dan sidang skripsi nantinya --- seperti kegiatan rutin tiap kali mereka ulang tahun.


"Cannnn," teriak Alika.


"Alikacannnn," ucap Lisa memeluknya.


"Buket bunganya gue kasih setelah ujiab ya. Lu Deg-degan gak?" ucap Alika sembari menaruh buket yang dia bawa di meja depan ruangan ujian.


"Belum. Nggak tau nanti kalo Bu Vika, Pak Ray, Bu Windy udah ngehancurin mental gue di dalem," ucap Lisa menyebutkan nama pengujinya.


"Emang pembimbing sendiri bisa kejam ya, can?"


"Lo nggak pernah denger cerita kakak tingkat ya? Ada beberapa orang yang pembimbingnya kebih kejam daripada penguji. Nggak kenal itu anak bimbingannya atau bukan, kalau yang kita kerjain hasilnya gak sesuai sama yang dia mau."


"Cannnnn," ucap Maya yang baru datang mengulurkan tangan ke Lisa lalu Alika. "Udah siap kan?" sambungnya.

__ADS_1


"Persiapan sih matang tapi keadaan di dalam nanti lebih ke pasrah," Lisa tertawa.


"Gue yakin lo bisa kok," ucap Maya menepuk punggung Lisa.


"Iya gue juga yakin lo pasti bisa kok can," ucap Alika.


Ketiga penguji Lisa berjalan sembari mengobrol menuju mereka. Lisa mulai deg-degan.


"Ayo Lisa masuk," ucap Bu Vika tersenyum. Ketiga dosen pengujinya sudah masuk ruangan.


"Semangat can," ucap Maya.


"Kamu pasti bisa, can. Semangat," ucap Alika.


Lisa mengangguk sembari masuk ruangan. Laptop, LCD proyektor sudah, dan pointer sudah siap pakai karena 0teknisi kampus yang menyiapkannya. Lisa menancapkan flashdisk miliknya ke laptop. Andai Universitas Lamora mengizinkan audiens gabung dalam seminar proposal, dia tidak sedeg-degan ini. Ketiga dosen di depannya selama ini ia kenal tidak galak tapi entah siapa yang akan menghabisinya hari ini.


"Sudah pak."


"Silahkan mulai."


Lisa memulai presentasinya, "Selamat pagi. Salam sejahtera untuk kita semua. Saya Lisa Gresila akan memaparkan seminar proposal berjudul 'Efektivitas Senam Hamil Mengurangi Stres Menjelang Persalinan Pertama'. Perempuan yang melahirkan anak pertama memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Menurut Luna Candra pada tahun 2011 sebesar 75% mengalami stres menjelang persalinan anak pertama. Rosa Citra dalam skripsinya berjudul 'Penyebab Stres pada Ibu Menjelang Persalinan Anak Pertama' mengatakan bahwa cerita orang mengenai sakitnya melahirkan normal dan kekhawatiran bayi dan ibu tidak selamat saat persalinan menjadi penyebab stres yang dialami ibu...."


Lisa mengakhiri presentasinya dalam waktu 12 menit dengan lancar. Persiapan selama seminggu menghilangkan rasa gugupnya.


"Tarik nafas dulu Lis," ucap Bu Windy.


Lisa tersenyum, "iya bu."


"Siapa dulu?" tanya Bu Vika melihat Pak Ray dan Bu Windy yang duduk di samping kanan dan kirinya bertanya siapa yang akan menyerang Lisa duluan.

__ADS_1


"Silahkan Bu Vika dulu habis itu Bu Windy. Saya diakhir saja. Mahasiswa bimbingan saya sendiri soalnya," ucap Mas Ray mempersilahkan Bu Vika dan Bu Windy duluan.


"Oke. Kamu ambil kasusnya di Klinik Sara ya? Itu Klinik baru, otomatis pasien belum sebanyak tempat lain yang lebih terkenal. Bagaimana kamu mengatasinya?" tanya Bu Vika serius.


"Kebetulan saya sudah survei pendahuluan terlebih dahulu terkait lokasi, bu. Klinik Sara memang baru namun banyak dokter kandungan ataupun bidan yang bekerja di Klinik Sara meminta pasiennya periksa di klinik tersebut jadi perihal pasien ibu tidak usah khawatir. Klinik Sara pilihan yang tepat."


"Izin menyela Bu Vika," ucap Bu Windy tersenyum, "kamu memilih klinik ini, bukan untuk berduaan dengan calonmu kan?"


Lisa diam sejenak. Merangkai kalimat yang tepat. "Kebetulan saya sudah tidak punya calon apapun bu. Namun pemilihan tepat memang atas rekomendasi Pak Ray sebagai dosen pembimbing saya. Daripada saya susah-susah mencari tempat beserta izinnya saya terima tawaran tersebut," ucap Lisa tersenyum.


Bu Vika yang serius menjadi syok mendengar pernyataan Lisa, "lho batal pak?" ucap Bu Lisa melihat Pak Ray.


"Syok saya dengernya," ucap Bu Windy.


"Iya bu, batal. Udah dilanjut aja. Jangan bahas itu," ucap Mas Ray tersenyum.


"Oke. Lisa ibu apresiasi proposalmu. Penulisanmu rapi sekali. Soal metode penelitian ibu tidak ada komentar, dilakukan lakukan penelitian ini. Cukup itu dari ibu. Silahkan Bu Windy," ucap Bu Vika melihat ke arah Bu Windy.


"Terima kasih ibu," ucap Lisa tersenyum.


"Benar yang disampaikan Bu Vika tulisanmu rapi dan sesuai format. Semuanya sudah baik. Ibu acc proposalmu. Semangat penelitiannya," ucap Bu Windy.


"Terima kasih ibu," ucap Lisa tersenyum.


"Kalau dari saya, seminar proposal Lisa Gresila dinyatakan lulus. Semangat mengerjakan skripsinya dan jangan ragu buat konsultasi tiap kali ada masalah nantinya. Tetap selesaikan kuliahmu walaupun sibuk bekerja ya?" ucap Mas Ray tersenyum.


"Baik, pak. Terima kasih," ucap Lisa.


Dosen penguji meninggalkan ruangan. Lisa buru-buru mencabut flashdisk-nya dan mematikan laptop serta lcd proyektor lalu keluar ruangan. Kedua sahabatnya sudah menyambutnya dengan teriakan "selamat". Bunga dari Alika yang dia bawa tadi sudah bisa ia pegang. Maya ternyata menyimpan buketnya di dalam mobil karena ingin memberikan Lisa kejutan. Buket uang 20.000 sebanyak 23 lembar dikombinasikan dengan 23 foto polaroid member NCT. Uang berwarna hijau itu dipilih Lisa karena tidak ada mata uang dengan warna khas NCT yaitu neon. Sungguh, kadar perhatian Maya kepadanya berbeda jauh saat Lisa melepas Mas Ray untuknya. Lisa bersyukur sekali persahabatannya utuh kembali.

__ADS_1


__ADS_2